
Trevor merasa sedikit aneh kepada Anastasya. Walaupun perempuan itu sudah berkata kalau jaket tersenut ditemukan oleh temannya tapi tetap saja Trevor sudah berkeliling kampus dan tidak menemukan siapapun. Mungkin saja Trevor melewatkan orang itu atau orang tersbeut yang tidak tau wajah Trevor.
Trevor sekarang dalam perjalanan menuju apartemen Anastaya. Trevor sudah berkata kepada Stella kalau dia akan pergi ke apartemen kakaknya. Perjalanan sangat cepat karena jarak apartemen Anastasya dengan Kampus Trevor tidak terlalu jauh dan jalanan saat ini lancar.
Saat sampai di depan apartemen Anastasya, Trevor mengetuk pintu. Tidak perlu waktu lama hingga dibukakan oleh Anastasya. Trevor sedikit kaget melihat pakaian yang dipakai oleh Anastasya.
Anastasya hanya bersikap santai melihat reaksi Trevor. Lihatlah wajahnya, Trevor seperti menahan hasrat. Lelaki itu tidak henti menatap tubuhnya. Anastasya akhirnya berdeham untuk membuyarkan Trevor.
Trevor yang tersadar kemudian tersenyum. Ia kemudian masuk kedalam apartemen Anastasya atas permintaan sang pemilik. Trevo duduk di ruang tamu sambil menunggu Anastasya membawakan jaketnya.
Anastasya balik sambil membawakan segelas air dan juga paperbag berisi jaket. Anastasya menaruh gelas diatas meja dan memberikan paperbag kepada Trevor.
"Minumlah, cuaca diluar sangat panas. Kau harus tetap terhidrasi. Kasihan jika kau sakit, Stella akan sedih,"ucap Anastasya sambil menunjukkan senyum manisnya.
Trevor mengangguk lalu meminum airnya hingga tersisa setengah. Senyum Anastasya semakin lebar saat melihat Trevor yang mulai bertingkah aneh. Anastasya kemudian pindah tempat dan duduk di sebelah Trevor.
Trevor yang masih waras kemudian menjauh tetapi ditahan oleh Anastasya. Anastasya mengambil tangan Trevor lalu meletakkan diats pahanya. Trevor perlahan membelai paha Anastasya. Kewarasannya mulai hilang dan hasratnya semakin tinggi.
"Ana, aku harus pergi." Trevor berusaha menarik tangannya. Ia mendengar suara tertawa Anastasya. Ia melihat kearah Anastasya dan mendapati wanita itu sedang melepaskan minidress yang dia pakai.
__ADS_1
Sekarang wanita itu benar-benar telanjang dihadapannya. Anastasya berjalan perlahan lalu memeluk Trevor erat. Tangan Anastasya mulai meremas bagian intim Trevor. Trevor mendesah pelan karena perlakuan Anastasya.
"Tidak perlu ditahan, Trevor."
Trevor akhirnya menyerah dan membiarkan hasratnya mengambil alih pikirannya. Ia mulai mencium bibir Anastasya dengan liar lalu mulai meremas payudara Anastasya. Anastasya senang karena hal ini. Ia kemudian menarik Trevor dan membawanya ke kamar untuk melanjutkan permainan panas mereka.
***
Anastasya terbangun setelah permainan panas mereka. Ia melihat Trevor masih tertidur di sebelahnya. Ia mengusap pipi Trevor pelan sambil mengingat permainan panas mereka. Trevor tidak menggunakan pengaman dan Anastasya tentu saja tidak akan meminum pilnya.
Trevor yang terganggu membuka matanya lalu terperanjat kaget karena melihat dirinya dan juga Anastasya yang sama-sama telanjang di satu kasur. Ia melihat Anastasya lalu mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia dijebak. Trevor sontak menampar Anastasya dengan keras.
"Kau kakak paling buruk di dunia,"desis Trevor.
"Dan kau akan menjadi pacar yang paling buruk karena menghamili kakak dari kekasihnya sendiri,"balas Anastasya.
Trevor terdiam dan merasa bersalah kepada Stella karena sudah mengkhianatinya. Apa yang akan dia katakan juga kepada orang tuanya dan juga orang tua Stella nanti? Trevor pergi ke kamar mendi lalu mulai berteriak seperti orang gila. Terdengar beberapa barang yang jatuh karena dilempar.
Anastasya mengambil handphonenya lalu mengirimkan pesan kepada Raven kalau rencananya berhasil dan juga Ia mengirim pesan kepada Stella kalau dia akan datang untuk makan malam hari ini. Anastasya tidak merasa bersalah sedikitpun. Ia senang tujuannya sudah tercapai dan tidak peduli kalau banyak orang yang akan terluka karena perbuatannya ini.
__ADS_1
Trevor keluar dari kamar mandi lalu mulai mengambil pakainnya dan mulai memakainya. Wajahnya terlihat datar dan setelah memakai pakaiannya, Trevor bergegas pergi dari apartemen Anastasya. Ia tidak ingin berlama-lama di tempat itu apalagi bersama Anastasya. Bisa-bisa kejadian yang sama akan terulang kembali.
***
"Dad, where are you?"
Stella masuk ke kamar Kevin tapi tidak menemukan ayahnya disana. Di kamar, Stella melihat Kimberly tidur bersama adik kembarnya dan Stella tidak ingin membangunkan ibunya lalu keluar kamar.
Stella mengetuk ruang kerja ayahnya berharap Kevin ada disana. Tidak ada sahutan dari dalam ruangan tetapi Stella mendengar suara gaduh yang membuat Stella yakin kalau Kevin ada di dalam sana.
Stella masuk kedalam ruangan kerja Kevin dan melihat ayahnya sedang menelepon sahabatnya. Stella sangat suka menyaksikkan adu mulut antara Kevin dengan Michael. Mereka seperti anak kecil saat sedang beradu mulut.
"Apa maumu sebenarnya? Kalau kau tidak ada kepentingan apapun jangan menelponku." Kevin kemudian menjauhkan handphone tersebut dari telinganya karena Michael berteriak. Kevin menghela napas. Kevin melihat kearah pintu dan menemukan Stella sedang berdiri disana sambil tertawa pelan.
Kevin langsung menutup teleponnya lalu berjalan kearah Stella. Ia dan Stella kemudian duduk di sofa, Stella menunjukkan handphonenya kepada Kevin. Kevin membaca pesan yang ada di handphone Stella lalu wajahnya berubah menjadi datar.
"Dad, kau tidak senang? Ana akan pulang untuk makan malam." Stella sangat girang saat tau kakaknya akan datang untuk makan malam. Biasanya ketika Anastasya ke apartmennya, gadis itu tidak akan pulang selama seminggu atau bahkan sebulan.
"Dad, lihatlah. Ana akan bilang sesuatu nanti malam."
__ADS_1