
Virus O ini bukanlah pertama yang muncul di Surbaya Indonesea, terungkap dalam sebuah dokumen bahwa virus ini pertama kali muncul di kota Crowie pada tahun 1066 pada tanggal 16 Juni, ciri ciri pasient yang terjangkit sama dengan apa yang terjadi dengan di rumahsakit Surbaya negara Indonesea, dan orang pertama yang menemukan Virus O ini adalah Dr. Viky Zhou yang bekerja di sebuah rumah sakit di wilayah South Plaint, rumah sakit bernama Camedil, pemerintah setempat menutup wilayah South Plaint dengan alasan ada radiasi nuklir yang mematikan dan tempat itu di jaga ketat oleh militer khusus yang menangani permasalahan tersebut. Hingga kerahasiaanya terjaga lebih dari area 51 punya negeri paman sam. Untuk mencari tau bagaimana sifat virus tersebut Dr. Viky Zhou dengan melakukan observasi pada pasient tersebut.
Entah bagaimana entah bagaimana virus tersebut muncul di Indonesea, hingga kasus pertama kali tentang dokumen rahasia berubah bahwa kota pertama yang terkena adalah Surbaya. tanggal 24 - 27 Juny 2026 wabah semakin menggila, para pemerintah gelobal mereka menerangkan tidak dapat mendiagnosis virus ini dan mulai melucurkan rencana pengendalian epidemic secara global. Korban di pindahkan ke tempat penampungan sementara yang tersedia di berbagai tempat. pada 18 agustus 2026 negara negara eropa dan barat mulai mengumumkan bahwa kota kota mereka telah jatuh begtu juga dengan wilayah Asia. Pemerintah global menyeru ke negara negara yang masih bertahan di minta untuk menolong negara negara yang telah runtuh karena virus ini.
__ADS_1
30 Agustus 2026 Setelah setengah bulan bernegosasi dalam PBB mencapai konsensus telah menandatangani sebuah perjanjian penyelidikan dan penyelamatan penyerangan atau yang di sebut dengan perjanjian komunitas, pemerintah global dunia butuh mengumpulkan sumber daya dari negara negara sekitarnya, awal bulan september 2026 setelah penandatanganan perjanjian, kebangsaan dan etnisitas telah di kesampingkan, dan ujuan semua orang mulai konsisten untuk memperjuangkan kemanusiaan tetap hidup, Negara negara aliansi mulai mengirimkan militer mereka yang tergabung dalam sebuah nama bernama ISR atau International Search And Rescue, ini adalah pasukan gabungan dari negara negara yang menandangani perjanjian komunitas untuk memobilisasi personil dan material. Dengan Jendral Libermen, yang di tunjuk sebagai komandan utama dari ISR. Pada awal September, majelis ISR ingin melengkapi angkatan bersenjata nasional, ntuk menjadi pasukan pendukung utama, untuk melindungi pengungsi agar dapat memasuki wilayah yang aman.
Dalam proses pemindahan pengungsi dipastikan oleh ISR, setelah memasuki wilayah akan di jamin akan keamananya, keselamatannya dan kesehatan seluruh orang yang ada di zona aman tersebut yang di ambil alih oleh HEIMDALLR Life Assist Instrument Garal 3.0 Civil Edition. Sebagai perusahaan tehnologi terkemuka di dunia, Heimdallr telah bekerja dengan militer negara negara di dunia, untuk mengembangkan proyek Garal sejak beberapa tahun yang lalu. Ini bertujuan untuk mengembangkan peralatan tambahan militer, serta mengevaluasi dan memantau kondisi fisik prajurit dan lingkungan di medan perang dengan nama Garal 1.0.
__ADS_1
Garal dari awal bertujuan untuk mengembangkan versi sipil dari Garal 3.0 untuk melayani pemantauan kesehatan warga sipil, namun wabah yang tiba tiba muncul, telah mengganggu semua rencana mereka dan mengharuskan mereka untuk melakukan proses inventaris saja dan menempatkannya pada perlindungan utama, yang di fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang masih hidup dalam epidemi global. Pemerintah - pemerintah dunia dan Heimdal dapat memantau tanda tanda vital setiap pengungsi lewat system garal. Ini dapat memberikan bantuan tepat waktu ketika mereka dalam ke adaan bahaya.
Virus pada Noord Islan ternyata dapat menyembunyikan diri dalam tubuh inangnya dan dapat melakukan perubahan secara tiba tiba, dalam ke berangkatan si pembawa virus atau virus carier ke tempat karantina yang tidak sama sekali bersih dari Virus O. dalam hal tersebut bisa di sebutkan bahwa Virus di perkirakan memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya dalam bermutasi. Pristiwa di pada Noord Islan memicu kepanikan global hal tersebut memicu penolakan oleh masyarakat terhadap para pengungsi dan korban selamat dari negara lain yang di kirim oleh ISR atau negara aliansi. Setelah kejadian di Noord Islan, protes dan perselisihan pertama kali datang dari perlindungan Yiliang Cheng dalam hal ini mereka menentang keras transfer antar negara aliansi secara berkelanjutan. Selain Ketakutan akan meningkatnya resiko akan terinfeksi. Diawali dengan perselisihan kecil hingga menjadi konflik kekerasan yang menelan korban.
__ADS_1
Para petinggi yang berada di Akiyama mulai merubah system dalam wilayahnya dalam kontrol ruangan penyimpanan biji bijian dengan berbagai alasan yang mereka anggap masuk akal. Mereka juga mulai menguasai wilayah perlindungan pada wilayah Yiliang Cheng, pada saat itu para petinggi militer yang menguasai negara Yiliang Cheng resmi menutup tepat perlindungan yang tersebar di negara tersebut, termasuk tempat konflik berdarah Yilian dan tidak lagi menerima transferan pengungsi dari ISR. Hal ini tentu di anggap sebuah penghiyan terhadap perjanjian komunitas dimana mereka menolak menyerahkan sumber daya terutama ruangan yang menyimpan berbagai jenis biji bijian di wilayah mereka lalu pristiwa ini di sebut sebagai Independent Of The City.
Kemudian mulai sebuah pergerakan dimana mereka bergabung dengan Akiyama dan mengumumkan secara resmi keluar dari pemerintahan Global dalam menangani epidemi ini. Seluruh pemerintah global yang masih bergabung dalam badan aliansi yang berjuang mati matian dalam menangani wabah mulai mengadakan negosiasi di Akiyama namun semua itu menjadi sia sia, dan mereka memutuskan untuk menyerah dalam hal negosiasi dan menyetujui status Quo dari Akiyama,
__ADS_1