Last Hope !

Last Hope !
Episode 10 : Scientist


__ADS_3

Wilayah Australia setengahnya di kuasai oleh Infected, sebuah kota baru di bangun untuk Camp pemerintahan Australia baru dengan code Hope 209 sekaligus markas besar dari Scientist lab lab utama yang berada dalam tanah, dari atas hanya sebuah pintu besar yang di jaga ketat oleh robot robot yang di bangun buat oleh Scientist untuk membunuh Infected yang mendekat.


“ Ilmuan Imperial mengatakan bahwa Infected berkomunikasi dengan sebuah gelombang, dan ada berapa tempat gelombang tersebut berasal “ Stevan ketua dari Scientist


“ Tapi kita tidak bisa percaya dengan pihak Imperial “ Jendral angkatan darat Australia Hopkin


“ Sebagai seorang ilmuan data data yang kita dapat dari agent lapangan ISR dan dokumen dokumen yang kita dapat itu benar adanya “ Stevan  menunjukan data datanya dalam pertemuan dengan jendral angkatan darat Australia


“ Jika benar seperti yang kamu katakan, dan anggap saja itu semua benar maka yang terjadi adalah batas antara dunia lama yang berisi akan infected serta dunia baru untuk manusia “ Thania Jendral Nuklir Australia


“ Sebagai seorang ilmuan apa salahnya kita mencoba untuk melancarkan serangan nuklir ke titik ransonance tersebut, soalnya dalam data yang barusan kami selidiki kota Melbo titik resonance dari Infected, gelombang frekwensi rendah terus menerus keluar dari sana menyebabkan Infected dan sampel ujicoba bereaksi “ Stevan


“ Kita tidak tahu bukan apa yang memicu gelombang tersebut jadi aku menolak menurunkan orang orang ku untuk memeriksa kota Melbo “ Hopkin


“ Jendral ini untuk umat manusia terutama Australia “ Stevan


“ Aku jendral nuklir tidak ada kewajiban untuk memenuhi permintaan dari panglima tertinggi angkatan darat, udara, dan laut negara Australia namun jika presiden memerintahkan ku untuk melancarkan rudal nuklir ke kota Melbo, dengan senang hati aku melaukanya “ Thania

__ADS_1


“ Kalo begitu aku akan mengirimkan pesan kepada president di bahtera sekarang “ Stevan


“ Itu lebih baik “ Thania


Lewat jaringan Satelit Stevan menjelaskan kepada president data yang mereka dapatkan dari agent lapangan ISR dan Imperial serta beberapa ujicoba yang telah di lakukan, namun presiden Australia menolak untuk sementara karena info tersebut berasal dari Imperial. Stevan merasa kesal dan ia terus beragumen dengan presiden hingga presiden memutuskan saluran komunikasi.


“ Cih “ Stevan


“ Seperti yang kamu lihat kawan, kami pamit dulu “ Hopkin


“ Begitu aku “ Thania


Kaisar Jepang selaku pimpinan tertinggi dari Imperial memerintahkan untuk menembakan ICBM atau Nuklir pada tiga titik, Ibu kota lama Seoul, Saporo, dan Hokaido.  Sebuah tas hitam yang di kawal oleh beberapa penjaga dengan persenjataan lengkap meletakan di atas meja, pertama Perdana mentri  membuka dengan sebuah kunci yang ia bawa dan menyalakan power alat tersebut, lalu mentri dalam negeri melakukan scan retina. Sudah dua orang yang menyetujui, kemudian seorang jendral dengan pangkat bintang lima.


“ Demi negara dan kaisar “ Kanami menempelkan telapak tangan kananya


Disana terlihat tulisan tulisan persetujuan, dalam hidupnya baru kali ini ia menggunakan otoritas peluncuran, dan terakhir kaisar. Dari alat tersebut keluar sebuah kertas berisi akan  setengah code, dan di masukan lalu kaisar memasukan sandi rahasia untuk kelengkapan code tersebut, dan sebuah tuas dengan tombol di atasnya naik perlahan.

__ADS_1


“ Heno Heika Banzai !! “ Sorak semua orang yang ada di ruangan tersebut


Tangan kanan kaisar pun menekan tombol peluncuran, dan nuklir di Korea Utara serta di Jepang meluncur. Benturan terjadi dalam waktu dua menit. Semua orang disana terdiam sedangkan Operator mengawasi laju rudal ICBM tersebut. Hingga ia mengatakan dengan keras.


“ IMPACTO ! “ Operator


Scan segera di lakukan soal gelombang resonansi, dan gelombang tersebut menghilang, pada sample yang di letakan khusus dekat resonansi pun berhenti menujukan perkembanganya, dan Infected terlihat tidak beraturan. Sebelumnya mereka bergerak secara terarah.


“ Kita berhasil ! “ Ujar ilmuan Imperial Fuji Tanaka


Pasukan khusus penanggulangan nuklir, negara Federasi Rusia mendapatkan laporan terkait peluncuran rudal ICBM dari imperial dan mereka melakukan apa yang kemaren mereka publish. Federasi Rusia pun memutuskan menarik mundur dari Bahtera untuk kembali ke Hope 41 yang berada di moskow. Berita tentang pemerintah Federasi Rusia kembali ke negaranya di ketahui warganya mereka menyambut akan tindakan tersebut. Dan pada saat itu juga pemerintah Federasi Rusia keluar dari perjanjian Sosialis, bersama dengan Turki, Mesir, dan Palestina karena wilayah Paestina masih di kuasai oleh Infected begitu juga dengan Israel, pemerintah Palestina di bantu oleh Aliansi barunya yang di ketuai oleh Rusia, dengan nama TSAR. Angkatakan laut Russia pun melancarkan serangan nuklir ke wilayah wilayah gelombang resoance dalam wilayah Aliansinya.


Ke esokan harinya presiden Australia mengikuti jejak dari Russia ia kembali bersama angkatan lautnya menuju Australia dan segeram memberitahukan kepada jendral nuklirnya bahwa ia mengijinkan menembakan rudal balistik ICBM ke kota Melbo. Stevan yang mendengar dari Thania sangat bahagia dan ia segera memerintahkan seluruh unit Scientist untuk keluar dari kota Melbo dan mengamankan diri sejauh 50km karena nanti malam rudal ICBM akan di tembakan.


Ternyata apa yang di beritahukan oleh Imperial kepada pemerintahan Global sebelumnya benar adanya, tapi ada agenda lain yang di jalankan oleh Imperial setelah menghancurkan titik titik gelombang resonance, Presiden Australia dan Federasi Russia mendapatkan pemikiran kemungkinan yang akan di lakukan oleh Imperial yang tidak lain adalah Invansi.


 

__ADS_1


 


__ADS_2