Lion And Liana

Lion And Liana
BAB 5. "Sama-Sama Berhianat"


__ADS_3

teng..teng..teng....kini lonceng berdentang kembali menunjukan waktu pulang telah tiba


"kalian duluan aja, soalnya gue nunggu jemputan datang" ucap liana pada jesy dan fida, dirinya yang masih duduk di bangku sambil mengemasi peralatan belajarnya


"ya udah deh kalau gitu kita duluan" kata fida yang sudah siap untuk pulang


"duluan ya Li.." sambung jesy


"iya, hati-hati?.."


"iyaa" jawab mereka yang berbarengan


tidak lama kemudian liana juga keluar kelas ia berjalan di lingkungan sekolah menuju tempat parkir,


liana berdiri menunggu di tempat parkir sambil bermain handphone nya, disitu liana tidak menunggu lama karna pak andi langsung datang


"non udah nunggu lama?" tanya pak andi sambil keluar dari mobil


pak andi membukakan pintu mobil untuk liana masuk


"gak lama kok" jawab liana sambil memasuki mobil


"oh begitu" ucap pak andi sambil menutup pintu mobil lanjut pak andi juga masuk mobil dan segera pergi


"pak jangan lupa ya kita mampir ke mall dulu" ucap liana saat di perjalanan


"oke non"


begitu sampai di mall liana melewati toko-toko mencari barang yang ia perlukan,ketika liana melihat toko aksesoris ia menghampirinya


"cantik-cantik banget" serunya saat sedang melihat-lihat kalung


liana tertarik dengan kalung yang berinisial namanya ia mengambil nya dan mencobanya


saat sedang mencobanya liana pergi ke cermin yang sudah di sediakan dari toko itu


"yang pake nya cantik jadi kalung nya tambah cantik dan cocok di pakai" seru si mba penjual di toko itu saat sedang melihat liana mengaca mencoba kalung itu


"mba bisa aja"


"saya mau deh mba kalung ini, cantik banget apalagi ini inisial nama saya"


"oh boleh"


liana melepas kalung itu memberikan pada mba penjual untuk di kemasi, sesudah selesai liana kembali berjalan melewati berbagai toko sambil melihat-lihat arah kanan dan kirinya


namun pada saat sedang berjalan terdengar suara papa nya memanggil dengan sebutan sayang terdengar tidak begitu kencang


"sayangg??.."


"kok kaya suara papa" gumamnya


liana segera menengok kebelakang karna ia pikir ada papa nya yang memanggilnya


"papa tau gue di sini"


"bukanya papa lagi kerja"


"tapi di mana" sambil menengok ke belakang, tidak langsung terlihat karna banyaknya orang


"apa gue samperin aja ke arah suara tadi, tapi gue yakin kalau suara nya gak jauh dari sini" liana berjalan memastikan kalau itu benar-benar papa nya


ternyata benar saja baru beberapa langkah saja liana melihat papa nya dengan jarak yang tidak begitu jauh, hanya saja tadi tidak terlihat karna banyaknya orang yang lewat


"papa beneran di sini" ucapnya yang merasa senang


liana menghampiri papa nya yang sedang berdiri bermain handphone


"kalau papa tau gue di sini kenapa dia gak nyamperin"


liana segera menghampiri papa, tiba-tiba liana menghentikan langkahnya saat ada seorang wanita yang menghampiri papa terlebih dulu


"sayang gimana tas nya bagus gak?" tanya wanita itu pada andrika


"bagus kok kalau kamu suka kamu beli aja"

__ADS_1


"apa ini, jadi papa bukan manggil gue"


ucap liana seketika menjadi kesal, melihat kelakuan papa nya itu


liana tetap menghampiri papa nya berpura-pura seakan tidak tau apa-apa


"papa?" panggil nya dengan tenang


"liana" seru andrika nya yang terkejut


"kamu di sini?" tanya papa nya


"iya, liana baru aja pulang sekolah terus mampir ke sini


"ohh"


"papa di sini ngapain, bukanya lagi kerja"


"oh iya papa emang lagi kerja, papa ke sini memang ada sesuatu yang harus di beli buat di kantor"


alasan nya


"ohh gitu"


"oh ya ini manager papa, namanya fiska"


"ohh ini anak bapak, cantik sekali"


"kenalian kakak fiska, kamu siapa?"


"saya liana, kakak juga cantik, tapi sayangnya gak secantik mama saya" ucap liana yang sedikit mengeritik


"ohh pasti dong mama kamu cantik anak nya juga cantik"


"pastinya dong"


"itu kamu beli apa?" tanya andrika melihat liana memegang tas belanja


"liana tadi habis ke toko aksesoris"


"oh gitu"


"iya pah"


"liana saya duluan ya?"


"iya kak"


seketika liana mengeluarkan ekspresi tidak sukanya saat mereka berdua sudah pergi


"sok asik lo di belakang aja munafik" ucaknya dengan kesal


liana juga memutuskan untuk pergi karna ia merasa sudah hilang rasa ingin belanja setelah melihat apa yang sudah terjadi


"pak ayo kita pergi ke restorannya mama" dan liana segera memasuki mobil


"lah kok tumben cepet banget non?"


"udah jalan aja"


"oke non"


"hampir aja ketahuan liana tadi" ucap andrika saat sedang menyetir mobil


"aku juga gak nyangka kalau tadi bakal ketemu sama anak kamu"


bicara mereka saat sudah di perjalanan


"ternyata ini yang bikin mama sama papa selalu bertengkar, mama pasti tau kalau papa selingkuh, dan bakalan sakit banget kalau sampe mama melihat langsung, kasian mama" kata hatinya saat sambil melamun


"Kamu keluarin deh kopernya" kata dania saat sudah sampai rumah


"iya iya"


lalu dania duluan masuk rumah

__ADS_1


"eh non daniaa??.." seru bi maria dengan senangnya


"Hai bi"


"gimana kabar bibi"


"bibi baik kok non"


"syukurlah" sambil mengelus pundak bi maria


"kalau non gimana?"


"ya seperti yang bibi lihat, aku baik-baik aja kok"


"syukurlah non"


"terus ini koper nya taro di mana kak?" tanya zayyan


"ya di kamar kakak dong"


"bi aku ke kamar dulu ya?"


"iya non, non mau di buatin apa?"


"gak usah bi aku lagi gak pengen apa-apa"


"oh gitu non ya sudah kalau begitu"


"terus kakak sekarang harus gimana dong?" tanya dania pada zayyan saat sudah di dalam kamarnya


"gimana kalau kakak post aja di sosmed, siapa tau aja lewat beranda pemiliknya"


"oke deh"


"nih kamu yang poto..." sambil memberikan handphone nya


"oke" zayyan mempoto koper itu dari luar sampai isi koper itu


"rame juga nih restoran" seru liana saat sudah masuk di dalam


liana tidak langsung memesan makanan ia pergi ke dalam ruangan khusus mama saat sedang berkunjung ke restoran


setelah sampai di depan pintu ruangan itu liana mendengar suara tawaan mama nya bersama seorang pria dari dalam ruangan itu


"kok ada suara laki-laki mama di dalam sama siapa" ucap liana di hatinya


tiba-tiba liana melihat pintunya bergerak akan terbuka, liana segera mengumpat


setelah laki-laki itu pergi liana kembali ke arah pintu yang sedikit terbuka, ia mengintip dari pintu itu ternyata di dalam benar-benar mama nya


"mama ngapain berduaan sama-sama laki-laki di dalam" ucap di hatinya


"permisi, kamu siapa?" tanya laki-laki yang kembali lagi pada liana saat melihat nya mengintip di pintu,


liana menengok kebelakang dengan wajah terkejut


liana menjawabnya dengan alasan lain


"sa-saya, saya mau ke toilet tapi saya gak tau di mana toiletnya" jawab liana yang gugup


"oh gitu"


"toiletnya ada di sebelah sana, kamu kelewat tadi"


"oh gitu ya, makasih"


liana segera pergi dengan langkah yang perlahan-lahan.laki-laki itu kembali masuk sambil bersahut sebutan sayang


saat tak sengaja mendengarnya seketika liana menghentikan langkahnya


"apa lagi ini" gumam liana dengan kesal


liana tetap melanjutkan langkahnya


"aku gak nyangka mereka dua-duanya sama aja" gumamnya kembali dengan mata yang berkaca-kaca

__ADS_1


"pak andi, pak andi makan sendiri aja, saya baru ingat kalau hari ini saya ada tugas kelompok di rumah teman, oh ya gak perlu anter saya,saya mau naik taksi aja" ucap liana yang berbohong dan ia pergi begitu saja


"iya non"


__ADS_2