
Tidak lama kemudian di rumah liana datanglah zayyan putra andrika kakak keduanya yang baru pulang dari acara night music bersama teman-teman kampusnya
"sepi banget nih rumah" serunya saat memasuki rumah
"mama mana..tumben jam segini udah gak ada"
lalu zayyan pergi ke dapur untuk menghampiri bi maria
"bii??..." panggil zayyan yang sedang menuju dapur
"itu kaya suara den zayyan gumam si bibi yang sedang mencuci piring
"iya denn..." sahut si bibi dan segera membersihkan tangannya
"pagi bi?.." siang bi sapa zayyan setelah sampai di dapur
"eh den zayyan udah pulang, siang den" seru si bibi
"oh ya bi mama mana?,tumben jam segini udah gak ada?"
"nyonya baru aja pergi ke restoran den,katanya sih mau lihat perkembangan restoran selama satu minggu ini"
"oh gitu"
"bi saya minta kopi susu hangat ya, nanti tolong antarkan ke kamar saya"
"baik den"
"kalau gitu saya tunggu di kamar ya bi.."
"iya den"
saat akan keluar dari dapur tak sengaja zayyan melihat tong sampah yang ada di samping pintu dapur
zayyan melihat isi tong sampah itu dengan banyaknya pecahan vas bunga, zayyan pun langsung bertanya pada bi maria
"bi..ini kenapa tong sampahnya isinya banyak pecahan vas bungan gini?"
"itu denn.. emm..it-ituu" bi maria yang kaku untuk menjawab
"aduh gimana ngomongnya ya,kalau sebenarnya vas bunga itu pecah gara-gara nyonya dan tuan habis bertengkar tadi pagi"
"bi kenapa gak jawab?"
"anu denn.." gumam si bibi sambil sedikit menundukan kepalanya
lalu zayyan mengambil salah satu pecahan vas bunga itu dan lion sadar kalau vas bunga itu milik mama nya dan tersimpan di dalam kamar mama nya
"ini bukanya vas bunga milik mama nya yang ada di kamarnya, tapi kenapa bisa sampe pada pecah gini" ucap zayyan di hatinya
"kalau bi maria ragu buat jawab pasti ada sesuatu yang terjadi"
"apa jangan-jangan mama sama papa bertengkar lagi mereka bertengkar sampe segitunya" hati zayyan yang berkata-kata dan menyadari penyebabnya
"gak papa kalau misalnya bibi keberatan buat jawab"
lalu zayyan membuang pecahan vas bunga yang ada di tangannya itu ke tong sampah
"bi tolong ini segera di buang, dan jangan taro tong sampahnya di sini lagi" ucap zayyan lalu segera pergi
ke kamar nya
"baik den"
saat zayyan sedang menaiki tangga menuju kamar nya tiba-tiba ada panggilan masuk dari kakak nya zayyan segera mengangkatnya sambil berjalan menaiki tangga
"halo kak?"
"halo!"
"ada apa tumben jam segini nelpon?"
"kamu di rumah kan?"
"iya aku di rumah"
"jemput kakak ya di bandara"
"jemputt..." ucap zayyan yang kebingungan
"hari ini kakak pulang"
"kakak kok tumben ngomongnya dadakan"
"sebenarnya sih gak dadakan juga kakak emang baru sempat ngomong sama kamu aja, kalau papa sama mama mereka udah pada tau"
"oh gitu, ya udah aku kesana sekarang"
__ADS_1
"oke nanti kamu kabari kakak kalau udah nyampe"
"oke"
lalu dania menutup teleponnya
zayyan kembali turun tangga bergegas pergi untuk menjemput kakak nya
lalu dania duduk bermain handphone sambil menunggu adiknya datang
"kok jadi pengen ke toilet ya" serunya yang sedang duduk sambil bermain handphone
"aduh...gimana nih udah gak bisa tahan" ucap dania di hatinya sambil memegang perutnya
"ah..udahlah aku tinggal aja kopernya sebentar dulu" ucap dania yang sudah tidak bisa menahannya lagi
dania segera pergi ke toilet meninggalkan kopernya
tidak lama kemudian datanglah seorang pria, pria itu membawa koper yang sama persis dengan milik dania, ia meletakkan kopernya berdekatan dengan koper dania, ia juga tidak menyadari hal itu karna selalu fokus pada handphone nya
datang lah juga seorang wanita membawa koper hitam duduk dengan jarak yang tidak jauh dari pria itu
datang lagi seorang pria berpenampilan layaknya seorang supir, menjemput pria yang sedang duduk itu
"boss??.." panggil pria itu, yang ternyata adalah bawahannya
"udah juga akhirnya"ucap pria itu pada bawahannya
"bawain koper saya di situ.." ucap pria itu kembali sambil berdiri dan menunjukan dengan jarinya ke arah koper nya berada,tanpa menoleh sedikit pun ia selalu saja fokus dengan handphone nya
"siap bos"
dan akhirnya pria itu kebingungan yang mana koper milik bos nya itu
"waduh..ini kenapa kopernya sama gini, dua-dua nya warna merah,yang mana milik si bos nih" kata pria itu dengan kebingungan
"bos ini koper nya yang mana?" tanya nya
"lah..orangnya juga udah gak ada" serunya sambil menengok
"mba ini yang satu nya koper mba bukan?" bertanya pada wanita yang sedang duduk itu
"bukan mas, bukan punya saya" jawab wanita itu
"lah terus punya siapa" gumamnya
"akhirnya lega jugaa" seru dania yang sudah kembali lalu ia kembali duduk
"mba ini kopernya punya mba?" tanya wanita yang sedang duduk itu
"iya ini koper saya"
"tadi di sini itu ada dua koper merah ukurannya juga sama mba, terus ada laki-laki yang punya salah satu koper itu,laki-laki itu juga sempat bingung yang mana kopernya" kata wanita itu yang memberitahunya
"serius mba?.." tanya dania yang sedikit terkejut begitu mendengarnya
"iya mba, coba deh mba cek dulu dalamnya takutnya ketuker"
"iya mba" dania segera membuka sedikit kopernya
"mba kopernya beneran ketuker, gimana dong ini mbaa.." ucap dania setelah memeriksanya
"mba mendingan cepat samperin orangnya, kayanya dia belum jauh deh"
"emang ciri-ciri orangnya kaya gimana?"
"dia laki-laki gak terlalu muda juga terus pake baju kaya supir gitu, dan pastinya bawa koper yang sama kaya punya mba"
"orangnya mau pergi penerbangan apa habis dari penerbangan?"
"kalau itu saya kurang tau mba"
"ya udah kalau gitu makasih ya mba"
"iya mba sama-sama"
lalu dania segera pergi berlari membawa koper itu berjalan cepat mencari orang yang telah salah membawa kopernya
dania mencari ke tempat penerbangan namun ia tidak melihat orang yang membawa koper yang sama dengannya
"aduhh...aku harus cari kemana nih, dari tadi aku gak lihat orang yang bawa koper samaan lagi" seru dania yang kebingungan
lalu dania lanjut mencari pergi ke arah luar
"kakak?.." panggil zayyan yang sudah sampai dan langsung bertemu
"zayy..kamu udah nyampe"
__ADS_1
"kakak kenapa kok kayanya panik gitu?"
"ini loh koper kakak ketuker"
"kok bisa ketukar?"
"nanti kakak ceritain yang penting sekarang kamu bantu kakak cari laki-laki yang bawa koper sama kaya punya kakak"
"oke aku bantu cari, kalau gitu kita mencar aja"
"oke"
"nanti kita berhenti dulu ya di restoran?"
"iya bos"
"bos tadi pas saya mau bawa koper bos, di situ ada dua koper sama warna nya juga sama,saya bingung mau bawa yang mana, jadi saya pilih salah satu, itu pun saya gak tau bawanya bener apa ngga"
"maksudnya?" tanya bosnya yang sedikit terkejut
"ma-maksudnya ya itu yang sudah saya bilang tadi bos" gumam nya
"terus kamu gak cek dalamnya?"
"ya ngga bos abisnya saya gak berani"
"aduhh..gimana sih nanti kalau ketuker gimanaa.." serunya dengan sedikit kesal
"terus kenapa gak ngomong dari tadi?"
tanya nya kembali
"tadi saya pas kebingungan tanya ke bos eh bosnya malah udah pergi dulu"
"pas waktu mau naik mobil, mau pergi kenapa gak ngomong?" tanya nya lagi
"waktu itu saya gak enak bos kan lagi sibuk sama handphone terus jadi saya takut ganggu"
"ya tapi ini bukan masalah ganggu gak nyaa.." serunya yang semakin kesal
"maaf bos"
"sekarang berhenti dulu"
"siap bos" lalu menepikan mobilnya
bos dan supirnya itu segera turun membuka bagasi mobil kemudian bosnya itu mengecek isi kopernya, saat membukanya benar saja kalau isinya pakaian wanita
"ah..beneran ketuker lagi!"
"terus gimana bos?"
"ya kita puter balik lagi, semoga aja pemiliknya masih ada di sana"
"oke bos"
"ayo cepat"
"iya bos"
mereka segera menaiki mobil kembali dan lalu berputar arah
"kak gimana ketemu?" tanya zayyan dengan napas yang terengah-engah karna terlalu banyak berlari
mereka bertemu lagi di tempat yang sama
"kakak gak nemu" jawab dania yang juga sudah merasa kecapean
"sama aku juga, padahal udah cari kemana-mana udah sambil lari-lari juga tetap aja gak ketemu"
"apa mungkin orangnya udah pergi dari sini"
"kayanya sih gitu kak"
"terus gimana?"
"gak tau aku juga bingung"
"kakak udah cape banget nih"
"mendingan kita pulang aja"
"terus ini kopernya gimana?"
"nanti kita pikirin itu di rumah"
"ya udah deh"
__ADS_1
mereka pergi menghampiri mobil untuk segera pulang