Lazy Player

Lazy Player
chapter 6


__ADS_3

serangan pertama menggunakan sebuah pisau, ars dengan santai menghindari tusukan itu,


-ptakk


lalu memukul belakang leher pria itu dan dia pingsan,


serangan berikutnya dari pria ke 2 yang maju dengan pukulan cepat mengarah kepada muka ars, namun ars memiringkan kepala nya lalu memukul perut pria itu,


-oarghh


pria ke 2 memuntahkan darah, dan tersungkur di tanah,


pria yang ke 3 melihat keadaan 2 teman nya yang dengan cepat di kalahkan menjadi gemetar , tapi dia tidak bisa kabur, karena tatapan ars seperti sudah mengunci dirinya,


"tolong ampuni aku tuan muda, aku mengaku kalah"


"penjahat tetaplah penjahat, kalau di ampuni sekarang pasti akan melakukan lagi nanti"


-swoshh


ars melesat ke arah pria ke 3, pria itu terkejut melihat ars yang sudah ada di depan nya,


ars meloncat dan menendang kepala penjahat itu dengan tendangan putaran 360°,


-ptakk


-crackk


leher pria itu menimbulkan bunyi patah,


ars menatap sekeliling lalu pergi ke arah 2 wanita itu,


"apa kalian baik baik saja"


"ya kami baik baik saja, terima kasih atas bantuan mu, apa kamu seorang kesatria?"


tanya wanita berambut merah, sedangkan wanita yang berambut hitam yang sangat cantik itu hanya diam,


"tidak, lebih baik pergi dari sini sekarang"

__ADS_1


ars keluar dari gang tersebut dengan di iringi 2 wanita di belakang nya, ars duduk di meja luar bar dengan mereka dan memesan minuman hitam yang sangat dia ingin kan,


"oh iya, sekali lagi terima kasih, perkenalkan nama ku Somi christy putri dari viscount christy"


"nama ku Lisa Alford, putri dari earl alford, salam kenal"


si rambut kuning akhirnya berbicara,


"oh kalian seorang bangsawan, perkenalkan nama ku arsya, ini pertama kali nya aku ke ibu kota karena suatu alasan aku harus masuk akademi"


somi si wanita berambut merah itu terkejut,


"woahh, kamu baru saja mendaftar namun memiliki kemampuan setingkat itu"


"itu sangat hebat "


kata lisa dengan pelan


" itu hanya hasil latihan"


"omong omong kami ber 2 juga akan masuk akademi"


ars meminum nya dan langsung menghabiskan dalam sekali tegukan,


"ahh sungguh menyegarkan,jiwa ku telah tenang "


ars berbicara begitu tanpa peduli dengan 2 wanita di depan nya,


"sepertinya kamu haus ya?"


tanya lisa


"itu mungkin saja, dia baru saja bertarung tadi walaupun minim gerakan namun itu serangab fatal, arsya mungkin menggunakan banyak tenaga nya"


"ah maafkan ketidaksopanan ku di depan bangsawan seperti kalian, sekarang sudah waktunya aku untuk pergi "


ars berdiri dan mengambil bill tagihan di meja,


"ah tidak usah, kami bisa bayar sendiri"

__ADS_1


kata somi


"iya, kami bawa uang koq"


ars tersenyum dan berkata,


"tidak tidak, sudah kewajiban seorang laki laki untuk membayar, dah sampai jumpa"


ars membayar dan lalu pergi,


"lisa, dia keren ya ?"


"hm"


"apa aku boleh mencium nya"


"hm"


"apa aku boleh memeluknya"


"hm"


"apa aku boleh memilikinya untuk ku"


"hm,....... ah tidak tidak"


"hahaha kenapa, muka mu memerah tu, apa kamu jatuh cinta dengan cepat setelah di tolong seorang laki laki tampan "


"entahlah, jantungku tiba tiba berdetak kencang somi, aku tidak tau apa ini"


somi tersenyum 'sepertinya dia benar benar" gumam nya dalam pikiran, sambil menatap lisa,


****


sesampainya di mansion, arsya langsung pergi ke kamar nya, dan melemparkan dirinya ke kasur empuk yang nyaman itu,


'ini adalah surga, tidur adalah kehidupan "


gumam ars sebelum menutup matanya untuk tidur siang,

__ADS_1


__ADS_2