Lilou Lililan - Red

Lilou Lililan - Red
School Life - Entrance


__ADS_3

Keesokan paginya..


"Hai jagoan.  Bagunlah, sudah siap untuk hari pertamamu sekolah?"


Anak laki-laki tampan itu merespon suara nenek yang membangunkannya, lalu membuka mata dan berkedip dengan tatapan kosong.


"El,  kau akan  terlambat untuk seleksi kelas hari ini, kalau tidak segera bersiap." ucap sang nenek lembut.


Kali ini kesadaran El sudah lebih baik. suara neneknya kali ini ini,  terdengar lebih dapat dipahami olehnya. El pun tersenyum lalu duduk dan meyingkirkan selimutnya.


"Tentu saja aku tak suka terlambat nek.  Aku akan bersiap. " jawabnya dengan suara serak bangun tidur.  Lantas ia beranjak dari tempat tidurnya.


45 menit kemudian..


El sudah sangat rapi dengan mantel putih dan celana kain abu-abu pendek miliknya. lengkap dengan kaus kaki panjang dan sepatu boot pemberian neneknya. Udara musim ini agaknya cukup dingin, jadi neneknya memilihkan pakaian yang cukup hangat untuk cucu kesayangannya itu. Ia duduk bersandar di kursi makan sambil memandangi sang nenek yang terlihat begitu serius membaca sesuatu.


"Baiklah El, coba dengarkan." neneknya berkata sambil mengalihkan pandangan dari kertas yang ada ditangannya kepada El.


"Baiklah."


Jawab el bersemangat dan antusias.


"Tas pakaian? "


Sang nenek bertanya memastikan. El menyerngitkan dahi, sedikit bingung dengan maksud neneknya.  Namun, ia langsung paham kemudian. Lalu menjawab,


"Sudah."


"Handuk?"


"Sudah."


"Ekstrak tumbuhan bubuk? "


" Sudah. "


" Permen pengharum? "


" Sudah. "


" Personal cube?"


" Sudah. "


" Makanan kering? "


" Sudah. "


" Inventory cube? "


" Sudah nek, Semua yang nenek sebutkan tadi selain personal cube tersimpan disana. Tapi sepertinya aku masih kebingungan menggunakannya nek. "


Jawab El sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Kemarikan IC* mu!" perintah neneknya.


El merogoh tas gandumnya lalu menyerahkan IC nya pada nenek.

__ADS_1


"Lihat, disini ada celah untuk mengaktifkan penyimpanannya, kau tinggal meletakkan jari telunjukmu dan lihatlah lurus ke arah IC mu. dia akan men scan apakah kau pemilik aslinya atau bukan"


"Iya nek, El masih ingat cara menyimpan barang yang nenek ajarkan. Lalu bagaimana cara mengambil barang yang El simpan disini nek?"


"Lakukan hal yang sama, namun kali ini gunakan ibu jarimu dan kedua matamu. hal ini untuk meningkatkan keamanan ketika ada orang yang mencuri IC mu El."


"Apakah semua IC bekerja dengan cara yang sama nek?" El kembali bertanya.


"Tentu saja tidak. Selain bangsa cuber, sangat jarang ada yang menggunakan IC seperti kita El. Hanya orang-orang yang mampu membelinya saja yang memilikinya. Lalu bonusnya, nenek jamin IC milikmu ini memiliki sistem keamanan yang paling tinggi diantara semua IC yang tersebar di Crystaland ini El."


"Sungguh?"


El bertanya dengan mata membulat terkagum-kagum.


"Tentu saja, nenekmu ini kan hebat."


Jawab sang nenek sambil tersenyum lebar.


"Baiklah El akan mencobanya nek."


kata El sembari mengotak-atik IC miliknya. mempraktikan apa yang neneknya ajarkan.


"Wah keren sekali ya nek." kata El sambil tersenyum kegirangan.


"Bagaimana nenek bisa membuat yang seperti ini?"


"..."


Nenek terdiam.


"Nanti kalau sudah saatnya nenek akan mengajarimu El, sekarang kau fokuslah pada teknik barrier cube milikmu."


"Waktu kita tidak banyak El." Gumamnya dalam hati.


Lalu nenek El teringat kembali akan daftar persiapan El sebelum berangkat ke sekolah.


" Sarapanmu? "


"..."


El tidak langsung menjawab.  Namun neneknya sudah mengerti ketika El dengan bangga mengangkat mangkuk dan menunjukan mangkuk kosong miliknya. Ia sangat suka masakan nenek. karna dibuat dengan sepenuh hati, rasanyapun jadi lebih nikmat.


"Bagus,  kau sudah siap. " Neneknya tersenyum sambil menepuk-nepuk kepala El dengan lembut. 


" Ayo kita berangkat. " El balas tersenyum.


...- \= (^-^) \= -...


Keekor kuda putih melaju dengan kecepatan tinggi menembus dinginnya penghujung musim salju di Crystaland. Mereka sampai ditujuan. Nenek El turun dari kuda yang ditungganginya untuk mengantar El ke sekolah,  kemudian membantu El turun. Diikatnya tali kuda pada batang pohon yang cukup besar. Lalu menatap El dan berkata :


" Perhatikan langkahmu, selalu waspada dan konsentrasi,  itu kuncinya." Ia menundukkan kepalanya, menatap El dengan lembut.


El hanya balas mengangguk.


"Jika ada sesuatu yang salah, hubungi nenek dengan personal Cube mu El."


pesan neneknya sekali lagi.

__ADS_1


"Baiklah nek,  El ingat. Tenanglah nek, tidak akan ada yang salah. Tubuh El lemah dari teman yang lain, tapi tidak dengan kekuatan El. El juga akan mendapatkan teman yang banyak. Teman yang baik."


Kata El mantap dengan senyuman.


"Siapa yang sedang berbicara ini?" Goda neneknya pada El. Tak biasanya El berbicara dengan menyebut namanya berulang kali.


"..."


El terdiam sejenak. lalu bertanya,


"Apakah nenek baik-baik saja jika sendirian dirumah?"


Sang nenek tersenyum.


"Justru kau yang nenek khawatirkan El."


jawabnya lembut sembari mengusap-usap pundak El.


"Aku hanya khawatir.  Nenek rindu, pada El yang manja.  Karna ketika sudah bersekolah El akan cepat dewasa".  El menjawab dengan imut. Lalu memeluk neneknya.


Hati seorang nenek telah disentuh, dengan perkataan polos seorang cucunya.  Kemudian diusap-usapnya rambut cucunya dengan lembut. 


"Nenek akan sangat merindukanmu El." Peluk neneknya semakin erat


"El juga sama seperti nenek", jawab El.


Nenek El menahan haru, air matanya hendak menetes.  Tapi berusaha keras ia tahan agar tidak mengalir.  Ia tidak ingin terlihat sedih dimata cucunya. Lantas ia melepas pelukanya pada El.


"Pergilah..  Nenek hanya boleh mengantarmu sampai disini. " neneknya menatap El dengan penuh kasih sayang.


El pun mundur satu langkah kecil,  lalu diciumnya tangan neneknya.  Lalu berkata:


"Nenek bisa mengunjungiku jika waktu besuk sudah tiba.  Kita bahkan bisa pulang bersama jika El libur."


"Oh iya jangan lupa membawakanku roti selai kacang ketika berkunjung ya nek. aku sangat menyukai roti kacang buatan nenek."


Pinta El dengan memamerkan gigi-giginya yang imut.


"Baiklah", neneknya menjawab dengan senyuman.  Seakan tak ingin menahan cucunya lebih lama lagi. 


El pun berlarian kecil menuju antrian di gerbang masuk.  Sesekali menengok kebelakang melihat neneknya. Fokusnya terbagi karena beberapa siswa yang tidak berbaris dengan benar dan ia harus tetap mempertahankan posisinya dengan tubuh yang kecil itu.


"Aku harus bisa mengandalkan diri sendiri.."


batin El dalam hati. Ia merasa neneknya di belakang sana masih mengawasinya. Ia malu kalau masalah antrian saja tak bisa dia atasi.


"Hai kak, tolong mengantrilah dari belakang atau penjaga disana akan memarahimu."


El mencoba menegur orang disampingnya yang berusaha menyerobot antrian.


Wanita yang diajaknya bicara itu tampaknya agak tersinggung, namun karna sudah diingatkan oleh siswa yang lebih muda, agaknya dia malu dan langsung berjalan menuju antrian paling belakang.


*Inventory Cube (biasanya dipakai untuk tempat penyimpanan yang kapasitas penyimpanannya bermacam-macam)


...- \=(^-^) \= -...


...Dear para readers,...

__ADS_1


...Jangan lupa vote ya.  Karna dengan begitu saya merasa karya saya dihargai dan sebagai penambah semangat Saya untuk terus menulis.  TERIMAKASIH ^^...


__ADS_2