
“ Jarak seratus kilo ini perjalanan hidup dan mati, lagi pula di jalan kita tidak tahu akan bertemu siapa, dan jalan pegunungan ini pastinya ada halangan “ Roni
“ Setidaknya kita tidak melalui jalan perkotaan bukan “ Deva
“ Pastinya banyak mobil disana yang mempersempit jalan, belum lagi infected yang berkeliaran “ Higin
“ Kapten, semua sudah siap “ Lena
“ Kami serahkan ke kalian sebagai driver “ Higin
“ Siap “
Melihat mobil yang akan mereka naiki Deva tersenyum masam.
“ Ini sudah seperti panser “ Deva
“ Apa mau lu ke gigit, ayo naik “ Hanna sambil menepuk pundak Deva
Roni pun membuka pintu gerbang setelah melihat ke sekeliling, setelah semua mobil keluar Roni menutup kembali gerbang Camp dan naik ke dalam truck.
“ Kita akan segera berangkat menuju titik kordinat “ Lena
Mobil pun bergerak, senjata mesin automatis dan rocket launcher terpasang di atasnya truck juga di sulap menjadi sangat nyaman sebagai tempat tidur, team Fox sebagai driver dan team Alpa sebagai pasukan yang mempertahankan mobil mobil ini, dengan tiga buah mobil di lengkapi dengan energi tata surya, drone di carge secara bergantian begitu juga di terbangkanya.
Drone milik Bow bukan berfungsi sebagai pengintai saja, drone ini dapat menembakan timah panas, ini berkat orang orang yang memiliki pengetahuan di BOW lab. Aktivitas di Buneo Camp hanya memiliki satu tujuan yaitu mempertahankan Bueno Camp bagaimanapun caranya. Pepohonan besar kiri dan kanan di lewati oleh anggota BOW yang dipimpin oleh Higin. Sewaktu waktu bisa saja dari balik pepohonan tersebut ada serangan dari infected.
“ Vina, terus pancarkan komunikasi radio pendek untuk mendengar Camp terdekat “ Higin
“ Siap kapten “
Roni berada di atas dengan senapan mesin automatis, sambil mengawasi di sekitar. Jalan yang menanjak naik turun, sementara itu anggota yang tidak memiliki tugas di sarankan untuk istirahat, agar saat ada pertempuran semua anggota memiliki stamina yang bagus. Higin pun tertidur di kursi depan. Kaca semua kendaraan roda empat di ganti dengan kaca anti peluru di lapisi dengan kawat titanium untuk menahan benturan yang keras. Untung saja Truck ini sebelumnya sudah di modifikasi sebelum di tinggalkan tinggal menambahkan sedikit penyesuaian terhadap semua truck yang mereka gunakan.
“ arah jam empat ada Infected “ Roni
__ADS_1
“ Jika mereka menuju ke arah kita tembak saja “ Lena
“ Siap cantik “ Goda Roni
“ Sudah gede apa “ ledek Lena
Orang yang mendengar pun ketawa cekikikan. Deva dan Hanna ada di truck bagian belakang. Jika ada serangan dari belakang mereka dapat memberitahukan kepada yang lain, Komunikasi semuanya menggunakan radio wirles.
“ Hanna sebelum wabah kamu bekerja sebagai apa ? “ tanya Deva
“ Aku wanita malam “ Hanna
“ Maaf “ Deva
“ Ayo lah, jangan malu malu, aku bisa memuaskan mu dengan tubuh dan wajah ku yang cantik ini “ Hanna
“ Tidak tidak “ Deva
“ Jangan menggoda ku terus “
“ Habisnya kamu lucu “ Hanna
“ Sepasang kekasih jangan pacaran di belakang “ Vina
“ Aku hanya bercanda “ Hanna
“ Sudah kalian berdua bikin malu aja “ Deva
“ Lagian mana ada wanita malam yang memiliki kemampuan dalam hal programing dan hacking seperti Hanna Dev, lu aja aneh “ Roni
“ Maaf ya gua emang aneh “
“ Kalo gak nafsu dengan Hanna, bagaimana dengan ku “ Celetuk Lena
__ADS_1
“ Tidak tertarik “ Deva
“ Bagaimana ke adaan di atas sana , enak ? “ Vina
“ Aku merasa seperti berjemur di pantai sambil menghirup udara segar dan menikmati pemandangan indah “ Roni
“ Ngelihat yang gak pake busana ? “ Vina
“ Tubuhnya sangat indah tapi sayang aku tidak akan mendekatinya “ Roni
“ Sekali kali sentuh atau peluk “ Vina
“ Kamu aja tuh ada yang memiliki perut kotak kotak “ Balas Roni
“ Aku tidak ingin mimpi buruk “ Lena
Mobil pun menaiki tanjakan dan perlahan ...
“ Kawan kawan ada pesta “ Roni
“ Pegangan ! “ Lena
Higin pun terbangun, dan di depan sana ada mobil yang menghalang dengan infected yang banyak.
“ Rock And Roll ! “ Roni menarik pelatuk senjatanya
Selongsong peluru pun berjatuhan dari sisi kiri senjata automatis yang di pindahkan dari hely kopter ke atas mobil. Lena pun membuka jalan dengan menabrakan mobil yang ia kendarai hingga semua mobil dapat lewat. Di bagian belakang Deva dan Hanna menembaki infected yang mencoba untuk mendekat.
“ Granat ! “ Hanna melemparkan bom tangan
__ADS_1