
“sayang ada ada yang sakit?” tanya Laura kepada Ciko.
“kepada Ciko sakit ma.” Jawab Ciko.
“sebentar sayang ya, nanti kita bilang dokter biar di obati dokter.” Ucap Laura memeluk putranya.
Setelah di panggil perawat Laura masuk ke ruangan dokter. Setelah dokter memeriksa keadaan Ciko dokter mengatakan kalau ciko hanya deman biasa.
“bagaiman keadaan putraku dok?” tanya Laura.
“tidak aa dia hanya demam biasah. Mungkin mau pilke.” Ucap dokter. “ini saya resepkan obat.” Dokter memberikan resep obat kepada Laura.
“terima kasih dok.” Laura menerima kertas resep dan pamit pergi.
Andre yang menatap foto Laura di ponselnya sambil tersenyum.
“kenapa kau hari ini cuti ha? Padahal aku hendak memebrimu kejutan.” Ucap Andre.
“boss rapat segera dimulai.” Ucap Bima. “boss kenapa kau tidak makan?”
“nanti saya makan. Menunya tidak sesuai selereku.” Ucap Andre segera bangun dari duduknya dan berjalan ke ruang rapat.
Andre menjelaskan rancangan miliknya kepada dewan direksi da nada tuan gunawan yang juga melihatnya.
“bagaimana?” tanya Andre selsai menjelaskan.
“bisa bisa di coba.” Ucap pak haidan.
“menurutku ini boleh di coba.”
“kalau begitu. Kita akan mencoba rencana ini.” Ucap Andre setelah itu mengahiri rapat.
“kenaa kau kemarin cuti?” tanya Reya.
“putraku sakit jadi aku harus membawanya ke dokter.” Jawab Laura.
“aaa kau sudah punya putra?” Rehan terkejut.
“iya dia berusia dua tahun.” Ucap Laura.
“Laura apa makanan untuk bos sudah siap.” Tanya Bima yang baru masuk dapur kantor.
“ini tuan.” Laura menyerahkan kotak belak kepada Bima.
“baiklah.” Bima menerima kotak bekal dan segera ke rungan Andre.
“boss ini makananmu.” Bima menyerahkan kotak makanan kepada Andre.
“kau pesan di mana?” tanya Andre.
“ini masakan Laura ahli gizimu.” Jelas Bima.
“bawa kemari.” Andre mendengar nama Laura di sebut dia segera meminta Bima membawa makannya ke mejanya.
__ADS_1
“ini boss. Tumben biasanya kau sulit makan.”
“kau ini aku suka makan kau komen, aku tidak makan kau komen. Lalu kau harus bagaimana?” tanya Andre.
“bukan begitu boss. Saya lebih suka kalau kau makan banya..” ucap Bima.
“oh iya panggil Laura kemari.” Ucap Andre.
“ada apa boss apa ada masalah?” tanya Bima.
“panggil saja dia.”
“alasanya?” tanya Bima.
“katakana saja kalau aku mau bertemu dengannya.” Ucap Andre.
“baik bos.” Bima segera menuju dapur kantor.
“Laura kemarilah.” Panggil Bima.
“iya tuan.” Laura menemui Bima.
“kamu di panggil bos ke ruangannya.” Ucap Bima.
“ha? Kalau boleh tau ada apa ya?” tanya Laura.
“entahlah dia hanya memintaku untuk memanggilmu.” Ucap Bima.
Laura kemudian menuju ruangan Andre.
Sesampainya di ruangan boss Laura mengetuk pintu dan masuk. Laura masuk keruangan terlihat Andre yang sedang menghadap jendela. Sehingga Laura tidak melihat wajah Andre hanya melihat punggung kekar yang bagina tidak asing.
(kenapa tubuhnya terlihat tidak asing) batin Laura. Sambil berjalan mendekati meja Andre “maaf bos apa ada masalah dengan makananya?” tanya Laura.
“tidak ada aku hanya hendak memuji makananmu.” Ucap Andre yang masih membelakangi Laura.
“syukur lah kalau tidak ada masalah dan boss menyukainya.” Ucap Laura. “apa masih ada lain.” Tanya Laura.
Andre hanya diam menatap jendela, selang tak lama Andre memutar tubuhnya yang awalnya membelakangi Laura dia perlahan mengerakkan tubuhnya menghadap Laura. Laura terkejut malihat bahwa Andre sedang berada di hadapannya dan menjadi atasannya. Laura menahan dirinya supaya tetap tenang padahal dirinya sangat terkejut melihat pria yang menghamilinya dua tahun lalu. Sambil menatap Andre.
“kalau tidak ada hal lain saya permisi.” Laura kemudain pergi meninggalkan Andre. Andre melihat Laura yang panic dan pergi wajahnya sumringah senyum timbul dari bibinya.
“ini sangat menyenangkan.” Ucap Andre menatap kepergian Laura
Sepulang kerja Laura hanya terdiam mengingat bahwa bosnya adalah pria yang tidur bersamanya.
“ah tidak mungkin dia bukan. Aku sudah berusaha melupakannya dia hadir lagi.” ucap Laura berjalan keluar dari kantor.
Di depan kantor Andre yang sudah menunggu lama Laura keluar. Laura berjalan di dekat mobil Andre dan Andre langsng menghadang dengan membuka pinto mobilnya dan membuat Laura berhenti. Andre keluar dari mobil. Laura pura pura tidak mengenalnya.
“selamat sore boss.” Sapa Laura. Kemudian dia hendak berjalan. Andre menahan dengan memegang lengan Laura.
“kau tidak berubah sedikit pun, mulai dari rambut sampai kakaimu.” Ucap Andre menatap dari atas sampai bawah tubuh Laura.
__ADS_1
“maaf aku tidak mengerti maksud anda.” Ucap Laura berpura pura tidak mengenal Andre.
“kau tidak mengenaliku?” tanya Andre menatap mata Laura.
“saya mengenal. Anda adalah boss saya bagaiamana saya tidak mengenal anda.” Ucap Laura matanya menatap lain.
“selain itu? Misalnya yang lain?” tanya Andre sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Laura. Laura pun berjalan mundur.
“apa kita pernah bertemu?” tanya Laura.
“kau tidak mengingatku?” Andre bertanya sekali lagi. Laura hanya menatap bawah. “masuk lah.” Andre menarik tangan Laura hendak memintanya masuk mobil miliknya. Laura yang teringat kejadian yang lalu segera menangkis tangan Andre.
“mohon sopan boss.” Laura kemudian pergi meninggalkan Andre yang masih menatap kepergian dirinya.
“ha ha. Lihatlah dia jadi begitu sekarang. Apa dia benar – benar melupakanku?” guman Andre.
Laura pulang dengan lesu.
“mama.” Panggil Ciko .
“sayang.” Laura memeluk Ciko. “mama mandi dulu, setalah itu kita bermain.” Ucap Laura.
“iya ma.” Ciko kemudian berlari menuju Bili. Dan bermain dengan Bili.
Di dalam kamar mandi Laura menyalakn Shower danmenyiram tubuhnya dengan air hangat.
“aku harus bagaimana, dia ternyata pemilik perushaan jika dia tau kalau ada Ciko dan meminta hak asuhnya bagaimana?” ujar Laura sambil memejamkan matanya.
Di kamar Andre, Andre sedang duduk di sofa kamarnya sambil memegang jaket milik Laura.
“mari kita lihat apa kau benar benar melupakanku atau hanya berpura pura.” Andre mencengkram kuat jaket Laura. “jika kau benar melupakanku aku akan membuatmu ingat semuanya.”
“ma, aku bertemu denganya.” Ucap Luara kepada mamanya.
“siapa nak?’ tanya mama.
“papanya Ciko.” Laura mengatakn dengan berbisik.
“bagus lah. Katakana kalau dia punya putra.” Ucap mama.
“maaa, apa kau tau dia sebenarnya seorang boss besa. Aku takut jika dia tau tentang Ciko dan dia merebut hak asuh Ciko. Aku tidak bisa ma.” Ucap Laura lirih.
“benar juga, kalau dia boss lalu dia menyewa pengacara untuk meminta hak asuh Ciko kamu tidak bisa apa apa.” Ucap mama. “lalu apa rencanamu nak?”
“entahlah. Dia aku akan memikirkannya nanti.” Laura sambil menatap Ciko yang sedang bermain dengan Bili.
“sayang ayo sudah malam kita tidur ya.” ucap Laura menghampiri putranya dan menggendong menuju kamar.
“ada apa ma kenapa kau terlihat murung.” Tanya papa tiri Laura.
“laura bertemu ayahnya Ciko.” Ucap mama.
“bagus lah, minta dia bertanggung jawab.”
__ADS_1
“bukan begitu masalahnya. Appa kau tau dia adalah boss Laura takut jika ayah ciko mengetahui keberadaan ciko lalu dia meminta hak asuh ciko bagaimana?” ujar mama.
“kalau begitu jangan beri tau,” ucap papa tiri Laura