
Safina yang sudah selesai memeriksa langsung keluar dari Raung perawatan tersebut semetara,sementara rendi sedang berlari kearah ruangan pria tersebut ,"apa dia tidak apa-apa ucap Rendi ",siapa ? pasien kamar VIP yang kecelakaan ucapnya ,"oh tidak ada luka yang serius hanya benturan di keningnya.
baiklah aku akan ke sana,tumben kau perhatian dengan pasien pria apa kau sudah beralih pada bantangan ucap Safina sambil terkekeh,"apa kau gila dia salasatu pemegang saham terbesar di rumah sakit ini
Safina hanya menaikan bahu dan berjalan santai kaya di pantai
Rendi masuk ke kamar pasien tersebut ",selamat malam tuan aksen ucap rendi",oh tuan Rendi selamat malam," maaf tuan saya baru datang soalnya tadi ada sedikit masalah di perjalanan
tidak masalah tuan semua sudah terkendali,oh iya bahkan kabar bodyguard ku yang di pukuli oleh dokter yang menangani ku tadi soalnya aku tak melihat salah satu dari anak buahku yang tadi sempat adu jotos berada di sini sepertinya perawatan membawanya di ruangannya rawat di ruangan lain ucap aksen karna melihat bodyguard yang menjaganya tinggal tiga
mata Rendi membulat sempurna jangan bilang adik sepupu kesayangannya memukul orang bisa kenal marah dirinya karna membiarkan adik sepupu kesayangannya berkelahi
__ADS_1
maksud tuan salasatu dokter kami melakukan kekerasan pada bodyguard tuan? tidak sepenuhnya salah dokter tersebut semu ini karna anak buahku tak mau aku salah di rawat
aku akan menghukum dokter tersebut ucap rendi sok tegas,"tidak perlu tuan biarkan saja ucap aksen."oh itu tidak bisa sedang para bodyguard yang ada dalam ruangan tuanya tersenyum saat mendengar Safina akan di marahi
tak berselang lama Safina masuk dan kebetulan di dalam masih ada rendi,"sang bodyguard yang kenak pukul tadi berharap melihat pertunjukan seru saat Safina di marahi
Safina masuk dengan wajah datarnya sedang Rendi menelan silvanya Tidak munkin dia memarahi adik sepupu kesayangannya kalau sampe mama atau papanya tau bisa di ratakan rumah sakitnya
tuan bukanya tuan ingging memarahi dokter yang melakukan kekerasan tadi ucap salah satu pengawal yang menjaga aksen karna melihat Rendi yang seperti tak ada niat memarahi dokter tersebut
Rendi menelan silvanya melihat tatapan tajam dari adik sepupunya,"mati aku,maaf tuan saya buru-buru,secepat kilat Rendi kabur dari kamar VIP tersebut sedang
__ADS_1
sedang di dalam ruangan para bodyguard menelan silvanya saat di tatap Safina tajam
,"wah pemilik rumah sakit saja tak berani padanya apalah kita ini ucap para bodyguard dalam hati,"sedangkan aksen heran melihat tingkah sahabatnya yang pleboy yang tak pernah takut apapun apalagi wanita sepertinya takut pada wanita yang menjadi dokternya saat ini
Safina keluar dan langsung ke ruangannya dia ingging istirahat sejenak karna merasa kelelahan
akhirnya pagi menyapa Safira berangkat ke sekolah di antar Bagas kakaknya karna mobil Safira sedang di bengkel
Safira keluar dari mobil Bagas mencium punggung tangan kakaknya
sedang di belakang mobil tersebut seorang pria yang sedang mengatar anaknya ke sekolah melihat kejadian tersebut
__ADS_1
mobil mewah dan lelaki yang dia tau masih muda dan Safira mencium punggung tangannya apa itu suami sahnya kenapa juga mau menjadi simpanan lelaki tua kalau suaminya tampan dan kaya pikir pria itu yang tidak mengerti akan wanita yang selalu menganggu otaknya