
Aku terbangun di dalam goa pada pagi hari, kondisiku saat ini sudah kembali sempurna dan Sepertinya mereka semua masih terlelap, bagaimanapun mereka juga kelelahan akibat pertarungan yang hebat kemarin.
Tak lama kemudian aku pergi keluar goa untuk menghirup udara sekitar, terbang menuju pohon yang satu ke pohon yang lain tak terasa sudah sepuluh menit aku terbang sendirian.
Setelah terbang berkali kali aku terpikir satu hal, "kapan aku bisa berjalan seperti dulu lagi".
kata kata itu terngiang-ngiang di kepalaku, bukannya aku tak suka terbang hanya saja aku merindukan sensasi dari berjalan kaki seperti dulu.
Setelah sekian lama terbang di tengah hutan aku akhirnya bertemu dengan hewan yang akan ku buru untuk di makan, di depanku terlihat sekor rusa yang sedang berlari seperti di kejar sesuatu, aku pun mengurungkan niatku untuk memburunya dan malah memperhatikan siapa yang sedang mengejarnya.
Di belakang rusa itu ada sekelompok prajurit yang memburunya, merekalah yang menarik perhatianku, kemampuan mereka dalam mengejar buruan sangat buruk bahkan lebih buruk di bandingkan gadis petualang yang ku selamatkan.
Melihat hal itu aku terpikir bahwa para prajurit yang di bawa untuk memburu kami sangat tidak kompeten dan tak berpengalaman sekalipun, aku turut kasihan dengan kakek tua yang ku jumpai waktu, sebab ia lah salah satu dari sekian dikit nya orang yang berpengalaman dalam penyerangan ini.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan aku langsung menyerang beberapa prajurit yang mengejar rusa itu, tak butuh waktu lama para prajurit itupun tumbang semua.
Sepertinya aku naik level lagi setelah membunuh mereka semua, walaupun hanya naik satu level yang penting adalah aku dapat point skill dan bertambah kuat sedikit.
Setelah membunuh mereka semua aku kembali mengejar rusa yang di buru tadi, terbang merayap dari pohon ke pohon lainnya dan akhirnya aku sampai ke tempat kelompok rusa itu.
Ketika tiba di tempat itu aku terpikirkan sesuatu yaitu, daripada berburu setiap harinya bukankah lebih baik membuat mereka menjadi ternak?. Setelah memikirkan hal tersebut selama beberapa waktu akhirnya aku memutuskan untuk berternak rusa.
Tanpa basa basi aku menggunakan sihir bumi ku untuk membuat dinding tanah besar yang mengelilingi para rusa agar tak kabur, tak lupa aku menggunakan skill
dan berteriak pada rusa rusa itu untuk mengatakan,
"WAHAI RUSA RUSA, JIKA KALIAN BERANI MELAWAN AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA".
Seketika itu juga para rusa ketakutan dan tak berani melawanku.
[Mendapatkan skill ]
Alangkah kagetnya aku ketika mendengar suara tersebut di kepalaku, soalnya aku tak tau kalau skill bisa di peroleh dengan cara itu.
Berapa beruntungnya aku mendapatkan skill baru dengan cara yang cukup mudah dan tak perlu bersusah payah untuk mendapatkannya.
Sebelum pulang aku membawa beberapa rusa yang telah ku bunuh pulang ke goa tempat tinggal kami, rusa yang ku bunuh telah ku masukan ke dalam agar mudah untuk di bawa pulang ke rumah.
__ADS_1
15 menit kemudian aku sudah tiba di depan goa dan terlihat mereka semua sudah bangun dari tidurnya, Di depan goa ada Arne yang menunggu kepulangan ku.
Kami semua pun masuk ke goa dan dua gadis manusia kembar memasak daging rusa, aku beserta Anubis pergi ke penjara yang ku buat untuk mengurung komandan pasukan kemarin.
Ketika pintu itu di buka bau busuk keluar dari sana, setelah di perhatikan ternyata komandan itu telah bunuh diri dan di sekitar goa itu banyak sekali bekas kotoran manusia dan di lantainya tergenang darah komandan itu.
Sepertinya ia sangat stress karena kalah melawan kami dan memutuskan untuk bunuh diri, aku dan Anubis yang melihat hal itu lantas mual, kemudian tanpa banyak basa basi aku menutup seisi ruangan itu dengan sihir bumi.
Setelahnya aku pergi untuk makan lagi bersama mereka dan aku menceritakan semua hal yang ku lakukan tadi ketika sedang berburu.
“Jika memungkinkan aku ingin mengajak kalian pindah ke daerah itu untuk tinggal di sana”
Saran ku pada mereka.
“Walaupun itu saran yang bagus akan tetapi bagaimana dengan para prajurit yang mengejar kita?, bukankah meraka akan lebih mudah untuk menyergap kita di saat perjalanan nanti?”.
Arne yang ada di sana sepertinya kurang setuju dengan pendapat ku, jika di perhatikan lebih jauh sikap arne benar benar realistis dan dialah yang paling realistis di antara kami semua yang ada di sini.
“Benar kata arne, bukankah lebih baik kita menghancurkan para prajurit itu dulu baru kita bisa pindah ke tempat yang lebih aman?”.
Ucap Anubis kepadaku.
Kemudian tanpa berlama lama kami semua pergi menuju garis depan untuk melawan para prajurit termasuk para gadis manusia yang telahku ajar sihir penyembuh.
Aku dan anubis akan berada di posisi paling depan sedangkan ursina dan urszula ada dibagian tengah dan di punggung mereka masing masing membawa dua orang, ursina membawa gadis petualang dan gadis healer lalu urszula membawa gadis elf dan gadis healer lalu untuk arne dia akan berada di barisan paling terakhir yang mana dikarenakan ia adalah bertipe mage.
(Di sini aku ubah yaa yang awalnya gadis manusia jadi gadis healer, kalau untuk namanya nanti author pikirin lagi.)
Setelah itu kami langsung pergi menorobos hutan dan menemukan tempat kemah para prajurit itu, di karenakan kami yang datang dengan tiba tiba para prajurit yang sedang beristirahat itu lantas kaget dan belum bersiap untuk bertahan, kami yang mendapat kesempatan itu langsung membunuh semua prajurit yang belum bersiap dan hasilnya lebih dari setengah dari mereka mati dengan mudahnya.
Mendengar keributan yang besar di luar tenda, pak tua penyihir itu langsung keluar dari tendanya dan memeriksa tempat terjadinya keributan itu, pak tua itu dengan sigap langsung pergi ke asal suaranya.
Kemudian setelah ia sampai di asal suara itu alangkah kaget pak tua itu karena tempat asal suaran itu telah hancur porak poranda, melihat hal itu penyihir tua itu langsung emosi ditempat.
“Siapa yang menghancurkan tempat ini!!”
Teriak penyihir tua itu sangat kencang.
Di sisi lain aku dan yang lain sedang diam diam pergi menuju sisi lainnya untuk menghancurkan pasukan tersebut, saat ini aku heran kenapa pak tua itu tak memakai sihir deteksinya, bukankah akan mudah untuk mencari pelakunya dengan sihir deteksi tersebut.
__ADS_1
Mungkin karena kemarahannya yang sedang membara ia lupa menggunaka sihir tersebut, lalu tanpa berlama lama kami langsung menghajar para prajurit yang ada di sisi lain dan itu tak memerlukan banyak tenaga karena mereka masih bersiap siap perang.
Tak perlu waktu lama penyihir tua itu langsung menyadari keberadaan kami di sisi lain yang sedang menghancurkan para prajurit, penyihir tua itu langsung melesat sekuat tenaga agar sampai ketempat tujuan secepat mungking.
Saat melesat menuju arah kami, ia hanya melihat ke arah depan dan tidak melihat kekanan atau kekiri, yang mana ini sudah kami tebak sebelumnya dan kami sudah mempersiapkan strategi untuk membunuh pak tua itu dengan mudah, yaitu dengan cara membariskan seluruh anggota dari kami dan hanya aku yang akan bersembunyi di arah kanan penyihir itu, yang mana nanti penyihir tua itu akan memfokuskan dirinya dengan sasaran anggota kami dan aku akan dengan mudah membunuhnya dari samping karena ia sama sekali tidak fokus kearah lain.
Rencana kami ini berakhir dengan sukses besar dan berarti seluruh pasukan yang mengejar kami telah binasa sepenuhnya.
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
[anda naik level]
Tanpa ku sadari aku telah naik sebanyak 15 level dalam sekali perkelahian yang cukup mudah dan sepertinya hari sudah mulai gelap dan ini saatnya kami mengucapkan selamat tinggal untuk hari ini
__ADS_1