
Rendi langsung menatap tajam aksen jangan bilang kau sedang kesurupan ucapa Rendi saat melihat tampang aksen yang tersenyum sendiri di saat dia sedang bercerita
aksen yang tersadar menatap tajam Rendi,"maaf ku pikir kau kemasukan ucap Rendi,"jadi kau sudah dengar semua mengenai safina jadi sebaiknya kau jangan mendekatinya terkecuali kau memang yakin dia tidak akan memukulmu ucap Rendi tanpa beban
maukah kau membatu ku tanyak aksen pada rendi,apa maksudmu kau mau mengejar sepupuku itu,aksen mengangguk
tapi kenapa harus dia banyak wanita seksi dan cantik yang menyukaimu contohnya Anita ucap rendi,aku tak menyukainya,sejak kapan memang kau menyukai orang ucap Rendi keceplosan karna sahabatnya tersebut memang jarang menyukai seseorang
kenapa kau tak mau membantu ku mendekati adik sepupu mu ucap aksen",Rendi menarik nafas dan mengehembuskannya,"kau tak tau bagaman pria tua itu menjaganya kalau dia tau aku membantu seorang pemuda untuk mendekatinya tanpa sepengetahuannya maka aku bisa di coret dari KK dan tak akan ada yang membelaku
aksen menautkan ke dua alisnya maksudnya pamanmu ayah dari Safina akan mencoret mu dari KK jika kau tak mengatakan bahwa aku mendekati anaknya tenang aku akan meminta ijin,yang aku takutkan adalah ayahmu dia sangat sangar saat dulu sempat bertemu Untung aku tidak pingsan.
__ADS_1
Rendi mengeleng buka papa tapi ayahku,aksen langsung menautkan alisnya binggung,kenapa malah ayahmu yang harus di khawatirkan seharusnya kan papa Safina
karna bagi ayahku Safina adalah anaknya aku bahkan aku dan Kakak hanya memiliki sepuluh persen suara dalam rumah jika Safina ikut dalam pemungutan suara dalam hal mengutarakan keinginan karna delapan puluh persen akan jatuh padanya
wah aku baru tau hal tersebut,apa sebaiknya aku mendekati Safina dulu setelah aku mendapatkan hatinya maka aku akan langsung menghadap ayahmu itu jalan terbaik bagamana,kau Taukan aku juga takut melihat ayahmu apalagi kalau dia tidak setuju dengaku bagaman menurutmu,"bantu aku ya aku kan memberikanmu hadiah jika aku berhasil menikah dengan adik sepupuku
benar kah apa aku boleh mengambil mobil yang kemarin kau menangkan saat taruhan,ya kau bilah mengambilnya ucap aksen.
Safina sampe di depan perusahan ayah Rendi dia langsung menuju ruang CEO Tampa ayah prakash sedang bekerja,ayah aku datang ucap Safina sambil membuka pintu dengan senyumannya,prakas tersenyum melihat kemenakannya yang sudah menjadi anak baginya,Safina langsung masuk dan mendudukkan tubuhnya di sofa dan menyiapkan makan siang bersama
sementara Safira sekarang berada di kantor papahnya,mereka sedang makan siang bersama, bagaman keadaan sekolah?,semua amalan papa,oh iya apa tadi kau bertemu adikmu,tidak nampaknya Safina ke perusahaan ayah untuk makan siang
__ADS_1
jadi apa kau sudah punya kekasih ucap Samuel menggoda sang putri yang pemalu,papa, aku masih mau bekerja ucap Safira
Safina yang telah selesai makan siang langsung pamit untuk kembali ke rumah sakit ada pasien yang membutuhkannya
begitu tiba di rumah sakit Safina langsung ke ruangannya memebersihkan diri dan langsung menuju ruang operasi
sementara itu Rendi yang berada di ruangannya sedang dilema apa harus membatu temannya atau pura-pura bodoh saja dia menggigit jarinya,tapi mobil itu
apakah pilihan Rendi .......jangan lupa komen dan like
apapun demi kalian aku akan menulis walau hanya satu bab,semoga kita semua selalu di beri kesehatan
__ADS_1