Love Our Son

Love Our Son
Love our Son 2


__ADS_3

“kau mau kemana?” tanya Gunawan melihat Andre dan Bima.


“aku akan mengecek barang pa.” jawab Andre.


“kau ini setiap hari hanya bekerja. Ku bilang segera mencari istri dan berikan aku cucu.” Ucap Gunawan.


“bukankah ini yang papa mau? Papa memintaku mengurus perusahaan.” Ucap Andre.


“ya tapi kau sudah 30 tahun.” Ucap Gunawan.


Andre melihat jam tangannya. “sudah pa waktu Andre pergi dulu.” Andre segera pergi meninggalkan papanya.


“dasar anak ini selalu pergi setap ku suruh menikah.” Ucap gunawan melihat Andre yang semakin menjauh keluar kantor.


“sayang mama pulang.” Laura menghampiri Ciko, putranya yang berumur dua tahun.


“kau ini bekerja terus. Lihat putramu dia sudah seperti kembaran putraku.” Ucap mama Laura.


“siapa suruh mama tinggal bersamaku.” Ucap Laura.


“sebenrnya siapa papa Ciko?” tanya Mama.


“entah kau juga tidak tau. Sayang ayo kita tidur.” Laura mengednong Ciko menuju kamarnya.


“bisa bisanya dia tidak tau pria yang tidur dengannya,” ucap mama.


Kejadian dua tahun lalu. Dua bulan setelah kejadian bersama Andre laura datang ke ruamah mamanya dan menagis.


“ada apa dengamu?” tanya mama.


“ma aku hamil.” Ucap Laura.


“anak siap?” tanya mama menguncang tubuh putrinya.


“Laura tidak tau.” Laura menangis di pelukan mamanya.


“mama juga sedang hamil. Papamu sedang bekerja.” Ucap mama memeluk putrinya yang menangis. “tidak apa ada mama. Sudah berapa bulan?” tanya mama.


“jalan dua bulan.” Jawab Laura. Mama kemudian mendudukkan Laura di kursi.


“apa kau tidak mengingkan anak ini?.” Tanya mama menatap putrinya yang menangis tersedu sedu.


“aku aku aku.” Laura terbatah batah.


“gugrurkan saja. kau masih muda dan jalanmu masih panjang.” Ucap mama.


“ma, bagaimana bisa kau mengatakan itu. Kau juga sedang hamil. Memang dia tidak ada dalam rencanaku.” Laura mengelus perutnya. “tapi dia tidak bersalah aa hakku membunuhnya.” Ucap Laura.


“kalau begitu kamu pindah ke rumah mama saja. mama akan bantu mengurusnya kelak.” Ucap mama.


“apa paa tidak keberatan?” tanya Laura.


“kalau dia berani keberatan ku ceraikan dia dan aku menikah lagi.” jawab mama.


“terima kasih ma.” Ucap Laura memeluk mama.


Kembali ke masa sekarang Laura membelai rambut Ciko.


“lihatlah mata dan bibir mu sangat mirip papamu.” Laura menatap wajah Ciko dia teringat dengan wajah Andre. “tapi bahkan mama tidak bisa menemukan papa, mama hanya tau dia bernama Andre.” Ucap Laura mencium kening putranya.


Andre duduk di kursi kamarnya memejamkan matanya dan memijat pelipisnya.

__ADS_1


“hari ini sangat melelahkan.” Ucap Andre.


Ponsel Andre bordering panggilan masuk dari Toni.


[halo ] Andre mengangkat pannggilan dari temannya.


[halo bro. kau dimana?] tanya Toni dengan suara bising bar.


[di rumah kenapa? Diaman kau sangat berisik.]


[aku di bar. Cepatlah kemari sudah lama kau tidak bermain dengan gadis gadis.] ucap Toni.


[malas aku. Jangan ganggung aku ada pekerjaan] Andre mematian telfon dari Toni.


“setelah kejadian dua tahun lalu aku bahkan tidak punya selera dengan para gadis” ucap Andre meletakkan ponselnya di meja.


“kemana perginya gadis itu. Aku ingin sekali menghabisinya.” Ucap Andre menginta tentang kejadian saat di pantai.


Andre menatap lemari pakainnya. Dia berjalan dan membuka lemari pakainnya mengambil jaket Pink milik Laura. “baunya aku masih bisa menciumnya.” Andre mencium jaket milik Laura.


Keesokan paginya.


“sayang mama berangkat kerja dulu ya. jangan nakal. Nurut kata nenek dan bermain dengan paman kecil oke.


“iya ma.” Jawab Ciko memeluk dan mencium Laura.


“ma pa. titp ciko Luara pergi kerja dulu.” Ucap Laura. Kemudian Laura pergi.


“apa laura tidak apa-apa? Tidakkah kau lihat dia membutuhkan suami?” tanya papa tiri Luara kepada mamanya.


“aku juga sering mengatakan tapi dia selalu mengabaikan ucapanku.” Jawba Mama. “biarlah. Asal dia bahagia sudah cukup bagiku.”


Di kantin sekolahan.


“iya bibi. Aku akan segera membuatnya.”


“semoga cocok.”


“tuan ini laporannya.” Ucap Bima.


“letakkan.” Andre yang sedang membaca laporan wajahnya pucat.


“tuan apa kau baik baik saja?” tanya Bima.


“baik ada apa?” tanya Andre.


“kau terlihat tidak baik. Oh iya rapat akan di lakukan jam siang.” Tambah Bima sebelum keluar ruangan.


Laura telah bekerja di perushaan Jaya hari ini hari pertamanya dia masuk kerja.


“tuan rapat akan di mulai setengah jam lagi.” ucap Bima.


“umm.” Jawab Andre.


“tuan apa kau tidak tidur lagi semalam?” tanya Bima.


“tidur tapi Cuma sebentar.” Jawab Andre wajahnya terlihat pucat.


“makananmu? Kau sering telat makan.” Ucap Bima.


“aku akan mengaturnya.” Jawab Andre.

__ADS_1


“kau harus menjaga kesehatanmu. Jika tidak kau akan jatuh sakit.” Ucap Bima.


“hmmm.” Jawab Andre.


Bisma menekan tombol Lif.


“silakan tuan.” Bima mempersilakan Andre masuk.


Andre berjalan masuk ketiak pintu Lift tertutup Andre melihat Laura yang juga masuk ke dalam Lift di hadapnnya.


“dia.” Ucap Andre.


“ada apa tuan?” tanya Bima melihat Andre terlihat terkejut.


“apa kau melihat gadis tadi.” Tanya Andre.


“gadis yang mana?”


“tidak tidak mungkin aku hanya kelelahan.” Ucap Andre memijat pelipisnya.


“kamu koki yang baru ya? ku dengar kau juga ahli gizi.” Ucap Reya koki lama.


“iya saya.” Jawab Laura.


“kalau begitu perkenalkan aku Reya. Ini bibi Mia dan itu Rehan.” Ucap Reya.


“salam kenal saya Laura.” Ucap Laura. “kalau begitu apa yang bisa ku kerjakan?” tanya Laura.


“mari kita dapur.” Ucap Reya. Semuanya pergi ke dapur.


Andre masuk keruang rapat. Para karywan yang ikut rapat semuany berdiri menyambut.


“duduklah kalian boleh duduk.” Ucap Andre meminta semuanya duduk kembali. Dia juga duduk di kursinya. “kemudian mari kita selesaikan rapat segera.” Ucap Andre.


Para karyawan menyebutkan ide idenya namun tidak ada satupun yang membuat Andre puas.


“apa hanya ini ide yang kalian pikirkan? Apa tidak ada lain?” Andre bangun dari duduknya sambil mengebrak meja.


Semuanya hanya diam. Melihat Andre yang marah.


“kalian semua tidak berguna.” Ucap Andre. Tiba tiba tubuhnya terhuyun dan dia pingsan.


“boss.” Teriak semunya panic. Bima segera menghubungi ambulan dan membawa Andre ke rumah sakit.


Di rumah sakit Andre yang sudah sadar di kelilingi para karyawannya.


“boss memang benar perusahaan sangat penting, namun kesehatanmu juga penting jika kau tumbang perusahaan juga akan tumbang.” Ucap salah satu karyawan.


“iya boss, kau istirahat biar masalah ini kami yang urus.” Tambah karywanan yang lain.


“lakukan saja pekerjaan kalian.” Ucap Andre.


Semuanya pun keluar meninggalkan Andre dan Bima.


“boss karena kesalahanku sebagai sekertairmu. Aku akan mengundurkan diri.” ucap Bima.


“apa aku hanya pingsan kau tidak perlu mengundurkan diri.” ucap Andre.


“itu adalah kesalahanku karena tidak menjagamu.” Tegas Bima.


“jangan pergi. Aku akan mengikuti aturanmu.” Ucap Andre.

__ADS_1


“saya meminta kau untuk istirahat dengan cukup dan makan tiga kali sehari.” Ucap Bima.


__ADS_2