Life Story Of Benzi

Life Story Of Benzi
Rencana Ke Jepang


__ADS_3

Setelah 2 jam kecelakaan yang tertimpa di pesawat yang Benzi tumpangi, Benzi terbangun dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.


Benzi mendudukkan bokongnya diatas kasur dan terkejut saat melihat Reva yang sedang duduk di kursi sambil memegang Al-Qur'an dan membacanya dengan tulus.


Benzi tersenyum tipis, "Rev, kamu masih disini, ya? Gak pulang?" tanya Benzi.


Reva yang merasa terpanggil pun segera menutup Al-Qur'an dan mengalihkan pandangannya ke arah Benzi. "Hehe, gak apa-apa, sih. Alhamdulillah, kamu udah baikkan?"


"Alhamdulillah, lumayan kok, Rev." Benzi menjawab sembari bangkit dari tempat tidur dengan sedikit kesusahan.


Reva yang melihat Benzi pun merasa iba dan mengulurkan tangannya ke arah pundak Benzi. "Kamu mau kemana? Jangan jalan-jalan sendiri, sini aku bantu," ucap Reva dengan nada khawatir.


"Rumah Nenek. Kamu mau ikut?"


"Iya, udah kangen juga. Yaudah, aku bantu kamu jalan, ya."


Benzi dengan tiba-tiba segera berdiri tegak dan menggandeng tangan Reva secara tiba-tiba. Disisi lain, Reva merasa terkejut dengan sentuhan Benzi. "Ayo, Rev. Jangan bengong."


"I-iya, Ben. Kita ke rumah Nenek," jawab Reva dengan intonasi suara yang gugup.


———


Reva dan Benzi berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit yang pastinya bernuansa putih dan menebarkan aroma obat-obatan yang menyeruak masuk kedalam penciuman hidung.


"Kamar Nenek nomor berapa, Rev?" Tanya Benzi sembari meneliti tiap nomor kamar yang tertera di pintu rumah sakit.


"Kalau gak salah, ya, nomor 227 deh."


Benzi mengangguk kecil. "Lumayan jauh, ya."


"Iya. Btw, ceritain dong pas kecelakaan pesawat," ucap Reva. Benzi mengangguk dan tetap berjalan.


Flashback on–


Benzi menghadapkan wajahnya kearah jendela pesawat yang memancarkan matahari yang menyengat.


Tak tahu mengapa, tiba-tiba pesawat yang dikendarai Benzi berguncang hebat, membuat seluruh penumpang pesawat mondar-mandir.


Pesawat dengan nomor penerbangan GA-Jkt7A itu terus bergoyang-goyang dan melesat cepat sampai ditengah-tengah laut Banda dan laut Arafuru.


Tak lama menunggu, Benzi segera mengambil lembaran yang terlipat rapih didalam saku kursi pesawat yang berisi doa-doa dari agama-agama lain. Benzi pun membaca doa sesuai agamanya, Islam.


"Bismillah majreeha wa mursahaa Inna robbli laghafuurur rahim..."


Arti: dengan nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratnya (pesawat ini).


"Bismilaahirrahmanirrahim Alaahu Akbar Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Subhaanalladzii Sakhkhara Lanna Haadzaa Wamaa kunnaa Laahuu Muqriniin. Wa Inna ilaa rabbinnaa Lamunqalibuun. Allaahumma innaa nas Aluka fi Safarinaa Haadza. Albirra Wattaqwaa, Wamina! ‘Amali maa Tardho. Allaahumma Hawwin ‘alainaa Safaranaa Haadza. Wathwi'annaa Bu'dah, Allaahumma Antes Shaahibu Fissafari Wal Khalifatu Fil Ahli. Allahumma Innii A'audzubika Min wa tsaais Safari Waka ‘aabatil Manzhori' Wassuu IImunqalabi Fil Maali Wal Ahli..."


Braaakk!


Pesawat ini jatuh di hamparan laut Arafuru, dekat Merauke. Untung saja, pesawat ini tidak meledak dan mencemari lautan.


"SIAPKAN PELAMPUNG UNTUK BERENANG DI LAUT INI, JANGAN TERLAMBAT! JANGAN SIBUK DENGAN BARANG-BARANG ANDA, KESELAMATAN PENUMPANG ADALAH PRIORITAS UTAMA KAMI, TERIMAKASIH." Terdengar suara bariton dari arah belakang terdengar sangat kuat. Benzi yang mendengar seruan tersebut segera mengambil tas ransel besar yang berada disebelahnya dan mengambil pelampung yang berada di kabin pesawat.


Laki-laki itu mengambil pelampung tersebut namun tiba-tiba saja pelampung itu jatuh kebawah hamparan laut, membuat Benzi panik dan kesulitan. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki muda yang tampaknya seumuran dengannya menyodorkan pelampung bewarna kuning dengan wajah yang tersenyum hangat.


"Bang, ambil saja punya Beta, Beta ikhlas." Tampak dari suaranya menggunakan logat bahasa Papua.


(Beta: Saya)


Benzi menggeleng, "tidak usah, saya bisa."


"Tidak apa-apa, Bang. Saya diajarkan oleh agama untuk menolong yang lebih membutuhkan." Laki-laki itu kembali tersenyum.


"Kamu juga membutuhkan, lho. Saya gak apa-apa."


"Bang, saya tahu. Tapi, saya sebagai manusia yang tahu kesusahan seseorang diajarkan untuk membantu, seperti yang diajarkan agama saya untuk mengasihi sesama manusia, karena kita semua saudara, walaupun berbeda agama, suku, dan golongan. Jadi, terima saja, ini permintaan terakhir saya." Benzi dengan ragu mengambil pelampung dengan oksigen.


"Terimakasih. Nama kamu siapa?" Tanya Benzi.


"Nikolas. Orang Papua, Bang."


Benzi mengangguk. "Saya Benzi."


Tiba-tiba, laki-laki yang bernama Nikolas itu terjatuh kedalam lautan tanpa disadari. Ternyata, laki-laki itu berdiri didekat pintu yang sudah terbuka lebar dari atas, Benzi dan Nikolas itu tidak sadar. Untungnya, Benzi sudah menuruti permintaan terakhir laki-laki itu. Hatinya merasa lega, namun bercampur aduk dengan rasa kasihan.


"Pak! Mundur kebelakang!" Teriak orang dari belakang. Benzi kaget dan tiba-tiba, semuanya menjadi hitam.


Flashback off–

__ADS_1


"Astagfirullah! Orangnya gimana kabarnya, Ben?!" Reva yang mendengar cerita Benzi kaget, ia merasa orang itu sangat berjasa. Tanpa lelaki itu, Benzi pasti bisa tak ada lagi.


"Udah meninggal, Rev. Aku juga merasa bersalah," tutur Benzi tak enak hati.


"Bagaimanapun, kamu doakan, Ben. Doa sesuai agama kita, hormati orang itu, Ben. Jangan merasa salah seperti itu."


Benzi tersenyum, "iya, Rev."


"Eh, sudah sampai didepan ruangannya, Ben. Ayo!" Reva menarik pergelangan tangan Benzi kedalam ruangan rawat Nenek Benzi.


"Hahahaha, kebanyakan ngomong kita."


"okee deh Rev ayo cepet jalannya udah ga sabar melihat kondisi nene sekarang" Ucap Benzi sambil berjalan lumayan tergesa - gesa.


"Assalamualaikum Nek... gimana nih udah lumayan membaik belum?" Ucap Benzi yang sangat khawatir dengan kondisi nene.


"Waalaikumsalam Ben Alhamdulillah lumayan membaik tidak seperti sebelumnya, tapi pusing nene masih kerasa..."


"Ya sudah nene istirahat terlebih dahulu, biar pusingnya hilang." Ucap Benzi.


"Iya Ben... Yasudah nenek tinggal istirahat dulu ya..."


"Oke ne... Benzi kembali ke tempat Benzi dulu ya..."


Keesokan harinya Benzi dan nenenya di perbolehkan untuk pulang kerumah.


"Ben kita mau tinggal dimana nih?, mana sudah malam lagi." Ucap nene merasa khawatir.


"Tenang ne... Kita menginap di apartemen yang Benzi dulu sewa ko"


"Ohh gitu Ben... Yasudah hari sudah larut malam, lebih baik kita cepat cepat ke apartemen tersebut."


"Iya ne... kita dikit lagi sampai ko"


"Wihh kita ada di mana nih Ben ko muter muter😂" Ucap nene sambil kegirangan melihat pandangan itu.


"Hahaha ini namanya Bundaran H.I, Ne. Disini juga salah satu tempat terfavorite di Jakarta. dengan keindahannya, semua orang yang melihatnya langsung terpesona, termasuk Author."


"Ohh gitu Ben, oiya mana apartemennya ko ga keliatan? Apa nenek yang ga tau,"


"Hehehe emang masih belum keliatan nek, ketutupan apartemen di depannya. Tunggu saja nanti juga kelihatan ko" Ucap Benzi sambil tersenyum.


2 Menit kemudian...


"Ne... tuh sudah sampai Apartemennya ada di depan"


"Waduhhhh tinggi banget Ben... Kita menginapnya di lantai berapa?"


"Kita menginapnya di lantai 27 ne..."


"Ohh oke deh ya sudah ayo cepat masuk nene ngantuk berat nih"


Benzi dan Neneknya segera menuju ke lantai 27 dengan menggunakan Lift. Sesampainya di kamar tempatnya menginap mereka segera tidur karena hari sudah larut malam.


Keesokan harinya...


"Ne... Bangun sarapan..."Ucap Benzi membangunkan neneknya.


"Iya... Nenek sudah bangun daris tadi..."


"Ohh yasudah sini makan nek... Nanti sakit lohh"


Mereka berdua segera makan dan bersiap-siap untuk besok berangkat menuju Kota Bandung, Jawa Barat.


Keesokan harinya Benzi pamit dengan keluarga Reva dan Reva, untuk pergi ke Bandung.


"Assalamualaikum" ucap Benzi sambil mengetok pintu Reva.


"Waalaikumsalam Ben kenapa?" Ucap Reva sambil tersenyum.


"Ini... Aku sama nenekku mau balik ke kampung, jadi aku mau pamit dulu sama kamu dan keluargamu"


"Aku titip salam ya... Sama ibu, bapak sama bibi"


"Iya Ben... Kamu bener mau pulang sekarang? Emang udh pulih?"


"Bener Rev... Alhamdulillah udah, Ya sudah aku pamit dulu ya... Assalamualaikum"


"Iya Ben hati hati di jalan ya... Waalaikumsalam"

__ADS_1


"Hmm ke Jepang jadi ga ya..." Ucap Reva dalam batinnya.


"Tenang Rev jadi kok😊" Ucap Benzi spontan.


"Lah?? Ko kamu bisa tau???"


"Bisa dong... Kna di hatiku ada kamu jadi aku bisa tau"


"Wooo gombal terus" Ucap Reva sambil Menyoraki Benzi.


"Hehehe ya sudah aku pamit dulu, jaga kesehatan ya... Rev"


"Iya Ben... Hati hati di jalan ya... Salam buat nenek"


"Oke Rev..." Ucap Benzi sambil menuju mobilnya.


Nenek dan Benzi segera menuju ke Kota Bandung. Perjalanannya kira kira hingga 12 Jam dari Dki Jakarta menuju kampung Benzi.


12 Jam berlalu Benzi sampai di kampungnya dalam keadaan lelah, ia segera menuju kamarnya dan beristirahat.


keesokan harinya...


"Benzi bangun... Udah pagi kuy sarapan" Ucap nenek dengan bahasa gaul nya.


"Iya ne... Sebentar Benzi cuci muka dulu" Jawab Benzi dengan nada lemas.


"Kamu kenapa Ben? Ko lemes banget?"


"Benzi meriang ne... Mungkin karena kecapean"


"Ohh yasudah kamu makan dulu sini nanti lanjut istirahat lagi"Ucap nene khawatir dengan keadaannya.


"iya ne... OTW..." Kata Benzi menuju meja makan dengan tangannya yang bergelayutan dan dalam posisi membungkuk.


Setelah Benzi makan, Benzi menuju ke kamarnya, Tiba - tiba...


GUBRAKK!!! Suara barang jatuh... seketika nenek menuju ke sumber suara tersebut. Betapa kagetnya ketika ia melihat Benzi tergeletak pingsan di lantai.


Nenekpun segera merangkul Benzi dan menuju ke kamar Benzi. Setelah sampai ke kamar Benzi, nene segera mengistirahatkan Benzi. Hingga akhirnya Benzi terbangun...


"Ne... ko aku disini si? bukannya tadi lagi di meja makan?"


"Kamu tadi jatuh pingan, untung kamu kurus jadinya bisa nenek bopong (Angkat)."


"Hehehe, makasih ya ne... Benzi tadi kelelahan."


"Sorry ngerepotin ya ne..."


"Engga ngerepotin ko Ben tenang aja..."


"Yasudah aku lanjut istirahat dulu ya ne..."


"Oke Ben... Nanti kalo sudah azan Zuhur nenek bangunkan"


Azan Zuhur pun berkumandang nenek segera membangunkan Benzi untuk solat Zuhur bersama.


"Ben... Bangun sudah azan tuh... sini solat berjamaah"


"Iya nee... Sebentar aku ambil wudhu dulu"


Merekapun solat zuhur berjamaah, selesai solat Zuhur Benzi berbicara dengan Reva tentang jalan jalan ke Jepang.


"Rev... 2 Minggu lagi kan kita akan ke Jepang nih... Kamu sudah siap siap belum?"Ucap Benzi melalui pesan chat di Whatsapp.


"Hmm ada satu sih yang belum Ben Baju musim dingin, soalnya baju ini mahal banget kalo make uang tabunganku belum cukup"


"Ohh baju musim dingin, nanti ku belikan 6 kamu 3 aku 3 tapi yang murah aja ya... yang 1 jutaan."


"Waduuh mahal banget Ben... Uang tabunganku aja baru 700 Ribu. Emang uang tabunganmu berapa Ben?"


"Aku bukan bermaksut sombong ya Rev.. inget! Jangan di kasih tau siapa siapa... Uang tabunganku ada 5 Miliar."


"Hah!!???!? 5 Miliar??? Banyak bangettt, ya sudah makasih ya... Udah mau beliin aku baju musim dingin"


"Iya Rev... Sama sama, ya sudah aku off dulu mau mesen baju itu dulu di online shop"


"Oke Ben... Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


Nahh gimana gais eps ke 17 ini?? Kalo suka kasih like Comment and selalu dukung aku terus yah... makasih😊


__ADS_2