Love Our Son

Love Our Son
Love our son 3


__ADS_3

“boss karena kesalahanku sebagai sekertairmu. Aku akan mengundurkan diri.” ucap Bima.


“apa aku hanya pingsan kau tidak perlu mengundurkan diri.” ucap Andre.


“itu adalah kesalahanku karena tidak menjagamu.” Tegas Bima.


“jangan pergi. Aku akan mengikuti aturanmu.” Ucap Andre.


“saya meminta kau untuk istirahat dengan cukup dan makan tiga kali sehari.” Ucap Bima.


“mana bisa?”


“baik saya pamit surat pengunduran diri saya akan saya buat.” Ucap Bima.


“baiklah – baiklah aku mendengar apa yang kau katakana.” Jawab Andre.


“kalau begitu aku akan mengaturnya.” Bima tersenyum dan keluar dari kamar rumah sakit.


Bima pergi menemui Laura.


“kau ahli gizi baru kan?” tanya Bima.


“iya.”


“kalau begitu kau tidak perlu bekerja di kantin kantor lagi.” ucap Bima.


“apa tuan memecatku?” tanya Laura terkejut.


“tidak tidak. Kau akan di pindah kerjakan untuk mengurus makanan boss.” Ucap Bima.


“berarti tuan tidak memecatku bukan?.” Tanya Laura.


“iya. Mulai sekarang kau mengurus makanan boss.” Ucap Bima menyerahkan file. “ini adalah daftar makan yang tidak bisa di makan Boss.”


“baik tuan saya akan melakukan yang terbaik.” Ucap Laura menerima file dari Bima.


“dan juga makanan untuk boss kau harus menyiapkan makanan untuk tiga kali sehari.” Ucap Bima.


“tiga kali sehari?” tanya Laura.


“benar apa ada masalah?” tanya Laura.


“tidak tidak ada.”


Teman teman Laura melihat Bima yang sedang mengobrol dengan Laura.


“apa yang di mintanya?” tanya Reya.


“dia memintaku menyiapkan makanan Boss.” Ucap Laura.


“oh. Siapkan kalau begitu.” Ucap Reya. Meninggalkan Laura.


“ada dia marah?” tanya Laura.


“sepertinya .” jawab Rehan.


Andre yang sudah tidak tahan segera meminta perawat untuk melepas infusnya dan segera kembali ke kantor.


“boss kau masih belum sehat.” Ucap Bima.


“aku tidak betah di rumah sakit kita kembali ke kantor.” Ucap Andre.


“tapi. Kau harus istirahat.”


“iya aku akan istirhat.” Ucap Andre memajamkan matanya.


[apa siapkan makanan sekarang?] Laura menerima telfon dari Bima.


[iya siapkan sekarang boss akan segera ke kantor.] ucap Bima.


“bukannya dia sakit seharusnya istirahat bukannya ke kantor.” Keluh Laura.


Laura kemudian bergegas ke dapur dan meyiapkan makan untuk boss.


“apa kau akan menyiapkan makanan boss.” Tanya Reya.

__ADS_1


“iya kak.” Jawab Laura.


“itu bahannya.” Reya menunjukan.


“kakak udah tidak marah?” tanya Laura.


“siapa juga yang marah.” Reya pergi setalah kalimatnya selesai.


Setelah Laura membuat makanan Bima segera mengambil makanan itu dan menyerahkan kepada Andre.


“boss.” Bima menyerahkan kotak makan kepada Andre.


“letakkan saja.” ucap Andre.


“bos cepatt makan atau kau akan menerima surat pengunduran diriku.” Ucap Bima.


“baiklah baiklah.” Andre segera membuka kotak makan.


Andre memakan matanya melebar dia memakan kembali merasakan makanan yang sesuai seleranya.


“siapa yang masak?” tanya Andre melahap habis makananya.


“ahli gizi yang baru datang.” Ucap Bima.


“oww. Masakannya aku suka. Ada rasa berbeda dan sesuai seleraku.” Ucap Andre melahap setiap sendok dengan nikmat.


Sepulang kerja Andre yang menaiki mobil bersama Bima. Melihat Laura yang naik taxi.


“dia.” Ucap Andre.


“ada apa tuan?” tanya Bima.


“tidak, lanjutkan.” Ucap Andre (kenapa akhir akhir ini aku selalu memikirkannya, aku sudah berusahan melupakkanya namun makin semakin tidak bisa meluakkannya.) batian Andre menekan pelipisnya.


“apa kau merasa tidak enak badan boss?” tanya Bima.


“tidak.” Jawab Andre memejamkan matanya dan merebahkan kepalanya di senderan mobil.


Laura sampai di rumah.


“tidak apa Cuma dema.” Jawab mama.


“kak, Ciko dia sakit.” Ucap Bili adik Laura.


“iya. Kau harus jaga keonakanmu ya.” ucap Laura kepada Bili.


“kau ini.” Mama menatap Laura.


Setelah selesai mandi Laura menghampiri Ciko yang sudah terlelap.


“maafkan mama sayang.” Laura mencium kening Ciko kemudian tidur di sebelah putranya.


Andre yang baru saja sampai rumah melihat Nana wanita yang mengejar – ngejar Andre sedang berdiri di depan pintu pagar rumahnya.


“kenapa dia di sana?” tanya Andre kepada Bima.


“menemulah.” Jawab Bima.


“cepat pergi aku tidak mau menemuinya.” Ucap Andre.


“baik boss.” Bima seger memutar mobil.


“pesankan aku kamar hotel.” Ucap Andre.


“baik boss.” Bima kemudain membawa Andre ke hotel.


[apa sekarang?] Laura terkejut mendapat telfon dari Bima.


[iya siapkan makan malam untuk bos aku mengirimkan alamatnya.] ucap Bima.


“apa dia gila. Malam malam begini di mana beli sayur.” Keluar Laura. Laura berjalan ke dapur dan melihat isi kulkas. Dengan bahan seadanya Laura membuat makan malam untun Andre.


Laura mengantar makanan alamat yang Bima kirim. Laura cukup lama menunggu di loby hotel.


“titipkan saja ke resepsionis.” Ucap Laura berjalan menuju arah resepsionis.

__ADS_1


[baiklah baiklah aku akan turu,] Andre menerima telfon dari Bima.


[segera boss, saya sudah mengirm makanan untukmu.] ucap Bima.


Andre pun turun Andre melihat ari kejauhan Laura yang memberikan tas kepada resepsionis. Andre mencoba mengejar Laura namun tidak bisa menjangkaunya Laura buru buru pergi.


“apa yang gadis itu begrikan?” tanya Andre kepada resepsionis hotel.


“makanan tuan untuk kamar nomor 106.” Jawab Resepisonis.


“buat saya berate.” Andre menunjukkan kartu kamarnya.


“oh iya ini tuan.” Resepsionis memberikan tas makanan untuk Andre.


Andre berjalan kembali menuju kamarnya menatap tas bekal.


“apa dia?” gerutu Andre. Andre segera menghubungi Bima.


[ada apa boss?] tanya Bima.


[beri aku data karywana yang mengurus makananku] ucap Andre.


[untuk apa?]


[sudah berikan saja. kamu banyak tanya.]


[baik boss]


Bima kemudain menghubungi bagian Human dan mengirim data diri Laura.


Andre menatap ponselnya. “Laura. Aku mencarinya selama ini. Akhirnya dia datang kepadaku.” Ucap Andre melihat data diri Laura. “kali ini aku akan membalas perbuatanmu.” Ucap Andre sambil memakan makanan yang di buat Laura.


Keesokan paginya.


Laura mengambil cuti karena Ciko demam tinggi sehingga Luara harus membawanya ke rumah sakit.


“ma Laura pergi dulu ya.” ucap Laura sambil mengendong Ciko di pelukannya.


“biar papa antar.” Ucap mama.


“tidak perlu Laura sudah pesan mobil kok ma.” Laura segera keluar dari rumah sambil mengedong Ciko.


“oh panggil ahli giziku.” Ucap Anda.


“dia sedang cuti boss.” Ucap Bima.


“ha? Ada apa? Apa perushaan kita mengizinkan cuti seenaknya? .” tanya Andre kesal.


“dia belum pernah cuti dia baru saja ambil cuti hari ini.” Jelas Bima.


“kenapa dia ambil cuti?” tanya Bima.


“urusan kelurga. Eh kenapa kau mempertanyakannya boss? Apa ada masalah?” tanya Bima.


“tidak ada kau boleh kembali.” Ucap Andre. “lalu makanaaku?”


“saya sudah memesan untukmu.” Ucap Bima mengambilkan makanan yang sduah dia pesan.


“baiklah kau boleh pergi.”


“sayang ada ada yang sakit?” tanya Laura kepada Ciko.


“kepada Ciko sakit ma.” Jawab Ciko.


“sebentar sayang ya, nanti kita bilang dokter biar di obati dokter.” Ucap Laura memeluk putranya.


Setelah di panggil perawat Laura masuk ke ruangan dokter. Setelah dokter memeriksa keadaan Ciko dokter mengatakan kalau ciko hanya deman biasa.


“bagaiman keadaan putraku dok?” tanya Laura.


“tidak aa dia hanya demam biasah. Mungkin mau pilke.” Ucap dokter. “ini saya resepkan obat.” Dokter memberikan resep obat kepada Laura.


“terima kasih dok.” Laura menerima kertas resep dan pamit pergi.


Andre yang menatap foto Laura di ponselnya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2