
” Akhirnya pendekar yang kami harapkan telah muncul,masuklah pendekar kami sudah lama menantikan kedatangan pendekar.”
Xio nan dan com sung saling pandang,salah satu penduduk yang kira kira umurnya sudah mencapai setengah abad lebih tersenyum pada mereka.
” pangeran apa yang mereka katakan,saat ini aku bingung,apakah mereka menjebak atau tulus berkata itu pada kita?”
” aku juga bingung kakak com,lebih baik kita ikuti aja kemauan mereka,agar mereka tidak terlalu curiga,tapi kita harus berhati-hati.”
com sung hanya mengangguk setuju,mereka berbisik-bisik agar para penduduk tidak terlalu curiga.
mereka bertiga pun mengikuti para penduduk ke sebuah aula desa yang tampak rapi,mungkin ini telah lama di persiapkan untuk menyambut tamu yang mereka undang,dan saat ini para penduduk salah paham,tamu yang mereka nanti bukanlah xio nan dan com sung yang saat ini berada di tengah-tengah mereka.
” kepala desa,apakah mereka telah tiba?”
sebuah suara berat bergema di dalam aula,dan membuat aula sedikit bergetar.
” benar sesepuh sebaiknya sesepuh keluar,tamu yang kita nanti sudah tiba.”
ternyata pria setengah abad itu adalah kepala desa.
tak lama berselang tampak kelebat putih muncul di aula, seorang lelaki tua renta berdiri dengn sebuah tongkat di tangan kanannya,dia mengelus janggut nya yang sudah memutih dan memperhatikan xio nan dan com sung,bahkan dia menatap tajam pada me Mey yang tampak salah tingkah.
” Hem...kalian salah orang,mereka bukan tamu yang kita undang sebaiknya masukan mereka ke penjara,kalau mereka melawan bunuh saja.”
setelah berkata demikian orang yang di sebut sesepuh itu membalikan badan dan akan kembali keruangan semula.
__ADS_1
tidak menunggu perintah dua kali,kali ini com sung dan xio nan yang mereka sambut dengan keramahan di kepung oleh beberapa penduduk.
”kurang ajar berani kalian menipu kami dan mempermainkan kami?kalian haru mati,karena sudah lancang mempermainkan kami."
wajah kepala desa yang tadi tampak ramah berubah menjadi sangat marah, senyumnya hilang dai bibirnya,dan kini memandang tajam pada xio dan dan com sung.
para penduduk juga yang semula menghormati mereka memandang dengan sinis,bahkan ada yang sampai meludah ke tanah tandan sangat menyesal karena telah menghormati yang salah.
” tunggu dulu,ini salah paham.”
suara wanita berteriak,dan itu adalah suara dari me Mey yang sangat terkejut dengan perubahan situasi yang sangat cepat.
” bunuh mereka,dan biarkan wanita itu hidup.”
tampak wajah kepala desa yang berubah mesum ketika melihat me Mey.
tuan muda com sung kini mengeluarkan suara,karena sejak tadi di tahan oleh xio nan.
tetapi para penduduk tidak menggubris ucapan com sung,mereka kini mulai mengepung dan mengeluarkan senjata masing-masing dan menunggu perintah kapan mulai menyerang.
” tunggu apa lagi serang mereka..”
teriakan kepala desa membuat para penduduk yang mengepung segera maju dan bersamaan mengayunkan senjata mereka ke arah xio nan dan com sung.
teriakan demi teriakan menggema,dari mulut para penduduk, senjata mereka terpental ke tanah,dan tubuh mereka merasakan sakit yang amat sangat ketika tanpa mereka ketahui tubuh mereka seperti di hantam oleh sebuah palu besar membuat mereka tidak dapat bangkit lagi alias pingsan.
__ADS_1
” aaaaapaaaaa....”
kepala desa hampir tidak percaya,melihat penduduknya terbaring di tanah,tanpa dia juga ketahui dan ketiga orang itu juga masih berdiri di tempatnya Dengan tenang.
” apa yang kalian lakukan pada wargaku.?
kini wajah kepala desa terlihat pucat.
” pak tua,sebelum kau merasakan seperti mereka,jelaskan apa yang terjadi sehingga kalian, menyerang kami tanpa alasan.”
wajah xio nan terlihat sangat serius,dan tegas ketika menunjuk kepala desa.
”se.. sesepuh...”
bukan menjawab kepala desa berteriak memanggil sesepuh.
belum hilang suara itu kelebat bayang muncul di samping kepala desa.
”mundurlah cung, sepertinya mereka memiliki kemampuan sedikit yang ingin di pamerkan.”
kakek tua yang di sebut sesepuh itu kini memainkan tongkatnya dan di putarkan ke udara, mereka tidak menyadari siapa yang mereka hadapi.
dan itu akan membuatnya akan menyesal pernah hidup di dunia ini.
maaf para pembaca,karena selama ini saya berhenti menulis karena hp saya hilang di curi orang.
__ADS_1
dan saya tidak dapat masuk dengan akun yang sama.
saya juga bingung mau tulis apa, akhirnya saya juga harus mengulang membaca dari awal agar dapat kembali melanjutkan cerita ini.