Lazy Player

Lazy Player
chapter 5


__ADS_3

di ruangan kepala akademi professor marlin sang penyihir terhebat seantero benua,kehebatannya tidak hanya di kerajaan Avalon ini saja, tapi dia di akui kerajaan lainnya sebagai seorang sage,


di dalam ruangan itu ketika ars masuk, ibu nya dengan santai mengobrol dengan orang sehebat marlin tanpa adanya kata formal,


'aku tau siapa kepala akademi disini karena membaca profilnya, hal mengejutkan bahwa ibuku berbicara begitu santai dengan seorang sage'


"permisi, aku arysa D agra ,putra dari duke ariel D agra, memberi salam kepada mu professor marlin"


"hmm ini putra mu yang kamu ceritakan di surat itu , dia tampan sekaligus cantik dengan wajah itu, perpaduan dirimu dengan bocah nakal ariel itu sangat mengesankan ternyata hahaha"


"iya dia tumbuh dengan baik ayah"


ersa memanggil marlin dengan sebutan ayah, itu mengejutkan arsya yang duduk di seberang mereka berdua,


"hmm kamu terkejut, sepertinya ibu mu tidak menceritakan tentang dirinya"


arsya mengangguk dan mengambil teh yang di sediakan di depan nya,


"ersa D agra sebenarnya adalah anak ku, nama dia sebelum nya adalah Ersa Dumbledore, karena dia menikah dengan bocah nakal itu , dia jadi harus mengubah nama keluarga nya"


"itu benar sayang, dia adalah kakek mu, marlin dumbledore"


dengan ekspresi tenangnya/poker face, arsya menahan keterkejutan nya,


"oh begitu , apa aku harus memanggil mu kakek?"

__ADS_1


tanya arsya pada marlin,


"tentu saja, dia adalah ayahnya ibu sayang"


"itu terserah pada mu, panggillah aku senyaman dirimu, karena ini ke 2 kalinya kita bertemu setelah menyaksikan kelahiran mu dulu"


"baiklah kakek, karena ini sudah hampir jam makan siang dan tidur siang ku, aku harus kembali ke mansion, jika ibu masih ada urusan dengan kakek , aku akan pergi duluan dengan jalan kaki"


"itu bagus jika kamu mau jalan kaki, kamu bisa melihat lihat bagaimana ibu kota ini, tapi ingat ya, jalan membuat ke onaran"


"iya iya, aku pergi, sampai ketemu lagi bu, kek"


arsya menunduk , lalu pergi keluar dari ruangan itu , dia berjalan sendiri keluar dari akademi menuju pasar ,


untungnya ada penanda nama jalan dan tempat, jadi arsya bisa dengan mudah menuju kesana,


gumam arsya,


sebelum pergi ke ibu kota salah satu maid memberikan informasi tentang minuman hitam bersoda tanpa alkohol yang ada di ibu kota, diskripsi nya hampir sama dengan cola yang di sebut arsya,


jadi arsya memutuskan untuk mencari minuman itu di pasar, letak tepatnya adalah di sebuah bar minuman ,


'nama bar minuman nya adalah cress , cress cress"


arsya mengumamkan nama bar itu dengan pelan sambil matanya menatap plang plang papan nama toko toko yang berjenjer di pinggir jalan dengan rapi di kiri kanan,

__ADS_1


"ah itu dia"


arsya menemukan bar itu dan langsung masuk, tapi dia mendengar suara jeritan


wanita yang samar, di dalam gang dekat bar itu,


sense arsya mengatakan itu adalah tindakan kriminal,


"ahh sepertinya harus di tunda sebentar dulu, kebiasaan ku yang ikut campur selalu pada waktunya"


arsya dengan cepat menghilang dari tempat dia berdiri dan memasuki gang itu, kecepatan yang tidak bisa di tangkap oleh mata itu membuat nya dengan cepat sampai,


dan melihat ada 2 wanita yang sedang kelilingi 3 laki laki yang berpenampilan seperti hunter,


"kami adalah hunter yang memburu iblis, kalian harus berterima kasih dengan tubuh mu itu, berkat kami kota ini tidak di serang iblis haha"


orang itu menjilat pisau nya sambil menatap ke 2 wanita itu,


"hei, hentikan lah, bukan hanya kalian saja yang menjadi hunter untuk memburu iblis dikota ini"


bicara ars yang muncul dari kegelapan, rambut silver dan tatapan santai nya membuat suasana menjadi senyap,


"siapa kamu, berani sekali ikut campur "


"bocah sialan cari mati"

__ADS_1


"serang, bunuh dia"


ke 3 laki laki itu menyerang ars,


__ADS_2