LEGENDA PENDEKAR GILA

LEGENDA PENDEKAR GILA
EVISODE 36


__ADS_3

Xio nan mulai mencari buah buahan di dalam hutan,dan tidak jauh dari dirinya hanya beberapa puluhan mil,yang sedang berterbangan di dahan pohon, sepasang pendekar muda sedang berkuda dengan cepat menuju klan lima benua.


**


” adik Mey sebaiknya kita istirahat, tampaknya kau sudah lelah.”


” aku baik baik saja kak Cang, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan,karena klan lima benua masih sangat jauh.”


” jangan khawatir adik Mey, kompetisi masih lama,kita pasti sampai di sana sebelum kompetisi di mulai.”


” baiklah kakak Cang, sebaiknya kita cari tempat istirahat yang nyaman,hutan ini sangat lebat.”


Tong Cang tersenyum puas,selama dalam perjalanan dengan adik seperguruannya hasrat birahinya muncul begitu saja,sehingga dia pun merencanakan ide licik untuk membuat me Mey tidak berdaya.


mereka pun memacu kuda mereka mencari tempat untuk beristirahat yang nyaman,tidak membutuhkan waktu yang lama mereka menemukan tempat yang begitu indah,walau di dalam hutan yang lebat,tempat itu terlihat sangat bersih.


rumput rumput liar tidak tumbuh,mereka pun turun dan membersihkan tempat itu dari dedaunan kering.


” adik Mey, sebaiknya adik Mey tunggu di sini kakak akan mencari air dan kayu bakar untuk menghangatkan tubuh kita.”


” hati hati kakak cang.”


Me Mey pun mengangguk dan tetap membersihkan tempat itu.


lalu mengambil alas di punggung kuda yang mereka bawa dari perguruan mereka.


setelah selesai Me Mey pun mengelar alas itu dan merebahkan dirinya di alas itu.


tubuhnya terasa sangat nyaman,karena seharian berada di atas punggung kuda,mereka tidak mendapatkan kabar kalau kompetisi di lima benua di percepat.


Me Mey memejamkan matanya sehingga dia pun tertidur karena angin sepoi-sepoi meniup wajahnya.

__ADS_1


**


” Hem...dia sudah tertidur.”


Tong Cang tersenyum,sambil membawa kayu bakar di punggungnya dan seguci air segar Tong Cang memandang tubuh Me Mey dengan penuh birahi.


Tong Cang memperhatikan tubuh Me Mey,lalu meletakan kayu bakar yang ada di punggungnya, gerakannya begitu hati hati sehingga tidak sedikit pun suara keluar.


Tong Cang lalu menyusun kayu bakar,dan menyalakan api.


kayu pun terbakar membuat suasana menjadi sangat hangat.


Me Mey mencium adanya asap, matanya perlahan terbuka,dan melihat Tong Cang sedang menghangatkan tubuhnya,di dekat perapian.


” kakak Cang,kamu sudah kembali,maaf saya ketiduran.”


” tidak apa apa adik Mey,kakak lihat kamu sangat lelap tidurmu,jadi kakak tidak membangunkan dirimu.”


” kakak Cang,apakah kau menemukan air?aku sangat haus.”


” oiya maaf adik Mey,kakak lupa.”


Tong Cang sengaja berpura pura lupa,karena air yang di dapatkan sudah di campur Obat bius,siapa saja yang meminum air itu,dia akan merasakan lemas,walau kesadarannya masih ada tetapi dia tidak akan mampu mengerjakan tubuhnya.


Tong Cang pun memberikan air pada Me Mey,dan Me Mey langsung meminumnya.


walau sedikit agak pahit, tetapi Me Mey terus meminum air itu karena tidak merasa curiga pada kakak seperguruannya yang selama ini sangat baik padanya.


” kakak Cang mengapa air ini sedikit pahit?”


Me Mey pun memberikan guci itu pada Tong Cang.

__ADS_1


” Hem...mungkin air itu tercampur akar akar obat di sungai adik mey,sehingga merubah rasa air itu.”


Tong Cang yang sudah merencanakan jawaban bila Me Mey bertanya,dia tetap tenang walaupun saat ini hatinya tertawa puas.


” oh begitu kah,apakah roti kering kita masih ada kakak Cang,mengapa aku menjadi sangat lapar?”


” tenang adik Mey,stok roti kering kita cukup tiga hari lagi,akan kakak ambilkan di punggung kuda, sebaik adik tunggu di sini.”


Tong Cang pun berdiri dan mengambil roti kering di punggung kuda, hatinya saat ini tertawa puas karena obat bius itu sepertinya bekerja sangat baik dan cepat.


baru saja dia melangkahkan kakinya beberapa langkah, terdengar tubuh Me Mey ambruk dan tergeletak di tanah.


” Me Mey apa yang terjadi?”


Tong Cang berlari ke arah Me Mey,dan pura pura panik,padahal hatinya saat ini sedang bersorak girang.


” kakak Cang,apa yang terjadi dengan tubuhku,tiba tiba kepala ku pusing dan tubuhku sangat lemas.”


suara Me Mey sangat lemah,dan dia menatap Tong Cang dengan sayu,untuk menggerakkan kedua tangannya saja dia tidak berdaya.


” ha ha ha... akhirnya rencana ku berhasil,maafkan aku adik Mey,aku sudah memberimu obat bius, saatnya aku akan memiliki mu untuk selamanya.”


Tong Cang tertawa,dan mengatakan yang sebenarnya.


” apa...apa yang kakak Cang lakukan?”


” bukan saatnya menjelaskan ini semua adik Mey, saatnya aku akan menikmati tubuhmu secara utuh.”


” tidak...jangan kakak Cang,aku ini adik seperguruanmu...”


Me Mey merasa ketakutan,saat tong Cang mendekati tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2