
Setelah mereka berdua selesai berkeliling, mereka berdua langsung menuju ke apartemen yang mereka sewa untuk beristirahat...
Perjalanan dari Pantai Panjang ke tempat mereka menginap kira-kira membutuhkan waktu kurang lebih selama 3 Jam karena lokasi Pantai Panjang cukup jauh dari tempatnya menginap.
Di tengah perjalanan terdengar suara azan isa di salah satu Masjid yang mereka lintasi. Mereka berdua segera melaksanakan solat isa dan beristirahat sejenak.
Mereka pun selesai beristirahat... Mereka beristirahat disana kurang lebih selama 20-30 menit, lalu melanjutkan perjalanan mereka...
Sesampainya di sana Benzi dan neneknya langsung tertidur pulas akibat kelelahan. Hingga sang fajar bangkit dari tidurnya...
"Nek... bangung sudah pagi ayo sarapan dulu"
"Iya Ben... sebentar nene mau mandi dulu"
"Ohh oke deh ne... jangan lama lama nanti sakit loh"
"Hmm aku mesen apa ya... ohh ini aja Teh hangat, dan Gulai Kemba'ang" Ucap Benzi dalam batinnya.
Buat yang belum pernah lihat Gulai Kemba'ang berikut merupakan gambar dan penjelasannya:
Gambar berasal dari Blog.Kulina.Id dan di lansir dari gotravelly.com
Masakan gulai memang menjadi salah satu masakan lezat yang ada di Indonesia, tak terkecuali dengan Gulai Kemba’ang. Di sini, sajian kuliner khas yang satu ini dibuat dari bahan utama yang menggunakan iga sapi atau daging sapi dan pastinya disajikan dengan kuah khas gulai yang kental.
Karena makanan khas ini memiliki citarasa yang lezat, masyarakat Bengkulu seringkali menjadikan masakan Gulai Kemba’ang ini sebagai makanan utama saat ada acara tertentu – apalagi di saat Bulan Ramadhan. Di samping itu, adanya daun pakis yang ditambahkan oleh masyarakat Bengkulu membuat kuliner khas dari Bengkulu ini memberikan rasa yang berbeda.
Nenepun selesai mandi...
Tidak berapa lama pelayan makanan tersebut pun datang untuk memberikan pesanan yang di pesan Benzi. Benzi dan neneknya segera memakan Gulai Kemba'ang tersebut dengan di lengkapi Teh manis hangat.
Merekapun selesai makan dan berbincang bincang kapan mereka ke Bandung.
"Nek kita kan disini sudah hampir 1 minggu, nah mau gak kita pulang hari senin atau hari selasa?"
"Hmm nenekmah ikut kamu aja sih Ben, okelah kita pulang hari selasa aja nenek juga sudah kangen dengan kampung"
"Deal ya ne... Hari selasa?, besok kan hari Minggu nee nanti kita beli oleh oleh yu untuk tetangga kita dan Reva"
"Ohh iya rencananya kita mampir dulu di jakarta ne, kita ke rumah Reva dulu baru setelah itu kita ke Bandung"
"Okee Ben... Ya sudah nenek mau nonton TV dulu yak."
"Iya ne... Kalo nene ngantuk tidur aja nanti Benzi bangunin pas azan zuhur tiba"
Nenepun menonton TV hingga tertidur pulas...
Sedangkan Benzi sedang melakukan VideoCall bersama Reva...
"Assalamualaikum Reva... Gimana kabarnya? Baik-Baik aja kan?"
"Waalaikumsalam Benzi... Alhamdulillah aku baik baik aja, ohh iya kamu mau kapan pulang ke Bandung?"
"Rencana pulangnya si hari Selasa, nanti aku mampir ke rumah kamu dulu ya Rev buat ngasih Surprise"
"Waduuhhh Surprise apa ya... ko aku jadi penasaran"
"Hehehe kalo ku beri tahu kamu, namanya bukan Surprise. Ohh iya ko mata kamu ada pelangi sih?"
"Hah?? masa si ada pelangi coba aku cek di kaca" Ucap Reva sambil melihat matanya di kaca"
"Ihh beneran dehh ada pelangi itu... Tapi ko ga ada awannya ya? Kan jadi gak lengkap... Ya sudah deh aku aja yang jadi awannya untuk melengkapkan si pelangi"
"Arghh... Benzi bisa aja..."
"Bisa dong hehehe, ohh iya Reva libur sekolah kapan lagi?"
"Kayaknya sih bulan depan soalnya ada libur semester"
"Ohh gitu Rev, nanti kita jalan jalan yuk..."
__ADS_1
"Ayoo Ben, tapi aku kan ga ada duit untuk bayar segalanya"
"Ya... Kamu tenang aja... masalah biaya mah aku yang tanggung, ohh iya kita jalan jalan ke Jepang yuk..."
"Waduhh boleh tuh Ben tapi emangnya kamu gak keberatan?"
"Tenang aja Rev... Aku gak keberatan ko."
"Beneran Ben gak keberatan?"
"Iya Reva... Bulan depan kita ke jepang oke?"
"Okeee Ben... Yasudah udah dulu ya sudah masuk azan zuhur di Jakarta, Assalamualaikum Ben..."
"Waalaikumsalam Reva.... jaga kesehatan ya..."
Setelah mereka selesai VideoCall Benzipun melihat pemandangan Kota Bengkulu dari atas apartemennya.
1 Jam Benzi bersantai di depan teras apartemennya, terdengar kumandang azan di telinga Benzi. Benzipun segera membangunkan neneknya untuk melaksanakan solat Zuhur berjamaah...
Setelah mereka solat berjamaah Benzi dan neneknya segera menuju pasar tradisional yang ada di Kota Bengkulu yaitu, Pasar Tradisional Panorama. Berikut merupakan contoh gambar Pasar Panorama tersebut.
Setelah sampai Benzipun berkeliling keliling di Pasar Panorama tersebut. 2 Jam berlalu... mereka sudah mendapatkan apa yang mereka berdua cari.
Mereka segera kembali ke apartemen yang mereka sewa. Sesampainya di apartemen mereka menonton TV terlebih dahulu sambil menunggu azan ashar berkumandang.
1 Jam 30 Menit... Terdengar kumandang azan di telinga mereka, mereka segera melaksanakan solat ashar berjamaah di sana, setelah selesai solat mereka membincangkan tentang mereka akan pulang ke Bandung...
"Nee jadi kita hari Selasa bakalan pulang keBandung kan?
"iya Ben... Kata kamu kita mau mampir dulu ke jakarta jadi atau enggak?"
"InsyaAllah jadi nee.."
"Oke dehh jadi nanti kita berangkat dari apartemen menuju bandara (Bandar Udara) mana ben?"
"Ohh ada nih nee nanti kita dari sini menuju ke Bandar Udara Fatmawati Soekarno, nah dari sana kita langsung menuju ke Jakarta nanti dari jakarta kita menuju ke Bandung"
"Okee deh Ben... Kamu udh memesan ticket pesawatnya?"
"Belum si nee, yasudah aku pesan terlebih dahulu"
"Okee nene tunggu 2 Hari lagi ya..."
Setelah berbincang bincang cukup lama merekapun tertidur akibat kelelahan sehabis berkeliling pasar tadi.
2 Hari kemudian... Mereka segera menuju Bandar Udara Fatmawati Soekarno untuk berangkat menuju Kota Jakarta
Setelah menunggu di Bandara tersebut, akhirnya terdengar panggilan dari Bengkulu menuju Kota Jakarta. merekapun bergegas untuk berangkat menuju jakarta
Sebelum mereka berangkat mereka membaca do'a terlebih dahulu. berikut merupakan doanya
******سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا
لَمُنْقَلِبُوْنَ
Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.
Artinya : "Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. Padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali***"
Pesawatpun meluncur...
30 menit berangkat... Terdengar suara ledakan dari sayap kanan pesawat... Semua orang sontak terkejut dengan keadaan tersebut. Suara ledakanpun di sambut dari sayap kiri pesawat dengan ledakan yang lebih dasyat...Benzi menghadapkan wajahnya kearah jendela pesawat yang memancarkan matahari yang menyengat.
Tak tahu mengapa, tiba-tiba pesawat yang dikendarai Benzi berguncang hebat, membuat seluruh penumpang pesawat mondar-mandir.
Pesawat dengan nomor penerbangan GA-Jkt7A itu terus bergoyang-goyang dan melesat cepat sampai di antara Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa.
Tak lama menunggu, Benzi segera mengambil lembaran yang terlipat rapih didalam saku kursi pesawat yang berisi doa-doa dari agama-agama lain. Benzi pun membaca doa sesuai agamanya, Islam.
__ADS_1
"Bismillah majreeha wa mursahaa Inna robbli laghafuurur rahim..."
Arti: dengan nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratnya (pesawat ini).
"Bismilaahirrahmanirrahim Alaahu Akbar Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Subhaanalladzii Sakhkhara Lanna Haadzaa Wamaa kunnaa Laahuu Muqriniin. Wa Inna ilaa rabbinnaa Lamunqalibuun. Allaahumma innaa nas Aluka fi Safarinaa Haadza. Albirra Wattaqwaa, Wamina! ‘Amali maa Tardho. Allaahumma Hawwin ‘alainaa Safaranaa Haadza. Wathwi'annaa Bu'dah, Allaahumma Antes Shaahibu Fissafari Wal Khalifatu Fil Ahli. Allahumma Innii A'audzubika Min wa tsaais Safari Waka ‘aabatil Manzhori' Wassuu IImunqalabi Fil Maali Wal Ahli..."
Braaakk!
Pesawat ini jatuh di hamparan laut jawa, dekat Kota Jakarta. Untung saja, pesawat ini tidak meledak dan mencemari lautan.
"SIAPKAN PELAMPUNG UNTUK BERENANG DI LAUT INI, JANGAN TERLAMBAT! JANGAN SIBUK DENGAN BARANG-BARANG ANDA, KESELAMATAN PENUMPANG ADALAH PRIORITAS UTAMA KAMI, TERIMAKASIH." Terdengar suara bariton dari arah belakang terdengar sangat kuat. Benzi yang mendengar seruan tersebut segera mengambil tas ransel besar yang berada disebelahnya dan mengambil pelampung yang berada di kabin pesawat.
Laki-laki itu mengambil pelampung tersebut namun tiba-tiba saja pelampung itu jatuh kebawah hamparan laut, membuat Benzi panik dan kesulitan. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki muda yang tampaknya seumuran dengannya menyodorkan pelampung bewarna kuning dengan wajah yang tersenyum hangat.
"Bang, ambil saja punya Beta, Beta ikhlas." Tampak dari suaranya menggunakan logat bahasa Papua.
(Beta: Saya)
Benzi menggeleng, "tidak usah, saya bisa."
"Tidak apa-apa, Bang. Saya diajarkan oleh agama untuk menolong yang lebih membutuhkan." Laki-laki itu kembali tersenyum.
"Kamu juga membutuhkan, lho. Saya gak apa-apa."
"Bang, saya tahu. Tapi, saya sebagai manusia yang tahu kesusahan seseorang diajarkan untuk membantu, seperti yang diajarkan agama saya untuk mengasihi sesama manusia, karena kita semua saudara, walaupun berbeda agama, suku, dan golongan. Jadi, terima saja, ini permintaan terakhir saya." Benzi dengan ragu mengambil pelampung dengan oksigen.
"Terimakasih. Nama kamu siapa?" Tanya Benzi.
"Nikolas. Orang Papua, Bang."
Benzi mengangguk. "Saya Benzi."
Tiba-tiba, laki-laki yang bernama Nikolas itu terjatuh kedalam lautan tanpa disadari. Ternyata, laki-laki itu berdiri didekat pintu yang sudah terbuka lebar dari atas, Benzi dan Nikolas itu tidak sadar. Untungnya, Benzi sudah menuruti permintaan terakhir laki-laki itu. Hatinya merasa lega, namun bercampur aduk dengan rasa kasihan.
"Pak! Mundur kebelakang!" Teriak orang dari belakang. Benzi kaget dan tiba-tiba, semuanya menjadi hitam.
Penghirup oksigenpun keluar dari atap pesawat, Benzipun segera memakaikannya kepada neneknya...
ketinggian pesawatpun lama lama berkurang, dan mereka sedang berada di atas lautan yang cukup panjang...
Benzipun langsung mengeluarkan dirinya bersama neneknya... Ketika sudah diluar Benzipun segera mengembangkan pelampungnya dan Benzi pun langsung naik ke atas badan kapal yang sudah setengah tenggelam... Tidak membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya bala bantuan pun datang, ternyata mereka datang berasal dari sinyal S.O.S yang ada di dalam pesawat...
Benzi, Nenek dan seluruh penumpang beserta pilot dan krunya pun selamat, kecuali Nicolas yang meninggal dunia atas tragedi tersebut.
Pilot dalam pesawat tersebut pun di berikan apresiasi akibat kejadian tersebut karena telah menyelamatkan banyak penumpang. Dan syukurnya tidak ada korban jiwa disana. hanya beberapa luka berat dan ringan akibat pecahan kaca...
Reva pun segera mengunjungi Benzi yang sedang terbaring pingsan di rumah sakit terdekatnya...
Benzi pun terbangun dengan melihat Reva sedang membaca AlQur'an. Benzi pun membangkitkan dirinya dengan menahan rasa sakit yang di deritanya...
"Reva Nenek mana?" Sambil bangun dengan rasa sakit
"E...ehh Benzi jangan bangun duku lukamu cukup parah" Ucap Reva sambil menaruh AlQur'an yang di pegangnya...
"Tenang saja Ben Nenek gak kenapa kenapa kok" Kata Reva menenangkan Benzi sambil mendorongnya perlahan...
"Ohh Alhamdulillah deh Rev, terus penumpang - penumpang lainnya gimana keadaanya?" ucap Benzi khawatir.
"Ohh penumpang penumpang lain selamat ko kecuali... Nicolas yang pada saat itu memberikanku pelampung dan rela untuk mengiklaskan hidupnya" Ucap Benzi yang masih merasa bersalah.
"Memang benar... setiap ada masalah pasti ada hikmahnya"
"Yasudah Rev aku istirahat dulu ya...."
.
.
.
------------------------------------------------------
__ADS_1
Nah gimana nih gais Episode ke 15 ini kalo kalian suka jangan lupa kalian kasih like, comment, vote sebanyak banyaknya and ratting yaa terus jangan lupa selalu support A.F Novel di Mangatoon kalian terimakasih telah membaca...