
"Jadi, bagaimana sekolah kalian? Apa ada yang mengganggu kalian?" Tanya Kevin kepada anak kembarnya yang baru pulang dari taman kanak-kanak.
Mereka mengangguk lalu saling menunjuk. Kevin menghela napas pelan. Tiada hari tanpa pertengkaran dari mereka. Ia menatap kearah Kimberly dan membiarkan istrinya saja yang melerai.
"Bisakah kalian tidak bertengkar selama sehari?"tanya Kimberly. Mereka menggelengkan kepalanya. Setidaknya Arianna dan Brianna bisa tenang saat makan siang.
"Tidak apa, mom and dad. Kalau mereka tidak bertengkar suasana rumah akan menjadi sepi."
Kevin dan Kimberly menatap Stella. Stella terkekeh pelan melihat tatapan kedua orang tuanya.
"Kau saja kalau gitu yang melerai mereka. Daddy sudah pusing melihat pertengkaran mereka yang tiada habisnya."
"Aku juga tidak akan bertengkar dengan Brianna jika dia tidak memulai duluan,"ucap Arianna.
Brianna yang tidak terima buru-buru mengunyah makanannya lalu menelannya.
"No, Ari yang selalu memulainya. Aku hanya diam saja dad. Trust me."
"Baiklah, kalau seperti itu. Mulai sekarang kalian akan pisah kamar. Daddy juga akan meminta guru kalian agar bisa memindahkan salah satu dari kalian."
"Sekarang aja dad. Duduknya pisahin. Sini biar Stella bantu."
Stella kemudian bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju Arianna dan Brianna. Arianna dan Brianna saling memeluk satu sama lain karena tidak mau dipisahkan. Brianna mulai menangis sesegukan saat melihat Stella mulai memindahkan tempat makan mereka.
__ADS_1
"Lihatlah mereka. Bukankah mereka sangat lucu?"ucap Kevin kepada Kimberly. Kimberly berdecak lalu memberikan tatapan peringatan kepada Kevin.
''Sis, please. Aku janji tidak akan bertengkar lagi dengan Ari. Benarkan Ari?"
Arianna mengangguk membenarkan Brianna. Stella tersenyum lalu menaruh tempat makan Brianna kembali.
"Lihatlah dad. Mereka tidak bertengkar lagi. Sudah kubilang biarkan saja."
"Baiklah, tapi kita lihat sampai mana mereka akan berdamai. Daddy bertaruh selesai makan mereka akan bertengkar lagi."
"Sudahlah, harusnya kalian mendoakan supaya mereka tidak bertengkar lagi,"ucap Kimberly. Ia kemudian menatap Arianna dan Brianna.
"Twins, kalian akan mempunyai seorang adik."
"Aku tidak mau mempunyai adik."
Kimberly menatap Kevin supaya suaminya bisa memberikan penjelasan kepada mereka. Kevin yang mengerti kemudian menggendong Arianna dan Brianna. Mereka memeluk leher Kevin dengan erat.
"Kalian akan mempunyai teman bermain." Kevin berusaha menenangkan mereka. Untungnya berhasil, tangisan kembar sudah mulai mereda. Mereka lalu turun dari gendongan Kevin dan kembali memeluk Kimberly.
"Really mom? Kita bisa bermain dengannya?"tanya Brianna.
Kimberly mengangguk. Twins mulai senang kembali dan berhenti menangis. Stella yang melihat hal tersebut ikuttan tersenyum. Ia kemudian mengambil foto dari adik kembarnya untuk dia simpan.
__ADS_1
"Aku akan kembali ke kamar mom." Stella kemudian berdiri lalu pergi ke kamarnya. Ia mencoba untuk mengirim pesan kepada Trevor. Ia tidak menyangka kalau pria itu akan membalas pesannya.
Trevor bercerita kalau jaketnya menghilang dari loker kampusnya. Stella berusaha menenangkan Trevor dengan berkata kalau Trevor mungkin meninggalkannya di suatu tempat. Trevor memiliki pemikiran yang sama dengan Stella namun Ia sudah mencarinya ke segala tempat namun tidak menemukannya.
Stella menghela napas lalu berkata mungkin ada orang yang menemukan jaket Trevor dan berusaha untuk mencari keberadaannya.
***
"Bagaimana?"tanya Anastasya kepada Raven.
Raven tersenyum lalu memeluk Anastasya. Ia sudah menuruh temannya untuk mengambil jaket Trevor dari lokernya dan sekarang temannya sedang dalam perjalanan menuju ke apartemen Anastasya.
"Bagus. Semakin cepat akan semakin baik." Anastasya kemudian mencium pipi Raven singkat.
Raven memakai bajunya kembali lalu ijin kembali ke sekolah supaya tidak ada yang curiga kalau dia ada disini. Anastasya hanya perlu menunggu teman Raven untuk datang dan memberikannya jaket Trevor.
Setelah Raven pergi, Anastasya memakai bajunya kembali lalu merapihkan rambutnya dan juga menggunakan make up untuk menutupi bekas kegiatan panasnya.
Tidak berselang lama hingga jaketnya datang. Anastasya mengambilnya lalu mulai mengirimkan pesan kepada Trevor. Ia mengirimkan foto jaketnya lalu meminta Trevor untuk datang ke apartemennya.
Trevor awalnya bingung kenapa jaketnya berada di tangan Anastasya. Namun Anastasya menjelaskan kalau jaketnya ditemukan oleh salah satu teman kampusnya dan dia tidak bisa menmukan Trevor dimanapun.
Trevor yang percaya kemudian berkata kalau dia akan ke apartemen Anastasya ketika pelajaran kampusnya sudah selesai. Anastasya yang senang kemudian segera menyiapkan segala hal. Ia mengganti kembali bajunya menjadi mini dress yang seksi. Ia juga memakai parfum yang harum dan juga memoleskan make up tipis.
__ADS_1
Tidak lupa Ia juga menyiapkan segelas air yang sudah dicampurkan dengan obat perangsan untuk diberikan kepada Trevor nanti. Semua sudah siap dan hanya tinggal menunggu hasilnya, Jika ini gagal maka Anastasya akan kena masalah besar karena Trevor akan mengadukannya kepada Stella dan kabar ini akan terdengar oleh keluarganya. Sudah cukup Ia diusir dari rumah. Jangan sampai semua hartanya ikut diambil oleh Kevin.