Lion And Liana

Lion And Liana
BAB 2. "Cinta Pada Pandangan Pertama"


__ADS_3

Tidak lama kemudian lion datang ke tempat penjualan sepeda motor,saat sedang melihat-lihat


lion malah tertarik dengan motor yang sudah tidak terkenal lagi, karna menurutnya motor itu terlihat menarik dan keren, mungkin karna lion tidak selalu berada di negaranya membuat dirinya tidak begitu tau tentang hal semacam itu


"permisi mas?..ada yang bisa saya bantu?" kata salah satu sales counter yang menghampiri lion


"mas menurut mas gimana kira-kira motor itu keren gak?" tanya lion sambil menunjukkan motor itu dengan jari telunjuknya yang ada di hadapannya


"oh yang itu bukannya motor udah keluaran lama ya mas!.."


"oh ya?, saya gak tau soalnya"


"Nih orang dari mana sih bisa-bisa nya dia gak tau" ucap mas sales counter itu dalam hatinya


"mas gimana kalau kita ke tempat sana aja, di sana banyak keluaran baru dan pastinya keren-keren banget mas"


"gak usah deh mas,saya mau yang ini aja,ini juga keren ko" ucap lion


"emm...tapi motor yang itu udah mau di angkut mas karna itu kan udah keluaran lama, jadi udah banyak yang gak minat juga" ucap sales counter itu


"lah ini saya minat mas!" seru lion


"tapi mas nya beneran mau beli yang ini?, soalnya ke banyakan orang mau nya yang keluaran baru"


"saya serius mas"


"apa nih orang gak mampu beli yang model baru kali ya"ucap mas sales counter itu di dalam hatinya kembali


"lagian dari pada di angkut kan mendingan saya beli"


"oh yaudah mas boleh nanti saya atur pengirimannya ya mas, buat pembayarannya mas bisa ke tempat administrasinya dulu"


"gak perlu di kirim, saya mau langsung pake aja"


"ma-maksudnya di pake sekarang mas?"


"iya sekarang, bisa kan?"


"oh, bi-bisa ko bisa"


"oh oke mas, kalau gitu mari saya antar ke tempat pembayarannya mas"


"oke"


"mbak ini saya bayar pake kartu kredit ya?" kata lion sambil memberikan kartu kreditnya


"oh iya mas"


seketika si mbak pun terkejut di dalam hatinya karna kartu kredit milik lion itu bukan kartu kredit biasa,karna hanya orang tertentu yang memilikinya


"hah...ini kan kartu kreditnya, bukan sembarang kartu kredit pasti si mas nya kaya raya banget" kejut si mbak itu di hatinya


"mas nya pasti orang kaya raya yah?" tanya si mbaknya


"boleh dong mas jadiin saya beban hidup mas nya.." ucap si mbaknya kembali


"maaf mbak makasih lagian saya gak mau di repotin" ucap lion


"gilaa...nih orang gak ada-ada ramah-ramahnya" kata hati si mbaknya kembali


"ini mas udah selesai?" sambil memberikan kartu kreditnya


"makasih.." sambil menerimanya, lalu setelah selesai lion langsung pergi


"tapi bisa-bisa dia kaya raya beli nya modelan motor lama begitu" kata hati si mbaknya kembali sambil melihat lion berjalan pergi

__ADS_1


Saat jam belajar liana dan jesy keluar untuk ke kamar mandi mereka berjalan menuju ke kamar mandi sambil asik berbincang bersama dan pada saat mereka melewati kantor kepala sekolah,jesy yang tidak sengaja melihat orang di dalam nya karna pintunya terbuka


"eh li liat deh?.." sambil menepuk pundak liana dan mereka menghentikan langkahnya


"apaan sih?"


"itu di dalam kantor kepala sekolah, kaya nya bakalan ada murid baru deh"


"lo nih demen banget ngintip-ngintip"


"ih siapa yang ngintip sih,orang gue gak sengaja liat"


"mana si?..."


"sini-sini" seru jesy yang semakin mendekati pintu sambil menarik tangan liana lalu mereka melihat bersama


"mungkin iya kali bakalan ada murid baru" kata liana dengan suara pelan


"itu pasti orang tuanya yang lagi duduk ngobrol sama pak kepala sekolah,terus anak nya itu yang cowo pake baju sekolah lagi berdiri itu"


ucap jesy yang hanya bisa melihat belakang badannya saja


"kalau dia udah pake baju sekolah berarti dia bakalan langsung ikut belajar dong"


"bisa jadi"


"ah udahlah yuk gue udah kebelet banget nih.." ucap liana


"iyaiya..orang bentar doang juga" gumam jesy


"ya tapi jangan sekarang jugaa..." sambil menarik tangan jesy dan buru-buru jalan menuju kamar mandi


"jangan lama-lama lo.." kata jesy saat sudah sampai di kamar mandi


"iya bawel banget sih" ucap liana sambil masuk kamar mandi


"ditoo!..ayo silahkan masuk!" sahut bu guru sambil melihat ke arah pintu


setelah di panggil dito pun langsung masuk


para siswi di kelas itu langsung terkagum dengan ketampanan dito


"tuh cowo boleh juga.." gumam hati fida


"dito silahkan kamu perkenalkan diri kamu?"


"baik bu"


"halo semuanya perkenalkan nama saya dito hadrian,saya asal dari jakarta utara dan saya juga pindahan dari sekolah sana" ucap dito


"Li kira-kira dia bakalan duduk di kelas mana ya?.." pertanyaan konyol jesy, sambil berjalan bersama menuju kelas


"lo pikir gue tau apa?"


"hehe... iya juga sih"


"lagian lo kaya nya tergila-gila banget sama tuh cowo, dari tadi ngomongin dia terus"


"ya kalau gue gak suka sama cowo,gue gak normal dong"


"ya gak segitunya juga kali.."


"iya deh iya.."


setelah sampai di hadapan pintu kelas yang tertutup jesy langsung membuka pintunya, saat membukanya jesy dan liana terkejut di hatinya karna orang yang baru mereka bicarakan tepat masuk di dalam kelasnya dan sedang berdiri di hadapan teman-teman kelasnya, karna ada yang masuk dito dan yang lainnya melihat ke arah liana dan jesy,karna rasa kejutnya membuat mereka berhenti sejenak menghentikan langkahnya setelah masuk

__ADS_1


lalu bu guru mulai kembali berbicara mengenai dito seketika mereka semua mengalihkan pandangannya pada bu guru dan mendengarkan apa yang bu guru sedang bicarakan


hati liana dan jesy yang berkata-kata


"what dia masuk ke kelas ini!"seru liana di hatinya


"sumpah dia masuk kelas ini!" seru hati jesy dan dirinya sambil mengeluarkan senyuman tipis saat melihat dito melihatnya bersama liana, lalu dito ternyata pandangannya lebih fokus ke liana sedangkan liana hanya sedikit menundukan kepalanya ia seakan malu untuk menatap


"gue kira dia gak masuk kelas ini" kata hati liana kembali


"sumpah dia keren juga ya.." kata hati jesy kembali


lalu tangan liana menarik tangan jesy mengajak dia untuk segera duduk


"permisi buu...!!" kata liana dengan berjalan yang begitu sopan


dito selalu melihat liana ke arah liana,dari mulai liana masuk, berjalan, hingga duduk di bangku,dito selalu memperhatikan liana


saat sudah duduk liana sadar bahwa dito sedang memperhatikannya liana segera mengalihkan pandangannya ia beralasan membuka buku dan memperhatikan materi yang ada di bukunya


"liana?jesy?" panggil bu guru


"iya bu" jawab mereka secara bersamaan


"perkenalkan dia dito teman baru kalian di kelas ini,semoga kalian bisa terteman baik ya?"


"oh iya bu" jawab liana dengan suara pelan


"pasti bu" jawab jesy sambil tersenyum


"baik, dito silahkan kamu boleh duduk sekarang, kamu bisa tempati bangku yang kosong"


"baik bu terimakasih" lalu dito berjalan menuju bangkunya yang tidak jauh dari bangku liana


"oke anak-anak sekarang kita lanjutkan penjelasan materi kita"


"baik bu.."


saat mau berjalan menggunakan motor baru nya, tiba-tiba lion di telpon tantenya untuk mengajaknya bertemuan di cafe yang sudah biasa menjadi langganan tantenya


drettt...drettt...drettt!! getaran handphone lion saat ada panggilan masuk


"halo tante?"


"lion,Where are you?"


"aku juga gak tau di mana, soalnya aku gak hapal nama daerah nya"


"lho memangnya kamu gak lihat nama lokasinya?"


"dari tadi aku memang belum nemuin"


"oh gitu"


"oh ya ada apa tante?"


"ada yang mau tante omongin sama kamu, kita ketemuan ya?"


"boleh dimana?"


"kamu tau kan cafe langganan nya tante?"


"yah aku tau"


"aku kesana sekarang"

__ADS_1


"oke, tante tunggu"


__ADS_2