Lazy Player

Lazy Player
chapter 3


__ADS_3

duke agra memfokuskan mana nya ke pedang yang di hunuskan, pedang itu menyala merah ,


'shitt... ayah benar-benar serius' gumam arsya


arsya pun juga serius, dia memfokuskan mana nya dengan hawa kehadiran , dia pun menghilang seperti di telan bumi,


"apa ini, mana samar-samar yang ku rasakan di ruangan ini menghilang"


duke agra menyarungkan pedang nya, dan melihat lihat sekitar ,


"ahh dia berhasil kabur, hmmm,,, mungkin anak pemalas itu, dia begitu suka dengan permainan petak umpet ini, mungkin dia sudah menguasai suatu skill yang bisa menghilangkan keberadaan dan melacak sesuatu "


pikir duke agra tentang keadaan sekarang,


arsya yang berhasil keluar dari ruangan itu, dia menampakan diri di dapur, karena perutnya sudah kelaparan,


"ah syukurlah masih ada roti dan jagung"


arysa mengambil makanan itu dan ketika dia mau pergi keluar, dia melihat seorang perempuan cantik nan elegan berdiri tepat di depan pintu dapur dengan pria yang gagah dan berwibawa,


"ah ibu dan ayah, ini waktu nya makan siang hee "


"sayang kali ini kamu harus pergi, kamu adalah penerus keluarga ini"


"aku sangat males untuk ke akademi bu, ke sana juga tidak akan menambah wawasan ku, semua buku yang ada di perpustakaan kita sudah ku baca dan ku ingat loh"

__ADS_1


"aku tau kamu jenius, tapi kamu perlu bersosialisasi dengan anak seusia mu sayang, "


"itu merepotkan bu"


"aku sudah menemukan mu ars, kamu kalah, jadi kali ini turuti lah apa yang ayah katakan"


"ayahh.....tolonglah jangan ke akademi, aku akan melakukan apapun selain itu, seperti menghancurkan permukiman goblin, orc, kobold, kadal api, atau memburu red grizly, lord viper , tiger horn, jika itu tidak cukup, aku akan dengan senang hati memburu wyvern ataupun seekor naga, asalkan aku bisa bersantai di sini"


arsya mencoba untuk bernegosiasi dengan ayahnya sendiri,


"hmm itu boleh juga, jika kamu bisa melakukannya, itu akan membuat keluarga kita mendapatkan gelar dragon slayer"


"aarieell jangan terkecoh dengan omongan dia, itu bisa dilakukan setelah dia lulus di akademi"


"oh iya , kamu benar ,hampir saja aku terkecoh dengan kesepakatan anak ini"


kepala arsya kena jitak ayahnya,


"aduh"


"ayo kita persiapkan keperluan mu di kota sana, kamu akan tinggal di mansion kita di ibu kota"


ibu nya menarik arsya menuju kamarnya, ayah nya pun mengikuti,


beberapa maid mengemas barang yang di pilih oleh ersa,

__ADS_1


"nyonya apa cuma ini saja yang perlu di kemas ?"


"iya, aku akan mengajak ars nanti belanja pakaian nya di ibu kota, kemas lah itu"


arsya yang melihat semua persiapan yang di siapkan ibu dan ayahnya, hanya menghela nafas panjang,


-huhhh....


"bu aku tidak begitu yakin bisa membaur disana"


"tenanglah sayang, kamu pasti bisa menemukan beberapa teman, kalau bisa temukan lah calon istri mu juga disana hehe"


"ibuu.. itu tidak akan, ke akademi saja itu adalah hal yang merepotkan, apalagi untuk mencari calon istri, aku tidak akan mau, aku masih ingin menikmati masa muda ku dengan santai"


"baiklah baiklah"


ersa mendatangi arsya dan mengelus kepala nya,


barang yang sudah di kemas pun di angkut ke dalam kereta kuda yang sudah siap di depan kastel,


"baiklah mari berangkat"


ungkap duke agra,


"baik tuan"

__ADS_1


jawab kusir kuda,


kereta kuda yang luas dan mewah itu berangkat keluar dari kastel menuju ibu kota,


__ADS_2