Lima Pahlawan

Lima Pahlawan
3. Rencana


__ADS_3

Siang itu seperti yang telah dijanjikan sebelum nya, setelah aku beristirahat, Andre dan Nico membangunkan ku, aku sadar bahwa mereka sudah bersiap-siap dan menunggu ku.


"Sial, apa Nico tidak butuh istirahat?" aku mengumam dalam hati ku, namun ku acuhkan itu, mengingat bisa saja raja sudah menunggu kami, oleh karna itu aku harus segera bersiap-siap.


Setelah aku selesai dengan persiapan ku, kami bertiga bergerak menuju tempat singasana raja, sesampainya kami disana kami dengan segera menghadap raja.


"Baginda, kami sudah datang." kata kami serentak.


"Baik lah, aku disini akan membahas berita yang telah dibawa oleh Nico tadi pagi kepada ku, jujur aku merasa kaget namun kita semua harus siap menerimanya" ucap raja.


"Angkat lah kepala kalian mari kita, menuju ruangan makan, disana kita bisa membahas ini secara santai", Raja mengajak kami mengikuti jamuan makan siang nya.


Kami pun pergi mengikuti raja ke sebuah ruangan yang amat besar dengan meja panjang ditengah ruangan tersebut, semua meja dan kursi yang ada disini terbuat dari batu, lalu kami mengambil posisi duduk masing-masing, kami mengatur posisi duduk agar tidak terlalu jauh sehingga diskusi kami bisa berjalan lancar.


Setelah itu beberapa pelayan yang lumayan cantik datang membawakan kami makanan, "silahkan tamu-tamu ku" ujar raja itu dengan ramah.


"Baik baginda raja", dengan sedikit gugup aku menjawabnya.


"Nico sudah sering berkunjung ke kerajaan ku, dia telah terbiasa dengan budaya, makanan yang ada disini, tapi Piter jika ada sesuatu yang bisa ku bantu agar kau merasa nyaman kata kan saja". sungguh raja itu menyambut ku dengan sangat ramah.


Kami pun mulai menyantap hidangan kami, aku awalnya tidak yakin akan bisa memakannya karena perbedaan yang begitu nyata pada makanan pokok.


Tapi aku kesampingakan pikiran itu dan mencoba mencicipinya, setalah aku mencicipinya pikiran ku berubah seratus delapan puluh derjat, 'ini tidak buruk bahkan rasanya enak', gumamku sambil tersenyum.


Setelah kami selesai bersantap beberapa pelayan datang lagi untuk membereskan semua yang ada dimeja, dan mereka membawakan sebotol anggur menuangkan angur tersebut di gelas raja dan Andre, hanya aku dan Nico yang tidak meminumnya, alasanya karena aku masih kecil.


Hay usia ku baru empat belas tahun Nico sudah Berusia tujuh belas tahun, sedangkan Andre sudah lebih tua dari kami dia berusia dua puluh tahun.


"Jadi Nico kejadian yang telah terjadi dikerajaan api sama persis dengan apa yang pernah terjadi dikerajaan kegelapan?", suara raja memecah lamunan ku.


"Iya baginda raja, tepatnya tiga tahun setelah kejadian di kerajaan kegelapan itu terulang kembali dikerajaan api" Nico menjelaskan.


"Piter aku tidak menyangka ini semua terjadi dikerajaan mu" ucap Andre.


"Para bedebah itu sudah membuat dua kerajaan jatuh kedalam rencana jahat mereka", ucap Andre lagi.


"Begitulah yang terjadi saya tidak menyangka kalau mereka akan menyerang malam itu langsung menuju istana kerajaan api" Nico berkata.

__ADS_1


"Semuanya sudah terjadi, namun Nico jika aku boleh bertanya apakah kau sudah mengetahui bahwa mereka akan menyerang kerajaan ku Nico?".


"Ya Piter, aku sudah mengetahuinya, selama ini aku sudah mengamati Zeon melalui bayang-bayang, saat kejadian itu menimpa keluarga ku, aku mendapat tanggung jawab dari orang tua ku untuk menjaga agar kakak ku tidak menghancurkan kerajaan api"


"Lalu Nico jika kau tahu kakak mu akan menyerang kenapa kau tidak membunuh kakak mu?"


"Piter dia saudara ku meski dia sudah membunuh orang tau ku, ayah dan ibu ku berkata kalau kakak ku telah terpengaruh oleh skeleton yang memiliki nama Reya, berbeda dengan tengkorak lain Reya bisa bicara dan memiliki akal pikiran sendiri"


"Mengapa kau tidak memberi tau keluarga ku untuk mempersiapkan diri?" aku masih tidak terima dengan semuanya.


"Piter aku sudah memberi tau Duke Perdi bahwa kakak ku dan paman mu cepat atau lambat akan melakukan kudeta, ayah mu telah tau, semua informasi telah aku sampaikan, semua orang sudah bersiap mengakhiri hidup paman mu tapi tanpa disadari mereka mengambil langkah lebih awal"


"Aku rasa ada mata-mata dikerajaan api yang bekerja untuk Moris, sehingga mereka bisa menjalankan rencana mereka lebih dulu, mungkin mata-mata itu salah satu prajurid?"


"Benar Andre, aku berfikir sama seperti mu"


"Baik lah Piter aku memang gagal menyelamatkan kedua orang tua, dan kerajaan mu, tapi setidak nya aku masih bisa menyelamatkan mu, yang artinya kakak ku dan Moris belum sepenuhnya berhasil membuat dunia ditelan kegelapan abadi"


Aku menangis diruangan itu membayangkan wajah orang tua ku ketika ditikam, rasa perih pedang itu saat menancap ditubuh mereka seakan-akan melukai ku itu membuat bagian tubuh ku sakit.


Ayah, ibu, kakek, dan adik ku, aku akan menjadi lebih kuat dan akan aku akhiri hidup paman Moris dengan cara yang paling tragis, api dalam dada ku mulai bergejolak, aku marah dan sedih tanpa aku sadar aura ku keluar, badan ku mulai terbalut api.


Air mata ku makin menetes, aku merasa kehilangan keluarga ku, tapi dilain sisi mereka menyambut ku sebagai keluarga baru, berbeda dengan tadi tidak ada amarah didalam tangis ku aura ku pun hilang secara perlahan.


"Hay, Piter kakak akan memberi mu sesuatu" Andre berkata sambil tersenyum ramah.


"Hah. Kakak?" aku sedikit kaget.


"Ya, tentu saja Piter aku adalah putra mahkota, anak raja alex raja kerajaan tanah, jika dia mengangap mu keluarga nya maka secara tidak langsung aku adalah kakak mu" kembali Andre berkata sambil tersenyum, dia mengeluarkan sebuah benda dari balik punggung nya.


"Apa ini pedang ku?"


"Ya, Piter aku telah membuat sarung pedang mu agar dia tidak membakar sesuatu lagi"


"Baik lah Nico, saat ini aku dan Andre berencana akan menjaga Piter, jika tidak keberatan kau bisa juga tinggal disini bersama kami untuk melatih dan manjaganya juga, sampai waktunya tiba untuk Piter dan kalian semua menuju kerajaan lainnya untuk berjumpa dengan pahlawan yang sama seperti kalian" ucap baginda raja.


"Baik baginda raja aku akan mengikuti saran mu, aku dan Andre akan melatih Piter, mengajarinya seni beladiri dan juga akan melatih fisiknya agar saat dia sudah bangkit di usia lima belas tahun dia akan mudah mengendalikan kekuatan dewa nya" ucap Nico, aku menatapnya dan aku lihat bahwa Andre pun mengangguk setuju.

__ADS_1


Seperti itulah rencana yang telah sama-sama mereka buat untuk ku, selama setahun kedepan aku akan tinggal dikerajaan tanah, Nico dan Andre akan menjadi guru ku.


Aku merasa senang mereka semua perduli pada ku, aku tau alasan mereka perduli pada ku karena aku adalah anak yang sama seperti mereka, aku adalah pahlwan yang dibutuhkan oleh setiap kerajaan untuk menyelamatkan dunia.


Namun aku tidak perduli tentang itu aku sudah menemukan tujuan ku dalam setahun kedepan aku harus bertambah kuat agar aku bisa membalas semua perlakuan Moris yang tidak lain adalah paman ku sediri namun dia tega membunuh keluarga ku.


Kamipun Akhirnya selesai melakukan pertemuan dan membahas tindakan selanjutnya, sebelum raja membubarkan kami semua, tiba-tiba Nico berkata "raja sepertinya saudara ku dan Moris butuh waktu tiga tahun untuk dapat lagi menyerang kerajaan lainnya, menurut pengamatan ku target mereka kemungkinan besar kerajaan mu"


"Baik lah Nico terimakasih atas informasinya, berarti dalam waktu tiga tahun kedepan kalian sudah bisa mengumpulkan seluruh pahlawan agar kalian bisa, menyelaraskan kekuatan kalian dan bergerak untuk menyelamatkan dunia".


"Benar ayah, setahun akan kami pakai untuk melatih Piter disini".


"Dua tahun lagi akan kami pakai untuk mengumpulkan pahlawan lainnya, saat semuanya telah berjalan sesuai rencana, saat kami kembali kami akan membawa dunia ini pada kedamaian"


Kami pun akhirnya bubar, aku dan Andre berencana untuk berkeliling melihat kerajaan tanah, aku ingin melihat peradapan yang ada disini, jujur aku tertarik melihat bangunan antik mereka yang secara harfiah melubangi gunung dan di tengah-tengah lembah dekat dengan sungai mereka membangun pasar yang lumayan besar.


Andre setuju untuk mengajak ku berkeliling dikerajaannya, namun Nico memilih tidak ikut, setelah dia berkata tidak ikut, seperti biasa Nico hilang dibalik bayang-bayang.


"Apa Nico akan istirahat?" aku bertanya kepada Andre


"Mungkin Piter, namun percayalah Piter, Nico hanya akan tidur tiga hari sekali"


"Apa itu efek kekuatan dewa kegelapannya?"


"Sepertinya iya adik ku"


Sunggung kekuatan yang aneh, aku mengucapkan dalam hati.


Kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat-melihat kerajaan tanah tersebut, setibanya dipasar Andre membelikan ku beberapa makanan, aku suka dengan makanan yang ada disini.


"Piter saat malam tiba beristirahat lah dengan baik, persiapkan tubuh mu karena Nico dan aku bukan orang yang baik saat melatih" ujar Andre.


Namun aku tidak menghiraukan ucapannya seberapa tidak baiknya meraka saat melatih, toh juga selama ini aku sudah berlatih dasar-dasar pertarungan, paling hanya gertakan pikir ku.


Akhirnya aku merasa lelah karena dari tadi telah berjalan, kami pun beristirahat sebentar sebelum akhirnya kembali keistana untuk makan malam dan beristirahat.


Aku merasa nyaman disini, aku kagum dengan sifat ramah mereka, saat makan malam pun mereka menyambut ku dengan ramah, setelah makan malam selesai dan sedikit berbincang Andre pun menyuruh ku untuk istirahat

__ADS_1


Sementara itu dia dan Nico duduk di balkon istana, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu, biarlah pikir ku waktunya aku tidur, dan jujur aku tidak sabar untuk latihan besok pagi.


__ADS_2