
Keadaan kelas kembali kondusif setelah pengajar mereka memasuki kelas dan mengirim kedua anak perempuan yang membuat rusuh itu, ke ruang konseling.
"Baiklah anak-anak, hari ini sampai tiga hari kedepan, saya akan menemani kalian di kelas seleksi ini"
"Hasil tes sangat menentukan penempatan kelas permanen kalian besok, jadi kuharap kalian lakukan yang terbaik."
"..."
Seisi kelas hanya diam menyimak, dan menunggu penjelasan berikutnya.
"Akan ada tiga tingkatan kemampuan nantinya, yaitu beginner, medium dan advance."
"Masing-masing terbagi atas kelas attacker dan defense."
"..."
Kelas masih tetap hening.
"Jika kalian masuk ke dalam tingkat beginner, bukan berarti ketika kalian naik kelas kalian juga akan berada di kelas beginner."
"Semakin banyak benang* yang kalian miliki, maka akan semakin mengikatkan kesempatan kalian untuk naik level."
"Namun untuk setiap level class, kalian tidak dapat memilihnya, kalian akan terpilih berdasarkan hasil tes setiap tahun"
Mata biru El menatap tajam ke arah pengajar di depan kelasnya, ia sangat antusias mendengar penjelasan dan pengetahuan yang baru iya tahu.
Sang pengajar lanjut menjelaskan,
"Nah, seperti yg kubilang tadi akan ada dua class skill yang akan kalian pilih, dan class ini kalianlah yg menentukan. Kami hanya merekomendasikannya berdasarkan hasil ujian."
Beberapa siswa terlihat mengangguk-anggukan kepala mereka. menandakan bahwa mereka paham dengan apa yang telah dijelaskan.
"Baiklah sesi pertama, tentu saja perkenalan."
"Perkenalan ini akan dimulai dari saya, lalu lanjut dari sana sampai ke ujung sana." (sambil menunjuk bangku siswa dari ujung ke ujung).
"Apakah kalian siap?"
"Siaaap!!" jawab para siswa ramai-ramai.
"Kalian bisa memanggil saya Nick. Saya adalah guru advance attacker. Selain itu saya adalah seorang hunter."
"Kalau tidak ingin mendapat hukuman dariku, sebaiknya jangan membuat onar disekolah ini!" Pungkasnya tajam namun lembut.
"Sekarang giliranmu.." tunjuknya pada salah seorang siswa.
Siswa yang ditunjuknya malu-malu merapatkan hoodie nya sambil berdiri,
"Namaku.. Ian"
"Aku dari bangsa Chameleon dan aku sangat suka jamur.."
Belum selesai perkenalan Ian, beberapa siswa berbisik.
"Waah apakah dia sungguh seorang Chameleon?"
"Akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung"
"Bagaimana kalau kita mengajaknya keluar? aku ingin melihat kulitnya bersinar."
"Pantas saja iya sangat pemalu."
Namun sepertinya bisik-bisik mereka terlalu kencang. Membuat Nick terpaksa menegur mereka dengan keras.
__ADS_1
"Simpan dulu gosip kalian saat di kelasku!" serunya.
Sontak kelaspun hening kembali.
"Baiklah, ceritakan lalu tunjukkan sedikit kemampuanmu lalu kira-kira class apa yang ingin kau ambil dan mengapa kau menginginkannya!" perintah nick kepada muridnya itu.
Ian kembali merapikan hoodie, ia terlihat gugup.
"Baik pak."
"Kemampuan dasarku tentu saja penyamaran. aku bisa mengubah warna kulit dan.."
"Biar kutunjukan" jelasnya sedikit ragu, lalu menyentuh hoodie berwarna hitamnya. seketika kulitnya berubah warna menjadi hitam legam. Karna hoodienya juga berwarna hitam, ia nyaris tak terlihat.
"Waaaah...!" Seisi kelaspun di buat kagum olehnya.
Lalu ia melanjutkan "Aku ingin mengambil class attacker nantinya. aku tidak begitu perduli akan di tempatkan di level apa. Namun posisiku akan sangat menguntungkan jika aku bisa menjadi seorang attacker." pungkasnya. Ianpun duduk kembali.
Murid di sebelah Ianpun berdiri, ia tau kini gilirannya memperkenalkan diri. Dengan penuh kepercayaan ia memulainya.
"Namaku El, ya panggil saja aku El."
"Aku adalah seorang Cuber yang sangat menyukai bintang dan aku suka berbagi hal yang aku suka.
"Class yang ingin aku ambil.. mungkin attacker, karena ku rasa nenek sudah cukup mengajarkanku tentang pertahanan, jadi aku ingin mencoba hal baru." terang El dengan senyumnya yang sangat menggemaskan.
"Aku akan menunjukkan sedikit kemampuanku pada kalian."
El bergerak maju. Kemudian ia membuka kedua tangannya, membentuk sebuah pola. Lalu mulai terlihat ia memadatkan cube nya menjadi sebuah bentuk, lalu memecahnya. menjadi bintang-bintang kecil yang bersinar. Bintang-bintang itu ia bagikan kepada teman-temannya dan Nick.
Murid-murid diruangan itu terlihat sangat kagum. Walaupun ini hanya terbuat dari cube, tapi begitu indah. mereka bertepuk tangan dan diantaranya ada yang menepuk-nepuk bahu El.
Nick menyerngitkan dahi,
"Bagaimana cara membuatnya bercahaya?"
Nick semakin tak mengerti dibuatnya. Hal ini pertama kali ia temui selama 6 tahun menjadi pengajar di Grandana Academy. Ia tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Namun tetap saja Nick heran dengan pemahaman anak berumur 7 tahun tentang pola penggunaan benang kekuatannya yang sudah semahir itu.
Tidak ingin terlihat pilih kasih, nick mencoba biasa saja menghadapi El. Ia pun mempersilahkan murid yang lain untuk melanjutkan.
Beberapa saat setelahnya, terdengar suara ketukan di pintu masuk ruangan. Dua orang gadis sedang berdiri sedikit kikuk disana. Raut mereka datar tanpa senyuman, justru terkesan marah.
Nick menoleh kearah sumber suara,
didapatinya dua orang itu buru-buru menundukkan pandangan begitu bertemu tatap dengannya.
"Aaaa nona-nona cantik ini sudah kembali rupanya, dari ruangan conseling Miss Clara!"
seru nick mengalihkan perhatian murid-muridnya.
"Kemarilah, dan perkenalkan diri kalian kepada kami dengan hangat!" perintah Nick dengan lembut, namun penuh penekanan di ujung kalimatnya.
Kedua gadis kecil itu berjalan masuk menuju depan kelas mereka.
"Hallo semua, namaku Rose" sapa gadis berambut merah kepada teman-temannya.
"Namaku, Leah."
"Ku harap kita dapat berteman baik mulai hari ini." tutup Leah sebagai perkenalan singkat mereka.
"Baiklah.."
"Karena kalian tidak mengikuti kelas dari awal, dan karena sudah cukup menunjukan KEMAMPUAN kalian di depan teman-teman kalian, kalian boleh duduk." perintah Nick kepada dua orang pembuat onar di hari pertama kelasnya dimulai itu.
__ADS_1
...... ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ ......
Nick mempersilahkan masuk murid-murid kelas perkrnalan ke dalam sebuah ruangan sambil memegangi gagang pintunya. Setelah dipastikan tak ada murid yang tertinggal, ia menyusul mereka masuk dan menutup pintu kayu besar itu dengan rapat.
"Kali ini, kita akan melakukan sedikit tes."
"Tapi ini hanya tes psikologi, jadi jangan tegang."
"Tes ini juga akan menentukan di ruangan mana kalian akan ditempatkan di asrama Grandana Academy. Karena kecocokan karakter teman satu kamar kalian akan sangat memengaruhi perjalananan kalian dalam menempuh pendidikan di sini."
"Kami sangat memperhatikan itu!" pungkas Nick.
"Sekarang kumpulkan personal cube milik kalian!" Perintah nick sambil menyodorkan kantung hitam kepada murid-muridnya."
Setelah terkumpul, nick meminta para siswanya untuk menunggu. Sementara ia pergi ke sudut ruangan yang gelap. Entah kenapa ruangan ini sepertinya sengaja di setting dengan pencahayaan yang minimum.
Tak lama Nick kembali dengan kantung hitam yang dibawanya tadi. Lalu membagi-bagikan personal cube milik siswanya sesuai dengan nama yang tertera di sana.
"Aku sudah mensinkronkan personal cube kalian dengan program tes psikologi yang akan kalian lalui."
"Selanjutnya, lalukan saja apa yang kuperintahkan. Mengerti?"
"Mengerti pak!" Jawab murid-murid nya.
"Apa kalian siap?" tanya nick.
"SIAP PAK!!" para murid menjawab dengan serentak.
"Baiklah Bill, kau duluan, ikuti aku!" Perintah Nick kepada siswa berambut coklat itu.
Nick dan Bill menuju sudut ruangan. Ternyata ada pintu disana. Kemudian Nick mulai menjelaskan situasinya kepada Bill.
"Masuklah melalui pintu ini, apapun yang kau lihat disana tidaklah nyata. Kembalilah dengan membawa salah satu yang ada disana. Ingat HANYA SATU."
"Kau mengerti Bill?"
Bill membalas dengan mengangguk. Tersirat ketegangan dan ketakutan di wajahnya.
"Apa kau takut kegelapan Bill?" tanya Nick.
"Kurasa begitu." Jawab Bill singkat.
"Disana tidak akan segelap ini. Masuklah!" perintah Nick lembut.
Sedikit ragu, Bill membuka pintu kecil berwarna hitam di hadapannya. Lalu melangkah masuk..
...... ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ ......
Bill panik ketika pintu di belakangnya tertutup sendiri. Ia mencoba membukanya kembali namun tidak bisa. Lalu, tiba-tiba pintu dihadapannya berubah menjadi banyak, dengan warna dan bentuk yang berbeda-beda. Ada cahaya menyinari di setiap pintu yang ada disana. Ruangan tempatnya berada tidak gelap lagi. Namun kini ia sedikit kebingungan.
"Nick tidak mengatakan apapun tentang pintu-pintu ini." gumam Bill.
Mata bill terlihat menjelajahi seisi ruangan yang penuh dengan pintu. Ada pintu menuju bawah, samping dan atas.
Ia tidak mengerti, namun karena ini pintu, mungkin ia harus memilih untuk melalui salah satunya. Begitulah batin Bill. dilihatnya ada anak tangga untuk menuju pintu-pintu yang berada di atasnya.
Bill mulai ragu, karena terlalu banyak pintu. namun pada akhirnya, matanya tertuju pada pintu kayu dengan ukiran-ukiran classic yang ada di bawahnya. Ia menarik kenop pintu itu. seketika itu juga, pintu yang lain menghilang. Bill menelan ludah.
"Siap atau tidak, aku akan melalui nya."
Bisiknya pada diri sendiri sambil melihat tangga menuju ke ruang bawah tanah di bawah nya.
Udara dingin tiba-tiba menyeruak dari ruangan dibalik pintu coklat itu. Perlahan bill mulai menuruni anak tangga itu.
__ADS_1
*benang : benang disini maksudnya adalah semacam penghubung pemilik kekuatan dengan kapasitas kemampuan yang bisa dikendalikan orang tersebut. Berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam pengendalian kekuatan. Semakin banyak benang yang dimiliki, maka akan semakin banyak kemampuan yang bisa dikendalikan oleh seseorang.
...... ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ ......