
bagaimana aku bisa menerima perjodohan ini sedangkan ardian adalah pacar nya cindy harus kah aku menolak permintaan mama untuk menikah dengan ardian!!
"eee..ehh...aira kenapa kamu jadi melamun ayo selesaikan tugas kuliah cepat kata lena.
akhirnya tugas kuliah ku pun selesai dan aku bersama lena pamit pulang kepada dua insan yang sedang di mabuk asmara.
"lena..apa kamu mengenal pacarnya cindy tadi?
" tidak jawab lena" tapi aku pernah mendengar kalau ardian itu pacarnya cindy sejak SMA dulu dan katanya ardian adalah pewaris tunggal perusahaan ternama di kota ini lena menceritakan sedikit informasi kepadaku.
dan akhirnya aku pun sampai di rumah ku lihat dipekarangan rumah ada mobil papanya ardian ada apa mereka ke sini lagi tanyak ku dalam hati?
"lena kamu gak mampir lagi ke rumah ku?
maaf aira aku ingin cepat pulang, kapan kapan kalau ada waktu aku akan mampir kerumah mu salam buat om dan tante ya kata lena.
"assalamualaikum ucap ku"
__ADS_1
"walaikumsalam jawab mama.
aira kamu sudah pulang tanyak om baroto kepada ku?iya om aku barusan saja pulang jawab ku!
"aku izin masuk ke dalam dulu ya om pamit ku".
baru saja aku merebahkan tubuhku di atas kasur gawai pun berbunyi ku lihat chat dari ardian.
aira gadis arogan apa ada ayah ku di rumah mu tanyak ardian?
rasa ada tanduk dia atas kepala ku ini yang siap menyeruduk siapa saja yang ada di depan ku. dasar pria aneh yang tak punya perasaan beraninya dia mengacam ku,ardian anak pak baroto pewaris satu satunya di perusahaan terkenal ini kamu harus tau siapa gadis yang kamu ancam ini gumam ku dalam hati ku balas chta nya.
"eeeeeehhhh...pria aneh yang tak ada perasaan,kamu fikir dirimu siapa berani nya mengacam wanita saja kamu fikir aku takut dengan ancaman mu itu lihat saja apa yang akan ku laku kan nanti ancaman ku balik ke ardian.
aku menghela nafas pelan dasar pria aneh, belum saja aku menjalani bahtera rumah tangga bersamanya tapi aku merasa sudah serumit ini bagaimana nanti sudah menjadi istri nya.
aku sering melihat ardian mengantar dan menjemput cindy muncul lah ide jahil untuk mengerjai nya biar dia tau rasa berhadapan dengan siapa dia,ku lihat dia sedang menunggu cindy di parkiran mobil sambil memegang gawai nya mungkin dia sedang memberi tau cindy.aku pun memesan kopi hitam.
__ADS_1
"mbak pinjam cangkirnya sebentar ya aku izin kepada penjaga kantin"
aku berjalan menuju ke arah ardian yang sedari tadi ku lihat dia di depan mobil nya menunggu cindy keluar, sedikit ku tundukan kepala ku agar tidak ketahuan bahwa aku sengaja menumpahkan kopi panas di badan nya.
"gubraaakkkk..aku menyenggol nya dengan sengaja dan kopi panas itu pun tumpah di tubuhnya
"aduh..aduh.. ardian menjerit kepanasan rasakan kamu dalam hati ku bicara".
maaf ardian aku tidak sengaja menyenggol dan menumpahkan kopi panas ini kata ku santai. apa ada yang sakit tanyak ku?
ardian hanya menatap dengan tajam kelihatan sekali merah wajah nya menahan amarah dan kopi panas yang menyiram ke tubuh nya tepat di dadanya.
dalam hati ku terkekeh-kekeh menahan tawa yang hampir suara nya keluar dari mulut ku yang imut ini.
"k..aaamu lagi...kaaa..muuu lagi bentaknya selain kamu arogan ternyata kamu juga buta caci nya kepada ku.
aku hanya tersenyum dan merasa puas itu baru permulaan ardian aku bisa berbuat lebih menyakitkan dari pada ini gumam dalam hati.
__ADS_1