
dalam manor jenderal ke dua
seorang pria muda dengan pria paruh baya yang berpakaian ungu,dan beberapa tetua sedang mengelilingi meja bundar.
"xiao fei, ingat, kerja sama dengan tuan muda chu saat di gunung herbal untuk membunuh jiang chen dengan segala cara."
ini adalah jendral kedua, yang satu faksi dengan jenderal pertama. xiao xi, petarung ulung dan ahli dalam skema licik dan kedap air.anaknya xiao fei berumur 21 tahun merupakan kebanggaan keluarga mereka, dia dalam lingkup kekaisaran awan besi adalah salah satu dari 10 jenius muda yang masa depannya sangat menjanjikan.
sambil tersenyum, dia menjawab.
"ayah dan para tua tua, yakinlah bahwa bocah bodo itu, jiang chen, akan menjadikan gunung herbal sebagai tempat peristirahatannya yang terakhir."
seringai licik dan kejam terlihat di wajahnya saat dia selesai mengatakan ini.
salah satu tetua klan menimpali.
"bagus, keponakan xiao fei. ini adalah semangat anak muda. ingat untuk tetap berhati hati saat di dalam nanti.
ini adalah beberapa talisman penyelamat dan juga pil racun untuk membuat jebakan.bawa ini serta ."
__ADS_1
sang tetua yang adalah tetua pertama di keluarga xiao, xiao ying, adalah seorang dengan tingkat ahli beladiri penguasa roh tahap 3. selain itu, dia juga adalah ahli racun dan sangat licik dalam semua rencananya.
"terimakasih paman pertama"
xiao fei sangat senang dengan beberapa barang ini.
--------
hal yang sama juga sedang terjadi di kediaman keluarga jendral ke tiga. keluarga murong.
mereka juga berniat untuk melenyapkan jiang chen dan sebisa mungkin membunuh beberapa orang dark keluarga jiang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jiang chen secara pasti tidak tahu sedikitpun tentang skema licik yang melibatkan beberapa tuan muda untuk membunuhnya dalam perburuan herbal roh tiga bulan kemudian.
saat ini dia sedang duduk termenung di dalam ruang sebuah gedung milik keluarganya yang terletak di wilayah jiang family. tempat ini agak damai karena sedikit berada di pinggir kota. di halaman belakangnya terdapat pemandamgan langsung ke bagian gunung.
"hmmm aku akan mulai merekrut beberapa orang. namun ini adalah hal yang sangat sulit karena harus bersifat rahasia dan kedap air."
__ADS_1
tiba tiba.
tok.tok.tok.
jiang chen terkejut dan sedikit marah saat mendengar suara ketukan dari depan.
"neraka sial. siapa yang menganggu hari damaiku?"
jiang chen menggerutu di dalam hati.
namun se enggan enggannya dia, dia masih tetap berdiri dan berjalan menuju pintu dan kemudian membuka sambil mengomel.
"apakah mata hari sudah terbit dari barat, setan mana yang menggangguku, tuan muda jiang di siang yang damai ini"?
dia berbicara keras sampai sampai ludah beterbangan ke mana mana.namun dia bertegun sesaat ketika dia memperhatikan sosok yang berdiri di depannya.
sosok ini berdiri lurus seperti kayu. usianya sedikit lebih tua dari jiang chen sekitar satu atau dua tahun.dia kurus.pakaiannya mungkin dulu sangat mewah namun sekarang, ittu tampak lusuh dan penuh debu.kulitnya sedikit kecoklatan yang menunjukkan dia adalah seorang yang sudah melakukan perjalananan yang sangat jauh, sepatunya kumal dan robek, namun tatapan matanya seperti elang dan setajam pisau.tidak ada harta yang menarik yang bisa dilhat darinya selain sebuah pedang dengan gagang dan sarungnya berwarna hitam pekat.
sambil membungkuk, si pengganggu tuan muda jiang ini berkata.
__ADS_1
"maafkan saya atas kelancanganku tuan rumah yang terhormat.aku adalah pengembara yang tak tentu arah, saat ini saya lancang karena beberapa hal yang mendesak bagi saya sehingga memberanikan diri datang mengetuk pintu tuan rumah yang terhormat."