
"Kriiinggggg...." suara alarm itu terdengar nyaring di telinga Nayna.
"shiittt.. Gua bkalan telat lagi nih" umpat Nayna dengan langkah menuju kamar mandi.
Hay nama gua Nayna Kirana Nismara, gua sekolah di salah satu SMA di kota X, gua emang agak bar bar, cuma gua juga tau batas. Tapi dengan sifat gua yang agak bar bar gua jadi disegani banyak orang, padahal mah gua biasa aja. What ever lah kata mereka,banyak juga yang benci juga sama gua.,huffft
Termasuk tu ketua Osis tempat gua sekolah. Gak tau kenapa tu ketua Osis selalu ngrecokin gua mulu. Contohnya aja hari ini gua telat, setiap gua telat dihukumnya yang berat berat ama dia,segitu bencinya dia ama gua kali ya. Heran gua,.
"Telat lagi lo? gak kapok emang lo dapet hukuman dari gua ha?" tanya Endra.
Ya nama gua Endra Ganendra, ketua Osis dan satu sekolah dengan Nayna, gua benci orang yang gak disiplin, termasuk Nayna, cewek bar bar kek gitu, tampang aja yang cakep, tapi kelakuan kaya preman pasar. Tapi entah kenapa gua seneng ngerjain dia. haha
" iya gua telat gara gara ban mobil gua tadi bocor," ngeles Nayna.
"mana percaya gua sama lo, tampang lo udah gak meyakinkan, kalo lo tau" omel Endra.
"what everlah, serah lo mau katain gua apa, gak pengaruh ama gua" jawab Nayna enteng.
Endra yang sedikit kesal langsung memberikan selembar kertas ke Nayna.
" nih temui pak joko" ucap Endra.
Diterimanya kertas itu dari Endra, "******, kok gua gak inget kalo sekarang piketnya pak joko, guru kiler itu" gumam Nayna sambil nepok jidatnya.
Endra yang tau akan hal itu, sedikit menyunggingkan senyum, seperti tanda kemenangan.
Ya benar saja Nayna yang baru saja bertemu dengan Pak Joko dihukum membersihkan toilet guru.
"ashh sialan gara gara tu ketua Osis sedeng, gua di hukum bersihin toilet gini sama tu guru kiler" kesal Nayna.
Tak beberapa menit Endra yang gak sengaja lewat di depan toilet guru pun melihat Nayna yang sedang membersihkan toilet guru.
"ha..ha..ha..ha.. Rasain lo dihukum bersihin toilet, makanya jangan telat mulu lo" kata Endra sambil ketawa.
Nayna yang mendengar itu kesal dan
__ADS_1
"byurrr..." Nayna mengguyur Endra dengan air yang tadi dipegang, yang seharusnya buat guyur lantai yang baru saja dibersihkan.
"upsss maaf gua kira tadi gak ada orang" kata Nayna dengan sedikit senyum mengejek.
"ha ha ha ****** lo" lanjut Nayna.
Endra yang kesal dengan perbuatan Nayna menarik tangan Nayna dan mendorongnya ke tembok.
"maksud lo apa ha, nyiram gua pakai air itu?" ketus Endra.
"kan gua bilang gak sengaja" jawab Nayna enteng.
Endra yang semakin kesal, sedikit memajukan wajahnya, hingga wajahnya dan wajah Nayna hanya selisih beberapa centi lagi. Dan mata mereka yang saling menatap satu sama lain dan ingin mengerjai Nayna.
"kenapa jantung gua kek abis lari maraton gini deket ni cewek" batin Endra.
"kenapa gua deg degan gini di tatap ni orang" batin Nayna dengan pipi yang sudah memerah.
Endra yang sadar, dia langsung berbisik di telinga Nayna "gua Balas lo nanti".
Nayna yang sadar langsung mendorong tubuh Endra.
"Mau apa lo, awas lo macem macem" sentak Nayna yang tak terima dirinya di ancam.
"Apa yang kalian lakukan di sini" tiba tiba salah satu guru hendak masuk ke dalam toilet, dan ya benar guru itu salah paham.
"enggak gitu bu, masak saya cuma lewat tiba tiba diguyur pake air, nih buktinya baju saya basah" sangkal Endra yang tak mau kalah.
"iya saya guyur karna dia bikin gara gara bu"
Sela Nayna.
"sudah cukup, kalian berdua saya hukum berdiri dilapangan sambil hormat bendera sampai jam istirahat pertama selesai" perintah guru trsebut. "dan kamu Endra kamu itu ketua Osis, seharusnya kamu itu menjadi contoh yang baik buat yang lain, bukan malah Sebaliknya" tambah bu guru itu.
"baik bu, maafkan atas kesalahan saya" kata Endra dengan nada menyesal.
"bu saya kan abis dihukum pak joko bersihin toilet, masa saya dihukum lagi" bantah Nayna.
"ke lapangan SEKARANG!!!" perintah guru tersebut sambil menekan kata sekarang.
"tapi bu.."
"tidak ada tapi tapi" tegas guru itu sambil menatap tajam Nayna.
__ADS_1
Nayna langsung lesu ditatap begitu "iya bu saya ke lapangan sekarang ".
Ditengah lapangan. "Dasar lo bikin ulah mulu, heran gua sama lu, gua jadi ikut dihukum kan gara gara lo" omel Endra ke Nayna.
Nayna yang mendengar itu langsung noleh ke arah Endra "lo gak sadar lo yang selalu ngrecokin gua" ketus nayna.
"kapan gua ngrecokin lo, lo nya aja yang selalu bikin ulah" sangkal Endra.
"serah lo mau bilang apa". Kata Nayna yang udah males berdebat dengan Endra, dan dia memilih diam,karna memang kepala Nayna sudah berasa pusing.
"bagus kalo lo sadar" kata Endra bangga.
"tettt tettt tettt..." jam istirahat pertama berbunyi.
Nayna dan Endra yang mendengar ingin langsung melesat ke kantin, karena udah gak tahan karena haus, dan baru beberapa langkah "bruggg.." tubuh Nayna tersungkur ke bawah. Endra yang melihatnya langsung menghampiri Nayna. "Nay bangun woyy" Endra menyenggol-nyenggol lengan Nayna tapi tak ada respon. Endra langsung mengangkat tubuh Nayna menuju UKS.
"waittt gaes.. itu kan Nayna, kok bisa sama Endra sih" Talia yang melihat sahabatnya digendong oleh Endra langsung mengajak Putri dan Ana menyusul mereka.
"Endraaa tunggu.."teriak Talia.
Endra yang merasa namanya dipanggil, dia menoleh.
" Apa? "tanya Endra dingin.
Ya perlu kalian tau, Endra sebenernya orangnya dingin ke semua orang, terkecuali sama Nayna, entah kenapa kalo sama Nayna dia gak bisa bersikap dingin, dia selalu ingin mengganggu Nayna, dan ngrecoki Nayna, sampai sampai Nayna sebel banget sama Endra, tapi Endra membiarkan itu.
"Nayna kenapa ndra?" tanya Putri. Sambil mengikuti Endra dibelakang.
"lo gak liat dia pingsan" ketus Endra.
"biasa aja kale, gak usah ngegas" gumam Ana yang masih bisa di dengar oleh Endra. Dan di bales dengan tatapan tajam Endra. Ana yang tau hanya nyengir kuda sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah yang membentuk huruf V Dan berkata "sory"
Sesampainya di UKS, setelah Endra meletakan tubuh Nayna di kasur UKS,
"ndra kok Nayna bisa pingsan?" tanya Talia sambil menyodorkan minyak kayu putih ke Endra.
"di hukum berjemur" jawab Endra singkat sambil mendekatkan botol minyak itu kehidung Nayna.
"ndra gua aja yang jaga si Nay" kata Ana menawarkan diri.
"gua aja, kalian mending belikan makanan dan minuman buat Nayna." jawab Endra.
Talia, Ana dan Putri langsung mengiyakan perintah Endra dengan Senyum, dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua, dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
Trimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca 😘
Tunggu episode selanjutnya 😉