Love Our Son

Love Our Son
Love our son 5


__ADS_3

“ada apa ma kenapa kau terlihat murung.” Tanya papa tiri Laura.


“laura bertenu ayahnya Ciko.” Ucap mama.


“bagus lah, minta dia bertanggung jawab.”


“bukan begitu masalahnya. Appa kau tau dia adalah boss Laura takut jika ayah ciko mengetahui keberadaan ciko lalu dia meminta hak asuh ciko bagaimana?” ujar mama.


“kalau begitu jangan beri tau,” ucap papa tiri Laura


Di kamar Laura sedang menganti baju untuk Ciko.


“sayang mama mau tanya.” Ucap Laura.


“iya ma.” Jawab Ciko.


“Ciko kalau di suruh milih ikut mama atau ikut papa Ciko?” tanya Laura.


“kenapa mama bertanya begitu?” tanya Ciko balik. “mama bilang papa ciko sudah pergi jauh ciko tau kok mama bilang begitu karena takut ciko bertanya terus. Ciko faham kalau papa sudah pergi. Jadi ciko hanya akan bersama mama.” Ucap Ciko.


Laura memeluk putranya.


“ha? Boss meminta ku mengantarkan makanan sendiri?’ tanya Laura kepada Bima. “kenapa tiba tiba,, biasanya bukannya tuan Bima yang mengambilnya?”


“entahlah, boss hanya berpesan mulai sekarang kau yang mengantar makanan kepadanya.” Ucap Bima.


Luara terdiam membeku.


“kenapa kau diam? Sekarang antarakn boss sudah menunggu.” Ucap Bima.


Laura kemudian mengantarkan makanan ke ruangan Andre. Laura melihat Andre yang sedang duduk di kursinya.


“boss makananmu.” Ucap Laura meletkan kotak bekalnya dan hendak pergi.


“menu apa yang kau siakan hari ini.” Tanya Andre.


Laura kemudian berbalik “hari ini saya buat salmon keju dan juga labu kukus.” Ucap Laura memunjukkan menunya kepada Andre.


Andre berdiri dari duduknya lalu mendekat lebih dekat ke tubuh Laura. “oow.” Sambil mengambil labu kukus yang telah di potong-potong. Andre makan labu kukus di hadapan Luara. “uuum manis.” Sambil memainkan bibirnya di hadapan Laura. Mata Andre menatap Laura yang tertunduk menghadap bawah.


“apa kau begitu takut dengaku sehingga tidak berani menatapku?” tanya Andre.


“kurang sopan rasanya jika menatap atasan.” Jawab Luara.


“lihat wajahku, apa kau tidak merasa kita…” belum selesai dengan kalimatnya Laura memotong ucapan Andre.


“kalau sudah tidak ada apa apa lagi saya pamit undur diri.” ucap laura pergi meninggalkan Andre.


Andre menatap Laura yang pergi dari ruangannya. “apa kau benar melupakanku atau hanya pura – pura?”


“huuft, hampir copot jantungku dibuantnya. Tatapannya seperti dia hedak melahapku.” Guman Laura berjalan kembali ke dapur kantor.


“kenapa kau terlihat begitu aneh?” tanya Reya.

__ADS_1


“tidak apa.” Jawab Laura kembali ke pekerjaannyaa.


(bagaiaman aku bisa bertahan di sini? Tapi jika aku keluar aku harus kerja di mana?) batin Laura sambil mengaduk sup yang dia buat.


“bim.” Panggil Andre.


“ada apa boss.?” Tanya Andre yang sedang mengemudi mobil melihat bosnya dari kaca sepion depan.


“apa wajahku mudah di lupakan.” Andre menyentuh wajahnya.


“maaf boss?” Bima bingung dengan kalimat Andre.


“tidak mungkin aku sangat tampan bagaimana bisa dia melupakanku. Dia bukan ikan koi yang hanya menginggat setelah tujuh detik.” Gerutu Andre.


“iya boss.” Bima mulai bingung dengan apa yag di katakan Bossnya.


Di rumah Laura melamun.


“mama giliran mama yang main.” Ucap ciko mengoyang lengan mamanya.


“aaah iya kah.” Laura tersadar dari lamunnnya. “maaf sayang.”


Keesokannya Laura yang sedang berjalan menuju pintu kantor di kejutkan dengan Andre yang mengendarai mobil miliknya yang di gunakan mereka untuk melakuan cinta satu malam.


“selamat pagi.” Sapa Andre pada Laura.


Laura teringat kejadian yang terjadi bersama Andre ketika melihat Andre di dalam mobil dengan pakaian yang sama yang dia kenakan waktu itu. (apa dia gila) batin Luara.


“pagi boss.” Laura pergi setalah menyapa Andre.


“apa dia gila? Kenapa dia melakukan hal yang bodoh.” Guman Laura.


“kenapa kau sedang kesal dengan siapa?” tanya Rehan.


“entalah.” Laura membanting sepatulanya.


“jika kau kesal dengan seseorang jangan lampiaskan kepada makananku.” Ujar Reya.


“maaf.” Laura tersenyum.


Laura mengantarkan makanan ke ruangan Andre.


“boss ini menu makanamu,” Laura menyerahkan kepada Andre. Dia hendak pergi namun Andre segera menghentikannya.


“tunggu bantu aku. Aku sedang sibuk. Kemari suapi aku.” Ucap Andre yang sedang membaca dokumen.


“ha?” Laura terkejut mendengar kalimat Andre.


“kenapa bengong cepat kemari, sebentar lagi aku ada rapat.” Ucap Andre.


Laura mendekat ke meja Andre. Mengeluarkan makanannya dan menyuapi Andre dengan sendok. Andre sengaja menoleh suapaya saus dari makannya mengotori pipinya.


“maaf.” Laura langung mengusap lembut pipi Andre yang ada bekas sausnya.

__ADS_1


Andre sengaja menoleh lagi sehingga jari Laura menyentuh bibirnya. “apa kau tidak mengingat sesuatu?” tanya Andre.


Laura langsung menarik tangannya. Andre memegang tangan Laura. “apa kau benar tidak mengingatku?”


Laura melepaskan tangan Andre. “maaf boss bersikaplah sopan kepadaku.” Ucap Laura pergi meninggalkan ruangan Andre.


“mau sampai kapan kau bersikap bodoh.” Andre menatap Laura yang keluar dari ruangnya.


“boss akhir – akhir ini kau terlihat sangat bersemangat dan bahagia pasti ada sesuatu yang kau sukai.” Tanya Bima. Bima dan Andre berjalan dari ruang rapat.


“apa terlihat begitu jelas.” Ujar Andre.


“iya, kau terliat seperti menemukan belahn jiwamu. Apa ini karena ahli gizi itu?” tanya Bima.


“apa yang kau pikirkan ha? .”


“sepertinya masakannya sangat efektif dan sesuai seleramu.” Bima.


“aku hanya makan makanannya karena dirimu.” Balas Andre.


Saat hendak masuk ruangannya dia di sapa dengan seorang gadis.


“kak Andre.” Ucap Naomi.


“kau siapa?” tanya Andre.


“kak ini kau Naomi. Paman Gunawan bilang kau sedang mencari istri dan dia memintaku untuk menemanimu. Siapa tau kita jodoh.” Ucap Naomi.


“apa kau gila. Bima jangan izinkan dia masuk.” Andre wajahnya langsung berubah kesal.


“maaf nona.” Bima mengantar Naomi pergi.


“ih kah. Lihat saja aku pesti mendapatkanmu.” Ucap Naomi lirih.


Malam hari Andre sengaja lembur untuk makan malam dengan masakan Laura.


“malam ini aku akan membuatnya mengingatnya.” Ucap Andre memegang anggur yang dulu dia minum bersama Laura.


Laura mengantar makanan untuk Andre.


“boss apa ada yang lain kalau tidak saya akan pulang.” Ucap Laura.


“tolong ambilkan aku anggur di meja itu.” Ucap Andre menunjuk anggur yang sudah dia siapkan di atas meja.


“ini.” Laura mengambilkan dan meletakkan di dekat makanan yang dia masak. Setelah itu Laura segera pergi tanpa berkata.


Andre yang merencanakan banyak hal seketika gagal sebelum mulai.


Luara pulang dengan wajah lesu namun setelah melihat Ciko dia langsung bersemangat.


“anak mama lagi main apa?” tanya Laura.


“lihat ma, kelak kalau Ciko bersa Ciko akan belikan rumah yang besar untuk mama.” Ucap Ciko.

__ADS_1


Laura mencium kening Ciko.


Di ruamh Andre, di ruang kerjanya Andre membaca dokumen penting perusahaan.


__ADS_2