
kakek tua itu memutarkan tongkatnya udah kayak lagaknya seperti seorang pendekar besar, mungkin mengetahui kalau di hadapannya adalah putra dari com lao, atau lebih di kenal sebagai ketua klan naga hijau, kakek itu akan gemetar dan bisa juga kencing di celana.
“ serang..... “
ajaib benar, tongkat kakek itu terbang seperti ada yang menggerakkan, tongkat itu bergerak dengan cepat mengarah ke xio nan dan com sung.
tapi apa yang terjadi, tongkat itu patah beberapa bagian ketika dengan sembarangan xio nan menggerakkan tangganya hingga suara gemertak tongkat itu yang patah beberapa bagian.
kakek yang sudah di anggap sesepuh di desa kecil itu, bahkan dia sangat di segani oleh para penduduk desa.
terkejut setengah mati, dirinya seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
bagaimana senjata yang di banggakan selama hidupnya dengan mudah di patahkan oleh pemuda yang tidak di kenal.
mata kakek itu membesar melihat tongkatnya yang telah patah beberapa bagian.
“ ini tidak mungkin. "
jerit kecil kakek yang bernama Wu rao.
“ sesepuh apa ya g terjadi dengan tongkat sesepuh? “
kepala desa juga sangat terkejut, karena kakek Wu dengan tongkatnya yang selama ini dapat menjaga desa ini dari gangguan binatang liar serta para perompak yang ingin menjarah desa mereka.
“ ini pasti ada kesalahan, cung ini tidak mungkin. “
__ADS_1
kakek Wu juga seakan mimpi melihat tongkat yang di agung agungkan.
saat mereka sedang bingung dan tidak percaya dengan apa yang terjadi, xio nan perlahan mendekati mereka.
“ berhenti.... “
tampak wajah kakek Wu yang selama ini sangat angkuh, terlihat pucat.
“ hem.... bukankah kalian ingin membunuh kami? lakukanlah. “
xio nan yang muak dengan kesombongan kakek Wu tadi, ingin membalas dan ingin memberi sedikit pelajaran agar kelak kakek Wu lebih menghargai orang lain.
“ ampun... maafin saya pendekar, jangan bunuh saya. “
tiba tiba kakek Wu berlutut dan menangis di hadapan Xio nan, membuat Kepala Desa juga terkejut.
“ plak...“ sebuah tamparan dari jarak jauh membuat kepala desa terhuyung ke samping, tampak pipinya lebam karena kena tampar jarak jauh dari kakek Wu.
“ apakah kau tidak lihat siapa yang kitahadapi cung? di dunia ini hanya satu yang dapat mematahkan tongkat sakti ku, dan dia di pastikan adalah keturunan dari pendekar tongkat naga yang telah lama menghilang.
“ apa...? pendekar tongkat naga? siapa dia sesepuh? aku tidak pernah mendengarnya. “
xio nan hampir saja melompat jauh, dan sangat terkejut dengan kakek itu, karena menyebut pendekar tongkat naga atau cia tze zu alias gurunya manusia yang memiliki kekuatan dewa.
“ kau mengenal pendekar tongkat naga? siapakah dirimu kakek tua? “
__ADS_1
kali ini xio nan yang penasaran dengan kakek Wu.
“ ampuni saya pendekar, saya sudah buta tidak mengenali tuan pendekar. “
“ baiklah aku tidak akan membunuhmu, tapi jelaskan apakah kau mengenal pendekar tongkat naga? “
“ Terima kasih tuan pendekar, saya tidak akan melupakan kebaikanmu, tetapi soal saya mengenal pendekar tongkat naga, itu adalah cerita guruku, yang selama ini saya anggap mitos saja tuan pendekar. “
“ hem... gurumu? siapa gurumu kakek tua? “
“ guruku adalah bai chi, dia pernah mengatakan kalau tongkat sakti milikku hanya dapat di hancurkan dengan sangat mudah oleh pendekar tongkat naga, sayang pendekar itu telah menghilang ratusan tahun silam, tapi sekarang mataku telah terbuka, tuan pendekar dengan sangat mudah mematahkan tongkat sakti milikku, dan saya berpikir kalau tuan adalah keturunan dari tongkat naga. “
xio nan sedikit kecewa dengan jawaban dari kakek Wu, ternyata dugaannya kalau kakek Wu mengenal pendekar tongkat naga atau gurunya ternyata salah. “
“ apakah cuma itu yang kau tau kakek tua? “
tampak nada xio nan agak kecewa.
“ maaf tuan pendekar, sebenarnya adik sepergurunku lebih mengetahui tentang pendekar tongkat naga, dan hari ini seharusnya dia sudah tiba bersama beberapa muridnya,dan mereka mengira tuan pendekar adalah orang yang saya tunggu, sehingga saat mereka kemari membawa tuan pendekar, saya sangat kecewa dan marah karena menganggap tuan pendekar sudah mempermainkan saya dan penduduk sini.“
akhirnya xio nan mengerti, mengapa kakek tua itu sangat marah saat melihat dirinya dan com sung, ternyata kakek itu berpikir mereka telah mempermainkan dirinya.
“ hem... sudahlah, saya sudah tidak tertarik dengan cerita itu,saya kemari hanya ingin mencari tempat peristirahatan buat temanku, karena dia sudah sangat lelah,tetapi sepertinya desa ini tidak bersahabat, sebaiknya kami pergi. “
xio nan pun membalikkan tubuhnya dan mengajak com sung dan me mey agar segera meniggalkan desa itu.
__ADS_1
“ tunggu tuan pendekar... “
kakek Wu berteriak agar xio nan tidak cepat pergi dari desa mereka.