Legend Of Evfloria

Legend Of Evfloria
kim ji-woon


__ADS_3

...----------------...


...The Beginning was quit fun just With All the up and down but Suddenly, where tired from always of meaningless emotions....


sepasang kaki itu berlari-lari kecil menyusuri lorong demi lorong sekolah. suara sepatu yang bergesekan dengan lantai menimbulkan dikit Gema yang terdengar jelas karena suasana yang agak sepi. Sekolah sudah dibunyikan sekitar 1 jam yang lalu, dan tidak banyak murid yang memutuskan tetap tinggal di sekolah karena cuaca sedang cerah.


Beberapa bulan terakhir, cuaca cuaca cerah memang sulit sekali didapatkan, dan entah berkah Apa yang terjadi hari ini, membuat matahari mau membagikan sedikit Sinar kehangatannya, hal yang tentu membuat sebagian besar siswa memilih untuk segera pulang, meninggalkan sekolah, dan mengatur jadwal hangout mereka di Jumat yang indah ini.

__ADS_1


Namun, bagi park hyesin, ia tidak menunggu cuaca yang cerah untuk bisa menyempurnakan kesenangannya. Hyesin punya caranya sendiri untuk membuat dirinya bahagia hari ini. Dengan langkah yang sedikit dipercepat, hyesin memasang kaca yang ditempeli banyak poster musisi dan para Idol. HYesin mendorong pintunya dengan semangat dan langsung berlari menghampiri tujuannya. " ji-won ya !"


tanpa izin, yesin duduk pada kursi panjang, samping pria dengan rambut pirang yang sedang memainkan piano . Pria itu tampak tenang, sama sekali tidak terkejut karena teriakan yesin. dia hanya melirik hyesin sekilas selalu berlanjut memainkan pianonya lagi.


" ya! Kau masih marah padaku? " hiasan menarik satu tangan ji-won hingga menjauh dari tuts Piano. Ji Won mendesah pelan lalu memutar bola matanya malas, pada akhirnya ia menoleh untuk menatap wajah yesin yang merona di tengah keringat tipis yang bercucuran. hyesin tampak sangat senang dan bersemangat. " kau lolos lagi? " tebak Ji-Won. Yesin mengangguk dengan semangat. "Aku tidak menyangka, Padahal aku hanya iseng sekarang ada total 5 agensi yang meminta kepastianku titik Menurutmu aku harus masuk yang mana?"


jiwon termenung mendengar kalimat itu, entah mengapa dirinya seketika menyusut. jiwon sendiri baru diterima sebuah agensi 1 bulan lalu, setelah berkalikali ditolak oleh banyak agensi. agensi itu bahkan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan deretan agensi yang menawari yesin untuk bergabung. hiasin menangkap perubahan air muka Ji Won, seketika ia menelan ludahnya lalu mengalihkan pandangan pada sebuah kertas yang terletak di atas piano.

__ADS_1


" hmm, sepertinya lirik ini kurang dalam, kau mungkin bisa mengganti kalimatnya dengan menggunakan mujas yang tepat". Selalu teliti, seperti biasanya Yasin aktif dalam mengkritik dan memberi saran untuk segala karya yang diciptakan Ji Won . Ji won masih tidak berbicara Iya Malah memandangi yesin yang tengah memperhatikan kertas lagu milik jiwon, yesin bagaikan seorang guru yang tengah mengoreksi kertas ujian, sangat teliti. insting Gadis itu di dunia musik, jauh lebih kuat dibandingkan.


Bakat hiasin luar biasa, yesin hanya butuh waktu beberapa jam untuk menguasai dance dengan baik, hyesin punya suara yang berkarakter kemampuan olah vokalnya Tidak diragukan lagi. Yang Tak Terlupakan adalah visual dari seorang park hyesin. Hyesin itu sangat cantik, ia sudah dinobatkan menjadi ulzzang sejak lama titik yesin punya mata yang indah, hidung mancung, kulit putih yang bersih, bibir tipis yang mungil, rambut panjang kecoklatan yang selalu terurai di belakang punggungnya.


Jangan dihitung berapa siswa yang mencoba mendapatkan hati yesin. jangan tanya juga berapa puisi, bunga dan coklat yang didapat yesin setiap harinya, entah itu diletakkan di laci atau di lokernya. ye Sin sampai bosan melihatnya karena, pada akhirnya yesin sudah menjadi milik Ji Won telah memilih Ji Won menjadi pemenang dari hatinya.


"hyesin-ah," panggil ji-woon.

__ADS_1


"nee?"


"Kenapa kau masih datang ke sini? " tanya ji-won dengan suaranya yang agak serak, sebenarnya kalimat itu tuh sudah tertanam dalam pikirannya Sejak pertama kali Ji Won mendengar pintu dibuka. Pertanyaan itu sukses membuat hiasan terdiam, tubuhnya mendadak lemas, kepalanya menunduk, raut wajah ke cewek tampak jelas dari wajah cantiknya. "jadi, kita benar-benar sudah berakhir, ya?". Yesin bertanya tanpa berani menoleh pada Ji Won.


__ADS_2