Lion And Liana

Lion And Liana
BAB 1. "Awal Dari Kita!"


__ADS_3

kisah cinta remaja cantik bernama liana syazilea andrika dengan lion atharayyhan mereka yang masih duduk di bangku dua SMA keduanya bertemu secara tidak sengaja hingga akhirnya terbawa rasa, liana anak ke tiga dari tiga bersaudara dirinya di kenal sangat cantik,dan anak yang berprestasi di sekolahnya,liana memiliki latar belakang keluarga yang tak seperti ia inginkan.


sedangkan lion seorang anak semata wayang dari keluarga konglomerat,lion di kenal sangat tampan tinggi dan sikap nya yang dingin, lion pernah menjalankan pendidikan di negara asal papa nya yaitu china saat dirinya duduk di bangku SMP sedangkan mama lion berasal dari Indonesia, namun beberapa hari lalu lion di tinggalkan oleh kedua orang tuannya,kini dirinya menjadi pewaris tahta kekayaan orang tuanya dan semenjak di tinggalkan orang tua nya lion memutuskan meninggalkan rumah untuk sementara waktu


tok..tok..tok.. suara ketukan pintu dari kamar liana


"non bangun ini sudah pagi?.." sahut bibi maria seorang pembantu di rumah liana


tidak lama kemudian alarm liana pun berbunyi


kringg..kringg!!


liana pun terbangun menggerakan tubuhnya sambil membuka matanya dengan perlahan-lahan lalu mematikan alarm nya yang berada di atas meja samping kasurnya


"non ayo bangunn??.." sahut bi maria kembali


"iya bi..aku udah bangunn.." gumam liana yang masih lemas


"ya sudah kalau gitu, nanti jangan lupa langsung mandi ya non?"


"iya bi.."


"ya sudah"lalu bi maria pergi


liana terduduk dan menguletkan tubuhnya lalu terbangun dari kasurnya berjalan untuk membuka jendela kamar di lanjut mengambil handuk dan segera masuk ke kamar mandi


beberapa menit kemudian


setelah semuanya sudah siap dan rapi liana segera turun dari tangga untuk menuju lantai bawah di saat liana sedang melangkahkan kakinya tiba-tiba liana mendengar suara tangisan yang terdengar jelas kalau itu adalah suara mama nya yang sedang menangis


"itu ko kaya suara mama lagi nangis ya?, mama kenapa?..apa aku samperin aja" lalu liana berjalan dengan cepat untuk pergi ke kamar mama nya


sesampai nya liana di depan pintu kamar mama nya tidak lama kemudian keluar andrika papa liana dari kamar dengan raut wajah yang kesal


"mereka pasti habis bertengkar lagi" kata liana di hatinya setelah melihat papa nya keluar melewatinya


liana melihat pintu kamar yang terbuka, dengan langkah perlahan-lahan ia masuk kamar seketika liana terkejut melihat keadaan kamar barang-barang yang ada di kamar berserakan di lantai dan beberapa vas bunga kecil pun sudah pecah berada di lantai


dengan melihat keadaan yang seperti itu liana langsung menghampiri mama nya yang terduduk di kasur sambil menangis


"mom are you okay?"tanya liana yang duduk di samping mama nya lalu memeluk mamanya dengan penuh rasa khawatir


tidak lama kemudian deliana mama liana menghapus air matanya lalu menjawab pertanyaan anaknya


"mama okey ko sayang, mama gak papa"


"aku takut mama terluka ngelihat keadaan yang udah kaya gini" ucap liana setelah melepaskan pelukannya


"ngga ko sayang mama gak papa, mama baik-baik aja"


"mama plis liana mohon jangan bertengkar lagi sama papa liana udah cape dengarnya liana gak mau kalau sampai hal ini terjadi lagi dan mama bisa sampai terluka"


"mama juga udah cape tapi mau bagaimana lagi mama selalu gak bisa kendaliin emosi papa kamu"


liana kembali memeluk mama nya sambil mengelus pundak mama nya


"kamu udah sarapan?"


"belum mah" jawab liana sambil melepaskan pelukannya


"mendingan sekarang kamu sarapan nanti keburu siang,kamu kan harus cepat berangkat ke sekolah"


"iya mah" gumam liana sambil menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"mama jangan nangis lagi oke?.."


"iya mama gak nangis ko" ucapnya lalu tersenyum tipis agar liana tidak mengkhwatirkannya lagi


"nah oke.." ucap liana setelah melihat mamanya tersenyum


lalu liana keluar dari kamar mama nya pergi ke dapur untuk sarapan


"baru kali ini aku lihat mama sama papa bertengkar sampe segitunya"


ucap liana di hatinya sambil makan dengan mata melamun


"non ko makan nya sambil ngelamun?" tanya si bibi sambil menaruh air minum di meja makan untuk liana


"eh bibi.." gumam nya yang sedikit kaget


"kenapa non?"


"ngga,liana gak papa ko bi"


"bibi kira masakan bibi gak enak loh"


"ngga ini masakan bibi enak ko liana suka"


"syukurlah kalau begitu,yaudah bibi tinggal dulu ya non.."


"oh iya bi,silahkan"


setelah selesai sarapan liana segera keluar rumah


"eh non pas banget non keluar,baru aja mobilnya selesai di bersihin" kata pak andi supir pribadi papa liana saat melihat liana keluar dari rumah


"loh pak andi gak nganterin papa kerja?" tanya liana yang sudah keluar setelah selesai makan


"jadi papa bawa mobil sendiri?"


"iya non, makanya saya bersihin mobil ini dulu karna kan udah lumayan lama gak di pake"


"oh yaudah hayu pak berangkat sekarang pak, udah mau siang nih" ucap liana sambil melihat jam jangan nya


"baik non"


"silahkan masuk non.." sambil membukakan pintu mobil


"makasih pak"


"pak andi nanti pulang sekolah pak andi juga ya yang jemput saya, soalnya nanti saya mau pergi ke mall sama nanti kita mampir di restoran mama dulu sekalian nanti kita makan siang di sana" kata liana di tengah-tengah perjalanan


"siap non"


sesampainya di sekolah liana langsung di sapa banyak orang tak heran karna dirinya yang miliki wajah cantik, tubuh nya yang ideal dan otaknya yang cerdas membuat semua orang menganguminya, dirinya berjalan di lingkungan sekolahnya menuju kelas,saat masuk ke kelas liana langsung di sapa oleh kedua sahabatnya jesy dan fida dari arah tempat duduk mereka


"hai Lii.." sahut jesy sambil melambaikan tangannya


"good morningg!!.." sambung fida dengan ceria


"haii..morning juga gays"jawab liana dengan ceria sambil berjalan menghampiri mereka


"tumben baru datang?" tanya jesy setelah liana duduk di bangkunya


"iya nih soalnya tadi di rumah ada sedikit kendala"


"oh gitu"

__ADS_1


"Li asal lu tau ya masa kita yang dari tadi cuman duduk lagi asik ngobrol udah ada lima surat cinta aja yang di titipin ke kita" kata fida


"surat cinta lagi!.." seru liana


"iya, dan pastinya buat siapa lagi kalo bukan buat lo, nih?.." ucap jesy sambil memberikan lima surat itu ke liana


"apaan si nih mereka" gumam liana sambil menerimanya


"terus kalian udah baca?" tanya liana


"ya belum lah lagian surat itu kan buat lo, kita mau dengar langsung aja dari lo" jawab fida


"coba deh lo baca satu-satu" ucap jesy


"gue harus mulai dari yang mana nih?"


"ya terserah yang mana aja"


lalu liana membuka dan membaca salah satu surat cinta itu


"liana aku tau aku bukan orang yang tampan, lelaki yang bukan menjadi idaman mu, tapi meskipun begitu aku selalu peringkat satu di kelas ku dan semoga dengan itu kamu bisa menerima cintaku" isi surat pertama yang liana baca dan membuat merasa geli


setelah mendengarnya jesy dan fida malah tertawa


hahahaaa!!.. tawa jesy dan fida secara bersamaan


"apaan sih nih norak banget, nembak ko pake prestasi di kira gue cewe bodoh apa!." seru liana yang sedikit kesal


"jadi maksudnya dia ngejaminin prestasinya buat nembak lo gitu" ucap jesy lalu kembali tertawa


"hahahaaa... lucu juga ya!" seru jesy sambil tertawa


"ada-ada aja..!" seru fida setelah tertawa


"ish apaan sih udah lah gak mau gue buka surat yang lainnya" kata liana dengan sedikit kesal


"ya itu sih terserah lo" kata fida


"gue udah muak nerima surat cinta yang isinya ke beginian, pokoknya besok-besok jangan ada yang terima kalau ada yang ngasih surat cinta lagi buat gue"


"iya deh gak akan" kata jesy


"udah kalau gitu buang aja" ucap fida


"tapi jangan buang di sini juga nanti kalau yang ngasihnya tau gimana?" ucap liana dengan suara pelan


"iya juga ya" gumam fida


"mendingan lo taro aja dulu di dalam tas lo" ucap jesy


"oke deh" lalu liana menaruhnya ke dalam tas


"den, den lion di mana sekarang?" ucap salah satu bodyguard lion lewat telepon


"saya juga gak tau saya di mana, saya gak ngeliat nama lokasi daerahnya, mungkin karna saya udah lama gak lewat sini, tapi tenang aja saya di sini baik-baik aja, saya hanya butuh waktu untuk sendiri"


"aduh den bahaya kalau den lion cuma sendiri, bagaimana kalau salah satu di antara kami temani den lion"


"saya kan sudah bilang saya butuh waktu untuk sendiri"


"tapi kan den, den lion pergi tidak bawa apa-apa, baju sama kendaraan juga tidak bawa, terus nanti den lion juga mau tinggal dimana?"


"soal itu gampang, sekarang saya tugaskan buat kelian semua yang ada di rumah, jaga rumah baik-baik selama saya pergi, dan saya juga akan pindah sekolah, selama beberapa waktu ini jangan hubungi saya dulu" bicara lion lalu langsung mematikan teleponnya

__ADS_1


"den?, den lion?..yah di matiin lagi"


__ADS_2