
Safina langsung mencium tangan kakak sepupunya yang sudah seperti kakak kandung dan pergi begitu saja,membuat semua orang melongo tak perca akan adegan itu
hati aksen sudah tak menentu melihat adegan itu akhirnya Rahma mengeluarkan pernyataan yang salam ini semua orang Ingin ketahui
dia siap mesra amat ucap rahma,tapi Rendi tak menggubris dia lebih tertarik dengan ponselnya,maaf nona Anita dan Rahma silahkan keluar pasien butuh istirahat
muka kedua wanita itu langsung memerah karna malu,mereka seakan di usir dari ruangan tersebut
akhirnya aksen bangun dan duduk di sofa depan rendi,kenapa belum keluar setaukau kau sehat,?lagi pengen aja," Rendi mengguk
"tadi siap",? oh itu Ade sepupu gue ucap Rendi tanpa sadar membocorkan rahasia yang selama ini di tutupnya karna asik bermain ponsel oppss keceplosan,jangan bilang siapa-siapa ya,aksen bernafas lega Tampa di sadari nya senyum di wajah terbit tapi Rendi tak menyadarinya
sedang sang asisten dan para bodyguard yang melihat hal tersebut begidik ngeri, jarang-jarang sang tuan muda tersenyum
__ADS_1
terus ini siap yang masak biasanya sih dia kalau mau bawain ke kantor ayah ucap Rendi sambil masih memainkan ponselnya,boleh kita makan bersama,iya makan aja ucap Rendi cuek masi sibuk dengan ponselnya
sedangkan sang asisten sudah maju untuk memeriksa makan tersebut takutnya berbahaya ,tapi tangan aksen langsung akhirnya sang asisten mengambil piring dan sendok untuk tuan mudanya
aksen melihat makan tersebut berbinar tanpa sadar dia menghabiskan makanan tersebut membuat Joe dan para bodyguard melotot tak percaya jarang tuanya makan selahap itu
Rendi yang tersadar, langsung melotot begitu melihat rantang makan siangnya sudah habis di makan sang tuan muda di depannya,kau menghabiskan semuanya ucap Rendi dengan wajah memelasnya
aku akan mengatakan sarapan mu ucap aksen melihat wajah Rendi yang memelas,tapi pasti beda dengan masakan safina apalagi hari ini hari Sabtu ucapnya
iya ada karna hari ini adalah hari pembuatan makanan kesukaanku ucapnya sambil bibirnya maju ke depan
ayolah bung kan kau bisa memakannya kapan saja,"kau bisa menyuruhnya aku lihat dia adik yang sopan dan baik padamu,"membuat Rendi berkata dalam hati menyuruhnya mendengar kata-kata mu saja kau harus bersyukur,kalau bukan mama atau papa yang menyuruh mana mau membuatkan ku sarapan
__ADS_1
",dia itu galak dan tidak bisa di perintah," mendengar itu aksen jadi tambah penasaran
tunggu dulu dari tadi kau menanyakan adik sepupuku jangan bilang kau menyukainya tebak Rendi sang pleboy profesional
aksen serba salah mau menjawab dia tidak memahami perasannya,tapi mana mungkin kau menyukai wanita sepertinya,dia itu sangat kasar walaupun makanannya enak,lihat dandanannya bahkan untuk memakai lipstik saja dia tidak bisa dan rambutnya itu di ikat terus ekor kuda dan keras kepala ucap Rendi mengeluarkan semua sifat buruk Safina
Rendi dengan serius menceritakan keburukan safina,tetapi pria yang di hadapannya malah tersenyum bahagia seakan perkataan Rendi adalah kelebihan wanita tersebut membuat sang asisten dan para bodyguard geleng-geleng kepala melihat bosnya
kau mengerti ucap Rendi sambil melihat wajah aksen yang terlihat bahagia dia menautkan alisnya,"sebenarnya apa yang kau pikirkan",? kenapa kau tersenyum seperti itu jangan bilang
Arturo akan berusaha up tiap hari moga arturo cepat sehat
jangan lupa like and komen
__ADS_1