
Disini sekarang azia.dirumah yang terlihat mewah dengan nuansa yang elegan.duduk di antara dua perempuan dan dua laki laki yang sekarang tengah melihat kearahnya.azia hanya diam melihat kedepan, dipikirannya sekarang hanya ada dirinya dimasa anak masuk remaja,lebih tepatnya saat dia masuk di SMP.
Awal masuk SMP dia mengira bahwa dia tidak akan memiliki teman,karena disana tidak ana siswa yang sekolah dasar sama dengannya.
Rata rata anak anak disana adalah siswa dari sekolah dasar yang elit dan terpandang semua,sedangkan dulu dia sekolah di SD yang lumayan tak terlalu dipandang oleh orang orang.bukan Kareena orang tuanya tak mampu untuk menyekolahkanya di sekolah yang bagus,tapi azia sendiri yang ingin merasakan berada dikawasan anak anak bebas aturan.
Pertama kali dia masuk di SMP itu azia hanya dia tak berkata sambil melihat teman sekelasnya yang tampak bahagia bercerita bersama teman yang lainya,hingga mereka mendatangi azia dan mengajaknya berbicara.
Azia hanya merespon seadanya saat mereka bertanya dan sesekali bergurau hingga akhirnya azia sudah terbiasa dengan suasana di sekolahnya ini.siswa disini tak ada yang harus azia khawatirkan karena mereka terlihat baik dan ramah,walau ada tatapan sinis dari kakak kelasnya melihat anak anak baru di sekolahnya.
Dalam sekejap azia sudah sangat terkenal di sekolah karena sikap rendomnya yang sangat menghibur bagi mereka
Azia yang punya banyak tingkat,tertawa lepas pada sesuatu yang sepertinya tidak selucu itu,menceritakan sesuatu yang lucu dan tetap bersikap ramah pada kakak kelas dan juga para guru,serta tak lupa dengan kepintaran yang azia miliki.
Jika mengingat ingat masa dia masuk di SMP memang sangat menghibur dirinya.tapi kenapa sikapnya yang sekarang terbalik sembilan puluh derajat dengan yang dulu.jika kalian bertanya pada azia maka dia akan menjawab tidak tau.
Bahkan dia tidak tau mengapa dia lebih memilih hidup sendiri dari pada dengan keluarganya.mengapa dia menjadi temperamental?.dia lupa akan segala hal tentang mengapa dia menjadi seperti sekarang.
"Kalian tau?sekarang aku benar benar merasa canggung berkumpul seperti ini.Kita seolah orang asing yang tak saling mengenal."ucap salah satu gadis cantik dengan rambut panjang dan berwarna biru di bagian bawahnya.mata yang bulat dan pipi yang chubby benar benar membuatnya terlihat cantik.
__ADS_1
"Kau tau Vania?bahkan aku harus bersikap seolah baik baik saja saat kita sedang tidak bersama.aku benar benar muak saat harus bersama orang orang asing yang bersikap sok akrab dengan ku"ucap farhan.ya! Laki laki dengan kaos hitam itu sedang duduk dekat Vania itu adalah Farhan.sedangkan di depan Farhan adalah arzan,menatap teman temanya yang sekarang tengah termenung.tatapanya berakhir di salah satu gadis yang menggunakan switer pink yang kini matanya tengah melihat azia yang sendari tadi hanya diam dalam pikirannya.dia adalah vebry,anak baru dari kelas 11 yang waktu itu di bully Vania.
Tatapan vebry beralih ke arzan yang tengah menatapnya,menaikan satu alisnya seolah bertanya'why'
Tatapan vebry kembali mengarah pada azia yang masih setia pada pikirannya"Abang kemaren nelpon"azia menatap vebry lekat,memastikan sesuatu yang entah apa itu
"Dia bilang bakalan pulang dua hari lagi"lanjut vebry
"Berarti besok dong"pekik Vania senang
"Bukanya katanya dia bakalan sekolah di sana sampai lanjut sekolah"ucap Farhan penasaran
"Lo tau kan kalok AODRA itu sebenarnya mafia?"Farhan mengangguk angguk mengiyakan ucapan vebry.
Kini semua mata yang ada di sana Tengah menatap sosok wanita cantik azia.azia masih diam pada posisinya,seperti tak minat untuk mendengarkan pembicaraan teman nya itu.
Dia sebenarnya tak sepenuhnya untuk tak peduli,hanya saja pikirnya yang benar benar lelah membuatnya tak peduli akan semua hal.
Baginya sekarang,bumi hanyalah kosongan semata di mata dan pikirannya.hanya ada suara hembusan angin yang menyapu Indra pendengarnya,telinganya mendengar hanya pikirannya tak mau mendengar,telinganya memaksa ia harus menutup telinganya.kejadia semenjak dia SMP sampai sekarang,azia benar benar merasa lelah.Azia ingin hidup seperti masa saat dia SD,saat dia kecil,saat dia bahagia bersama keluarganya,apa kah itu masih biasa ia rasakan.Ia kira kehidupan saat dia dewasa nanti tidak akan serumit ini,tapi kenapa dia harus merasakan lelah saat dia tenang berjuang untuk mencari identitasnya,mencari sosok dirinya,mencari bagaimana seharusnya dia hidup.Azia harus selalu menangis setiap malam karena beban di kepalanya,tekanan yang sering membuatnya pusing.
__ADS_1
"Dia bakal kembali zi! Kita semua akan kembali seperti dahulu"ucap arzan yang seakan tau apa yang sedang di pikirkan azia.
Tidak! Azia semakin di buat cemas akan semua hal ini,mungkin iya masalah tentang AODRA akan terpecahkan,tapi bagaimana dengan dirinya? Apakah ada yang bisa memecahkan masalahnya?.permainan yang di buat AODRA atas dirinya membuatnya ingin tiada saat ini juga.
"Mungkin Abang bakalan bisa buat lo mecahin masalah Lo"kali ini vebry lah yang berucap.
Azia tertawa renyah akan perkataan vebry,dia masih mengingat perkataan Abang dari vebry yang benar benar membuat hatinya hancur.apa kah dia bisa untuk bertema dengannya,berbicara dengannya,bercanda dengannya,mendengar namanya di sebuah saja sudah membuat hatinya dan pikirannya hancur.
Azia beranjak dari duduknya membuat king dan queen AODRA mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang akan di lakukan azia"mau apa Lo"tanya arzan
"Kemana? Gue laper pengen bikin me! Kenapa mau nitip"king dan queen AODRA seketika menjatuhkan rahangnya,dia lupa bahwa gadis ini adalah azia.Dia bahkan akan makan walau dalam keadaan menangis.bagaimama anggota mafia AODRA bisa melupakan saat azia sedang menangis tersedu sedu karena Farhan membuatnya jengah lalu saat arzan membawa me yang sudah masak azia langsung memakainya walau air matanya masih mengalir.apa kah kehidupan azia tak bisa tanpa sebuah makanan dan juga cemilan.
"Kok pada diem? Mau nitip gak sih jir,gue laper nih habis biem dari tadi.mana gak ada cemilanya lagi"
"Gue titip biarin aja ya zi! Laper juga jadinya gue"ucap Vania
"Gue nanti minta kuahnya aja"ucap Farhan
"Mau ninta kuahnya siapa Lo?kalok mau kuah yang buat me yang dulu baru ada kuahnya.lo kira kira juga gak goyan apa kuahnya"celetus azia kesal
__ADS_1
"Tau tuh Farhan! Kita semua juga doyan kuah kali"ucap vebri menyahuti
"Anjir anjir! Masalah kuah aja jawabnya Sampek panjang lebar"