
Setelah Mengecup kening Sasya,Zidan pun mematikan lampu kamar sasya.Zidan Segera ke kamar nya.Di dalam kamar Zidan Merebahkan diri ke kasur sambil merenungi Sasya di hati nya
'Entah mengapa sejak mulai pertama kali aki bertemu dengan mu aku sudah merasa nyaman dan langsung sayang kepadamu,Di saat melihat kau pertama kali,Dirimu Di luar Terlihat seperti seorang gadis kecil yang tegar!Ternyata Tidak dengan Di dalam hati mu Sya!Hati mu Rapuh!Kau Terlalu banyak menanggung beban masalah Hingga membuat mu lupa untuk tertwa bahagia dan malah memfokuskan diri untuk membalaskan Dendam kematian ibu mu beserta kau ingin menunjukkan kepada ayah dan Kakak mu bahwa kau tidak bersalah!Kau Hebat Sya Umur mu Baru mau menginjak 15 tahun kau sudah di hadapkan masalah sebesar ini!Ku yakin Sya Diri mu itu Mampu Menunjukkan bahwa diri mu tidak bersalah!Dan berhenti di sebut sebagai pembunuh!Aku RAZIDAN RENANDRA Berjanji tidak akan Meninggalkan mu dan akan Selalu mendampingi Mu dalam menghadapi masalah apa pun dan akan selalu ada di saat kau butuh Diriku,Dan Di saat diri mu merasa bahagia Maupun Terluka! ' Batin Zidan
Setelah Merenungi Sasya,Karena Terlalu lelah Zidan pun tertidur dengan lelap.
Keesokan pagi nya
Tok tok tok
"Sya Bangun!Ini sudah pagi mari kita sarapan!" Teriak Zidan seraya mengetuk pintu
"Hoaaaam Ya kak!" jawab sasya dengan nada Serak khas Bangun tidur
"Aku tunggu di bawah ya sya!" Ucap zidan sambil berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah
"Hmmmm" cuma itu Jawaban Sasya
__ADS_1
Setelah 30 menit Zidan yang sedang ingin mencampur kan gula ke kopi nya tertahan ketika melihat Sasya menuruni Tangga dengan setelan rumah biasa namun di mata zidan sasya sangat Manis hingga sendok gula yang ada di tangan nya terjatuh
"Wah Wah Rupanya Tuan putri pagi ini terlihat sangat manis!Tuh Gula aja Minder kalo di sandingin ama kamu sya" Goda zidan sambil Menunjuk kan Sendok Di lantai yang berisi gula
"Emang aku Manis!" ucap Sasya dengan datar
"Iya kamu Manis namun bukan Gula melainkan melebihi dari itu!" Goda Zidan
"Lalu aku apaan kak?" tanya sasya dengan heran tapi masih datar
"Kamu ituuuuuuuuuu kaya Tebu yang bentuknya Lurus dan kurus" canda Zidan dengan tertawa terbahak-bahak
"hehehe Iya-iya maaf kan cuma bercanda sya"Cengengesan Zidan
"Hmmmm" jwab Sasya
Setelah selesai pembicaraan sasya dan zidan bibi rima datang membawa masakan yang sudah dia masak.
__ADS_1
"Sudah Siap Non dan Tuan!" ucap bibi dengan tersenyum seraya meletakkan Masakan yang sudah siap
"Wah bibi Masak Sop ayam!" antusias Zidan
"Iya Tuan Bibi suka masak sop Ayam saat di rumah dulu!Silahkan di Coba Non dan Tuan" Ucap bibi sambil mengambilkan makanan itu.Sasya langsung mengambil makanan tanpa berbicara,Sasya Makan dengan lahap membuat zidan Heran melihatnya dan zidan bertanya
"Sya kamu itu Lapar apa doyan!?? "
"Hmm Lapar juga doyan" singkat Sasya
"Kamu suka Sop ayam???" Tanya Zidan
"Sop Ayam Makanan favorit ku!!Selagi ada mama dulu aku sering di masakin Sop Ayam ini"jawab sasya dengan dingin
"Maaf sya jika perkataan ku membuat mu Sedih!Yaudah yuk kita lnjutin"Ucap zidan seraya tersenyum
Selamat Malam Buat semua Pembaca
__ADS_1
Semoga sehat selalu