
ketika di episode yang lalu Ahmad telah bersusah payah menyiapkan tempat persembunyiannya dan akhirnya setelah matahari terbenam ia pun selesai,dan segera pulang untuk makan malam bersama keluarganya, keesokan harinya cuacanya kurang mendukung dan Ahmad mulai hari ini sedang menghadapi ujian nasional,ia berangkat menggunakan payung dari ibunya dan mula mula ini hanya ujan dengan angin kencang walaupun firasat Ahmad mengatakan ada yang mencurigakan dengan kondisi alam yang seperti ini,dan setibanya di sekolah langsung masuk kelas dan karena masih ada waktu beberapa menit ia menyempatkan diri untuk membuka buku dan mengulangi bacaan semalam untuk mematangkan persiapan ujian nasional ini,ini sangat menentukan keberhasilan agar dapat melanjutkan sekolah lebih tinggi lagi,dan pebri mengatakan sambil bercanda " boy nanti jangan lupa seperti biasa bagi bagi contekannya" dengan dingin Ahmad mengatakan " jangan terlalu banyak berharap" dan pebri agak kesal namun ia takut dengan Ahmad makanya yang ia bisa lakukan hanya tersenyum malu, setelah itu guru pun mulai masuk kelas dan menerangkan peraturan ujian ini " yg pertama dilarang ketauan mencontek dan terakhir harus mengumpulkan lembar Jawaban sebelum tiga puluh menit saat kalian semua mengisi data diri" dan Jodi bertanya " pak apa yang terjadi kalau kami telat mengumpulkan hasil ujiannya" dengan senyum sinis bapaknya mengatakan " kalian akan mengulangi kelas enam setahun lagi,dan tidak ada toleransi,maka semua siswa kaget dan mulai sedikit gugup,lalu Ahmad berpikir dalam hatinya soal sebanyak ini setidaknya harus menyelesaikan dua soal selama satu menit maka waktu itu akan cukup dan mengumpulkan hasil ini tepat waktu" namun setelah lembaran soal dibagikan ada sesuatu di lapangan nampak petir menyambar ke pohon dekat lapangan dan terbakar membuat suasana kelas panik,guru pun mengatakan " jangan pedulikan hal-hal yang diluar! fokus ke ujian kalian!" dengan takut siswa pun untuk tidak panik dan mulai mencoba untuk mengerjakan soal-soal itu,namun tidak lama kemudian ada angin kencang dan lapangan penuh dengan bayangan kegelapan disertai angin kencang sehingga semua orang disekolah tidak bisa melihat apa yang terjadi diluar sana.
__ADS_1
namun,Ahmad tidak bisa berdiam diri saja dengan waktu tiga puluh menit yang sudah berjalan ini,dia harus mengontrol kesempatan dengan baik agar dapat menaklukkan hawa Monster yang sedang rusuh di area sekolahnya,akibat angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan lampu padam ditambah juga dengan cuaca kabut gelap sehingga pandangan mata semua orang jadi kabur,dan kemudian Ahmad pun dengan kemampuan berpindah tempat dia langsung menjatuhkan kelereng dilantai dan langsung pindah ke atas genteng sekolah,dengan hal yang sama juga ia memegang benda bulat seperti kelereng ditangannya tiba tiba berubah topeng dan dia meneriakkan " evolusi Drake" lalu lenyaplah sudah semua pakaian Hero nya, monster bayangan tersebut lalu menyapanya " apa tadi?? evolusi drake?!! kau bercanda bocaaaaah" lalu sambil melompat melesat menuju monster yang sedang berdiri dan mengambang di atas sekolahnya,ia mengatakan " cihhhh aku tidak punya banyak waktu untuk mu " lalu monster itu diam,dan serangan evolusi Drake dengan pukulan tangan biasa pun mengenai tubuhnya namun sangat mengejutkan! serangannya menembus tubuh monster bayangan itu,lalu monster itu berkata " terlalu dini untuk mu bocaaah" lalu dengan cepat bayangan itu menyerangnya dari gumpalan kabut hitam datang dengan cepat sebuah pedang yang mengarah tepat di belakang evolusi Drake,namun tersenyum dan sambil berkata " makhluk seperti mu sangat menyediakan" lalu evolusi Drake pun langsung berpindah kembali ke genteng tempatnya semula,bayangan itu pun mulai melihat dengan serius " aku erebus low!! untuk ukuran bocah seperti mu terlalu cepat seribu tahun untuk melawan ku" lalu di balas " jangan bercanda kau erebus" lalu dengan sekejap evolusi Drake itu pun mengangkat tangannya lalu berteriak lightning black" dan erebus pun tertawa dan berkata " hanya itu yang kau miliki bocah" dan evolusi Drake pun melempar beberapa partikel kecil yang tak kasat mata mengunakan tangan kirinya ke ara erebus dan dengan sedikit binggung erebus berkata " trik apa yang kau gunakan bocah" lalu tanpa disadari oleh erebus si evolusioner Drake pun langsung berada di depan matanya hanya berjarak beberapa inci untuk menyentuh matanya,lalu dengan reflek yang bagus dengan tiba-tiba bagian mukanya seperti membentuk cela dan terpisah,namun evolusioner Drake menyadari itu dengan cepat dia berada di samping kanan erebus,dengan senyum sini tangan kiri erebus telah menjadi pedang yang sangat tajam dan dengan cepat seakan menembus kepala dari evolusi Drake,namun mata dengan sangat tajam ke arah erebus dan dengan tanpa keraguan sedikitpun namun dengan jarak hanya beberapa inci lagi mengenai tubuhnya sangat cepat evolusi Drake pindah ke atas erebus dan diiringi oleh halilintar yang berkumpul diatas pertarungan mereka dan memusat terhubung ke tangan evolusi Drake,tanpa sempat melihat ke atas erebus langsung terkena serangan evolusi Drake dengan telak yang menyebabkan ia terpental ke tanah dan kabut hitam pun hilang seketika demikian dengan hujan angin yang menjadi saksi bisu pertarungan mereka yang sangat epik,dan beberapa cela cahaya matahari pun menembus awan yang menjadi tanda berakhirnya pertarungan sekaligus mewakili kekalahan erebus,namun dengan tak menyangka erebus berdiri setelah terkenal serangan dari revolusi Drake tersebut dengan badan tegak dan memperlihatkan senyum sinis walaupun dari belakang terlihat jelas punggungnya berdarah hitam keluar dan menetes ke tanah,erebus berkata " bocah yang menarik tetapi ini baru awal dari yang kau sebut takdir itu bocah" evolusi Drake pun hanya terdiam dan berbalik badan lalu menghilang begitupun dengan erebus sang dewa kegelapan dan penuh kehampaan ia pun ikut menghilang secara tiba-tiba,lalu dengan diiringi oleh Susana langit yang hangat seusai hujan,guru yang ada di dalam ruangan pun keluar dengan tatapan kebingungan dan begitu pun dengan guru yang ada didalam kelas Ahmad yang sedang melakukan ujian,namun Ahmad dengan bergegas langsung pindah ke dalam kelas dan menjawab soal ujian dengan sisa waktu lima menit lagi,dan semua kertas ujiannya akan di ambil oleh guru,ini posisi gawat untuk Ahmad,dia tidak mau gagal di ujian ini,namun ada salah satu temannya yang dikelas mengatakan " hei kalian lihat badai tadi itu adalah pertarungan pahlawan kita" lalu Jodi mengatakan " tau dari mana kamu" wanita itu menjawab " aku tau karna aku merekam semuanya dan saat aku melihat ada sosok hitam yang sedang bertarung diatas lapangan bola" dan semua kaget dan terkesima dengan cerita dari wanita itu,lalu Ahmad pun kaget dan berpikir " apakah dia tau kalau evolusi Drake itu aku?" namun hatinya mengatakan " tidak mungkin!!itu hanya bayangan dari pertarungan kami" lalu ia pun tinggal menyelesaikan dua soal lagi namun waktu tinggal empat puluh detik lagi,ini pun menjadi suasana yang sangat panik namun Ahmad tetap diam dan setelah itu dengan waktu yang tersisa dia menjawab satu soal lagi dengan tanpa berpikir lagi,benar saja gurunya langsung mengambil semua kertas ujiannya tanpa ada waktu luang untuk dapat berpikir lagi.
__ADS_1
continued
__ADS_1