Love Our Son

Love Our Son
Love our son 1


__ADS_3

Di malam hari di tepi pantai.


“ini.” Ujar Andre menyerahkan sebotol anggur kepada Laura. “kau bilang hatimu sedang sedih ini bisa membuatmu meluapakan masalahmu.” Andre dan laura sedang duduk di tepi pantai merasakan angin pantai yang sepoy sepoy meniup ke tubuh mereka berdua.


“tapi aku tidak pernah minum.” Ucap Laura.


“cobalah.” Andre membuka tutup anggur yang dia pegang.


Laura kemudian meneguk minuman yang di berikan Andre. Tegukan pertama “rasanya .”


“teguk lagi lama lama enak kok.” Tegas Andre.


Laura meneguk kembali. “aku tidak kuat.” Laura menyerahkan botol anggur kepada Andre.


Andre kemudian meminum langsung anggur yang di berikan Laura dia langsung minuma bekas bibir Laura. “apa yang membuatmu sedih?” tanya Andre kepada Luara.


“ha ha ha.” Laura tertawa. “sebenarnya aku malu untuk menceritakannya tapi tidak apalah aku kan mengatakan.” Laura menceritakan masalah yang membuatnya sedih. “hari ini adalah hari pernikahan mamaku yang ke 9. Setelah kematian papaku, mama sering bergunta ganti pasangan terkadang aku samapi malu dengan perbuatannya. Entah pernikahan yang ke 9 ini akan bertahan berapa lama.” Lauria mengeleng nafas.


“bukannya kau harusnya bahagia melihat mamamu menikah?” tanya Andre.


“bahagia? Bagaimana aku bisa bahagia. Teman temanku mengataiku kalau mamaku suka gonta ganti pasangan. Aku merasa malu.” Laura tertunduk.


Andre kemudian memeluk Laura. Mereka saling bertatapan pandangan Laura sudah kabur karena dia mulai mabuk. Andre kemudian mendekatkan wajahnya kepada Laura. Laura menatap mata Andre, Andre yang terkenal playboy dengan sergap langsung mencium bibir Laura. Laura yang sudah tidak begitu sadar akan dirinya dia membalas ciuman Andre.


“apa boleh?” tanya Andre.


“umm.” Jawab Laura.


Mendengar jawaban Laura Andre kemudian menggendong Laura ke dalam mobil. Andre melepas pakaiannya dan melepas pakaian Laura.


“aku akan membuatmu melupakan masalahmu malam ini.” Bisik Andre. Laura hanya mengangguk patuh.


Andre mulai mencium setiap inci tubuh laura. Sedangkan Laura hanya kegelian merasakan bibir Andre yang menyentuh tubuhnya.


“apa kau baru pertama melakukannya?” tanya Andre setalah berhasil membobol pertahanan Laura.


“umm.” Jawab Laura.


(gawat aku merusak anak orang) batian Andre. (sudahlah toh dia juga tidak menolak)


Laura menghabiskan malam yang panas dengan Andre.


Keesokan paginya.

__ADS_1


Laura tersadar dan terkejut tubuhnya yang sudah tidak berbusana, dna melihat di sebelahnya Andre yang terlelap.


“astaga apa yang aku lakukan semalam.” Ucap Laura memukul kepalanya. “aku harus segera pergi sebelum dia bangun.” Laura segera pergi meninggalkan Andre karena merasa malu. Laura mengambil pakainnya dan segera pergi.


Andre yang masih terlelap tubuhnya yang hanya di selimuti jaket milik Laura di bangunkan oleh ibu – ibu yang hendak pergi piknik.


“lihat lihat dia setelah bermalam di tinggal pasangannya.” Ucap ibu ibu tersebut melihat pintu mobil yang terbuka lebar dan Andre yang telanjang, tubuhnya hanya tertutu jakat pink milik Laura.


“mungkin dia tidak begitu jantan jadi pasangannya kecewa denganya.” Ucap ibu ibu yang lain.


“ha ha ha. Memang anak sekarang tidak sekuat orang dulu.”


Andre terbangun mendengar percakapan ibu-ibu di hadapannya dia merasa malu dengan omongan ibu ibu itu. Andre segera menutup pintu mobilnya, benar dia melihat Laura yang sudah tidak ada seketika memikirkan ucapan ibu – ibu yang mengunjingnya.


“kemana gadis itu pergi meninggalkanku.” Ucap Andre sambil mengenakan pakaiannya. “apa benar dia pergi karena tidak puas dengan miliku?” Andre semakin kesal. Selelah memakai pakaiannya Andre melihat jaket Pink milik Laura yang di tinggalkan. “aku akan mencarimu.” Ucap Andre sambil menjalankan mobilnya meninggalkan pantai.


Sesampainya di rumah Laura segera bergegas karean hari ini dia ada Kurusu memask. Laura seorang akhli gizi namun dia tidak begitu pandai memasak.


“gawat aku akan telat ini.” Ucap Laura bergegas menganti pakainnya dan berlari ke mengejar bus menuju tempat kursusnya.


“lihat .” seorang pria paruh baya melempar tablet di hadapan Andre. Dia adalah Gunawan papa Andre. “bisa tidak kau tidak membuat masalah. aku sarankan kau segera menikah. Kau menghabiskan uangku untuk menyelesaikan masalahmu. Dan juga kau setiap hari gonta ganti pasangan apa kau tidak takut tertular HIV.” Sambil dengan nada marah.


“iya iya pa.” ucap Andre melihat berita di internet tentang dirinya yang mabuk di bar dengan para gadis.


“Laura bukan begitu caranya.” Ucap pelatih memerahi Laura. “sudah berapa kali kau gagal.”


“he he empat atau lima kali.” Ucap Laura sambil tersenyum.


“kalau kau gagal lagi kau pergilah mencari tempat kursus lain.” Ucap pelatih.


Andre yang pulang di rumah dia melempar tubuhnya ke sofa. Dia mengingat malam panasnya denga Laura.


“sial.” Selain mengingat malam panasnya dengan Laura dia mengingat penghinaan dari ibi ibu yang di pantai tadi. “apa benar gadis itu pergi karena dia tidak puas denga miliku?” Andre menatap juniornya. “jadi selama ini pelacur itu hanya pura-pura.” Andre kesal dengan dirinya. Andre kemudian pergi mandi.


Dua tahun kemudian.


Andre dengan asistennya memasuki kantor.


“selamat pagi tuan Andre, tuan Bima.” Sapa karyawan.


“pagi.” Jawab Andre.


“lihat tuan, produk yang kita produksi sudah selesai tinggal tunggu pengecekan setelah itu siap kirim.” Ucap Bima.

__ADS_1


“baguslah. Hari ini kita pergi ke pabrik untuk mengecek barangnya.” Ucap Andre.


“aduh aku telat.” Laura buru buru mengenakan pakainnya segera pergi ke tempat kerjanya. Laura sebagai ahli gizi dia bekerja di sekolahnnya sebagai pentugas kantin.


“ma aku berangkat kerja dulu.” Teriak Laura kepada mamanya.


“iya hati – hati.” Ucap mama Laura.


Laura berada di kantin mengenakan baju putih dan penutup wajah.


“kalian harus makan sayur yang banyak.”ucap Laura kepada murid yang sedang menganti mengambil makan.


Di kantor Andre.


“bagus. Selama ini kau belajar dengan bagus.” Gunawan menepuk bahu Andre.


“jadi kapan perushaan di alih namakan kepadaku?” tanya Andre.


“aku belum mati bodoh.” Ucap Gunawan memukul kepala putrannya.


“tapi papa sudah tua dan waktunya pensiun.” Ucap Andre dengan nada mengoda papanya.


“dasar kau anak durhaka.” Gunawan memukul tubuh putranya Andre berlari dan menghindar dari pukulan papanya.


“apa kau tidak lelah bekerja di sini?” tanya seseorang kepada Laura.


“tidak ada tempat lain.” Jawab Laura sambil membagikan makanan kepada anak anak yang berbaris.


“berapa umurmu?” tanya orang tersebut.


“25 bulan depan.” Jawab Laura.


“putriku bekerja di perushaan Jaya, dia bercerita kalau perusahaan itu sedang mencari koki. Jika kau mau aku bisa membantumu.”


“kenapa tidak bibi saja?” tanya Laura.


“umurku sudah terlalu tua. Di perusahaan itu merekrut maksimal 28 tahun. Dan kebetulan kau masih 25 bukan?” ucap bibi tersebut. “apa kau mau?”


“terima kasih bibi aku mau” ucap Laura kegirangan.


“kalau begitu aku akan mengabarimu lagi.” ucap bibi tersebut.


“kau mau kemana?” tanya Gunawan melihat Andre dan Bima.

__ADS_1


“aku akan mengecek barang pa.” jawab Andre.


__ADS_2