
Beberapa jam kemudian ia menunjukan ke Higin dan yang lain dalam file file tersebut menunjukan jenis jenis Infected dan cara mengontrol Infected sebagai mesin perang, dalam penelitian untuk mengingkatkan kecerdasan dari Infected untuk menyerang musuh. Dengan menggunakan senjata yang ada di sekitarnya, menggunakan penerangan seolah olah mereka manusia yang selamat. Semua orang yang ada disana telah mengakses sebuah rahasia dari negara, dan LAB tersebut milik dari Indonesea dengan data data ilmuan yang di sembunyikan dengan logo Padi dan Kapas berwarna emas.
Tapi yang membuat sulit dalam penelitian membuat ulang dari virus tersebut agar infected bisa menggunakan memory dari otak mereka, dan pada faktanya Infected tetaplah manusia seluruh organ vital mereka bekerja layaknya manusia pada umumnya dengan rasa haus dan lapar. Lab Mansion didalam hutan di dirikan pada tahun 2005 untuk tujuan penelitian serta pengembangan senjata bilogi termasuk bank virus mini yang bertujuan untuk penelitian.
Penculikan untuk uji coba terhadap manusia telah di lakukan selama bertahun tahun lamanya, laporan tentang uji coba terhadap hewan dan manusia dalam garis besar tidak di rinci. Wabah yang menyebar pertama kali adalah drama yang mulai di buat untuk menyembunyikan pation Zero. Rencana pembentukan BOW juga terdapat disana.
“ Hei ini semua sudah sebuah lelucuan, kita harus mencari dalangnya “ Roni
“ Hope 111, BOW, astaga ini seperti sebuah Novel “ Hanna
“ Kita harus mencari bukti yang kuat dan kita selusuri siapa dalang semua ini “ Higin
“ Berarti apa langkah kamu higin ? “ Lena
“ Tujuan kita tetap yaitu Bueno Camp “ Higin
Semua orang merasa geram dengan fakta berupa dokumen digital disana lengkap di certiakan dari awal tentang Lab mansion tersebut, serta beberapa uji coba manusia dengan ke gagalan serta berbuah keberhasilan, membuat tiruan dari Virus Osiris. Dan mereka menamakan operasi tersebut dengan Project Zero. Toko di SPBU kebanyakan berupa cemilan bukan makan berat dan mereka mengambil semua yang bisa mereka bawa ke dalam truk sebagai bahan makanan.
“ Kawan kawan ada infected berdatangan “ Ralp yang berjaga memberitahukan dari Radio
“ Copy “ Deva
“ Semua berkemas, Roni, Hanna dan Vina kalian jaga gerbang, jangan tembak mereka jika tidak menuju ke arah kita “ perintah Higin
“ Copy “
“ Yang lain bantu berkemas “ Higin
“ Copy “
Di depan gerbang Hanna, Vina dan Roni berjaga dengan membuka pengaman senjata mereka dan siap menembak, Infected tadi pun berlarian menuju ke arah mereka.
“ Mereka datang ! “ Vina
Senjata pun di tembakan, untuk mentahukan Infected yang beratangan, dan di antaranya masih dalam bentuk manusia segar hanya mata mereka berubah menjadi warna merah darah. Mereka berhenti menembak untuk menghemat peluru karena pagar ini terlihat kokoh.
“ suit suit “ Roni bersiul melihat Infected
__ADS_1
“ Astaga “ Hanna tertawa
Infected perempuan dalam bentuk manusia hanya menggunakan pakaina dalam tepat berdiri di depan Roni.
“ Boleh gak gua megang dadanya ? “ tanya Roni
“ Bodoh jangan lakukan itu “ Vina kesal
“ Ayolah sedikit saja “ Goda Roni
“ Team kembali ke mobil sekarang “ Higin
“ Ayo buruan naik mobil “ Hanna
“ Copy kapten “ Roni
Saat hendak pergi tiba tiba Roni sempat semaptnya meremas dada Infected yang ada di balik pagar dan ia pun pergi dengan menunjukan wajah mesum. Vina yang kesal langsung membidik kepala infected tersebut dan ia tarik trigernya. Lalu ia kembali naik ke dalam mobil.
“ Lu berlebihan Vin “ Roni
“ Dasar Buaya dungu “ Vina
Kali ini giliran Deva berada di atas menggunakan senjata mesin, sementara Roni di dan Vina berada di bagian belakang mobil. Dan mereka bersiap untuk menembak jika ada Infected yang mendekat. Lena mulai menginjak pedal gas mobil dan menabrak pagar tersebut, Infected tadi terlindas oleh mobil lalu sisanya di tembaki oleh Ralp dan Deva yang ada diatas mobil. Mereka melanjutkan perjalanan, padahal sebentar lagi siang hari.
“ Rasakan ini keparat “ Vina kesal
Roni terdiam melihat tembakan dari Vina yang semuanya mengenai kepala dari Infected.
“ Sejak kapan kamu semahir ini ? “ tanya Roni
“ Semenjak aku membayangkan semua infected itu buaya dungu “ Vina dengan nada datar
Tanpa membalas kata kata Vina Roni menembaki Infected yang mengejar mereka dari belakang. Rap yang berada di atas mobil melihat Infected dengan membawa rocket launcher.
“ RPG ! “ teriak Ralp
Deva segera merespon dan menembaki laju RPG tersebut dan ledakanpun terjadi.
__ADS_1
“ Dia mengejar kita “ ujar Deva
Roket launcher pun di tembakan ke mahluk besar tersebut, dan ia melindungi bagian dadanya, sementara Vina dan Roni yang ada di bagian belakang truk terus menembaki senjata mereka.
“ Cih senjata kita tidak berguna “ Vina
“ Setiaknya hambat dia “ Roni
Vina pun membuka sebuah kotak yang berisi Sniper Rifle milik Lucy
“ bantu aku menggeser kotak ini “ Vina
“ Iya “ Roni
Vina pun tiarap dan mulai membidik, ini sniper dengan peluru anti tank yang sangat jarang digunakan karena amunisinya sangatlah mahal.
“ Mati kau keparat “ Vina menembak kepala dari Infected bertubuh besar tersebut
“ target Down “ Roni sambil menepuk pundak Vina
Matahari pun mulai bersinar, dan semua terlihat dengan sangat jelas, jalan yang mereka lalui di penuhi dengan mobil mobil yang sudah di tinggalkan oleh penggunanya.
“ Higin bagaimana ini “ Lena
“ Apa tidak bisa kita buka jalan dengan mobil ini ? “ tanya Higin
“ Tidak bisa “
“ Hanna apa ada rute lain ? “ Higin
“ Ada beberapa rute “ Hanna
“ Kita akan menggunakan rute lainya “ Higin
Lena pun memutar arah mobilnya di ikuti mobil yang lain
__ADS_1