Love You More!

Love You More!
#7


__ADS_3

 


Nayna yang sedang mencoba baju pengantinnya dan Endra yang nunggu dengan memainkan handphone miliknya. Entah apa yang sedang dia sibukan dengan benda pipihnya itu.


Nayna keluar dari tempat ganti


"ma.." nayna menanggil mamanya.


Mama Nayna dan yang ada di tempat itu nengok ke arah Nayna.


Endra yang melihat Nayna mengenakan kebaya hanya terdiam terpesona.


"ya ampun sayang kamu cantik banget nak" kata mama Nayna yang melihat anak perempuannya menggunakan kebaya, karena jarang jarang Nayna mau menggunakan baju feminin seperti sekarang.


"dari dulu juga cantik ma.. Elah" tingkat kepedean Nayna meningkat.


"iya jeng calon mantu aku cantik banget" kata mami Endra.


"gimana ndra, cantik kan Nayna?" tanya mami Endra lagi.


 


Endra yang ditanya hanya diam karena saking terpesonanya sama Nayna sampai sampai matanya tidak berkedip.


 


"iya mi cantik, gak salah pilih ini mah gua" batin Endra.


Nayna yang sadar ditatap Endra sampai gak berkedip merasa risih.


"woyyy terpesona lu sama gua?percaya gua kalo gua cakep." celetuk Nayna yang membuat Endra tersadar.


"dihh gak ya, ganti yang lain aja mi, itu terlalu terbuka bajunya" ucap Endra yang sudah sibuk dengan handphonenya lagi.


Entah apa yang dia kerjakan di benda pipih itu.


"gapapa kali sayang, kan sekali seumur hidup". Ucap mami Endra.


"mi bener kata Endra, ini terlalu terbuka, sedikit risih aku mi, ma. " ucap Nayna.


"bener gapapa Nay kalau ganti?" kata mama Nayna.


"mama kek gak apal Nayna sih ma" ucap Nayna.


"syukur deh kalau lu setuju, gua gak mau orang lain liat bagian dari lu, sedangkan gua belum berpikiran sampai kesitu". Batin Endra yang dari tadi hanya mendengarkan obrolan maminya, calon istri dan mertuanya.


"yaudah ndra kamu aja yang pilihin, kamu duluan kan yang gak setuju". Perintah mami Endra.


"atau kalian berdua aja sana yang pilih". Sambung mama Nayna.


"lagian kamu itu main HP mulu dari tadi ndra" omel mami Endra.


"iya mi, ini ada kerjaan dikit. Yaudah yok pilih lagi Nay, jangan yang terbuka ya" ucap Endra.


"iya, cepetan bawel" ucap Nayna santai.


Nayna dan Endra memilih kebaya yang mereka inginkan.


Tanpa direncana mereka sama sama menghampiri kebaya yang di pasang disalah satu manekin yang ada di butik itu.


"ndra aku pengn yang ini aja boleh gak, nggak terbuka banget, simple tapi cantik deh" ucap Nayna.


"gak nyangka kita udah sehati aja" goda Endra


Dengan mata yang masih melihat kearah kebaya itu sambil tersenyum.


"apasih lu, gak jelas" ucap Nayna yang tanpa sadar pipinya memerah.


"yaudah kamu coba gih" Perintah Endra.


"hmm.. Mbak tolong yang ini" kata Nayna pada salah satu karyawan butik itu.


"baik mbak" ucap karyawan itu sambil mengambil kebaya itu.


"mari mbak silahkan dicoba dulu." ucap Karyawan tersebut sambil mengajak Nayna keruang ganti.

__ADS_1


"gua tunggu bareng mama sama mami" ucap Endra.


"hmm.." ucap Nayna singkat sambil berlalu mengikuti karyawan butik itu.


"gimana ndra udah dapet bajunya?" tanya mami Endra.


"udah mi, baru dicoba sama Nay" ucap Endra.


"syukurlah, kayanya selera kamu sama Nayna sama ndra, Nayna juga gak suka kalau baju yang terlalu terbuka gitu, kamu tahu sendiri kan kalau Nayna tomboy."ucap mama Nayna.


" iya ma gapapa". Ucap Endra.


"tolong maklumi ya jeng Nayna sifatnya gak ada feminim feminimnya kaya perempuan pada umumnya." ucap mama Nayna.


"gapapa jeng, aku suka sama Nayna yang seperti itu, dia apa adanya gak dibuat buat kaya perempuan yang lain." ucap mami Nayna.


"syukurlah kalau begitu jeng, Trimakasih udah mau nerima Nayna seperti anak sendiri. Dan tolong jagain Nayna ya ndra." ucap mama Nayna sepenuh hati.


"iya ma, Endra usahain semampu Endra, mama gak usah khawatir, Endra usahain buat Nay bahagia selalu ma." ucap Endra dengan sungguh sungguh dengan senyum tulus.


"mami bangga sama kamu ndra." ucap mami Endra sambil meraih tangan putranya.


Endra hanya tersenyum.


 


Setelah beberapa menit, Nayna keluar dari ruang ganti.


 


"udah ma". Ucap Nayna.


"lhoh Nay, kok bajunya gak dipakai?" tanya mama Nayna.


"biar surprise besok ma" ucap Nayna sambil nyengir kuda.


"kenapa harus gitu?". Tanya Endra.


"lu gak percaya sama pilihan lu sendiri?" tanya balik Nayna.


"tapi nak kita kan juga pengen lihat". Ucap mami Endra.


"mami percaya sama Endra gak?". Tanya Nayna kepada calaon mertuanya.


"percaya sih, tapi...". Ucap mami Endra ragu.


"tapi kan itu juga pilihan lu juga". Sela Endra.


"yaudah mi, ma, dan lu ndra percaya deh pasti kalian gak akan kecewa, ya kan mbak? " tanya Nayna pada karyawan yang membantu Nayna mencoba baju pengantinnya.


"iya bu, mas mbaknya cantik banget pas pakai kebaya tadi,sampai matanya berkaca kaca." jelas karyawan tersebut diikuti dengan pelototan mata Nayna.


"beneran Nay?" tanya mama Nayna.


"gak, tadi cuma kelilipan kena debu". Ucap Nayna bohong.


"yaudah ndra gantian kamu sana yang nyoba". Perintah mami Endra sambil memberikan setelan jas kepada Endra.


"gak mau mi, aku percaya sama mami" ucap Endra enteng.


"lho ndra mama kan pengen lihat juga". Rayu Mama Nayna.


"iya deh ma" ucap Endra pasrah.


"buru sono ganti, keburu laper gua. " ucap Nayna.


"iya bawel lu, ati ati lu, ntar terpesona" ucap Endra sambil mengacak rambut Nayna.


"ishhh rese amat sih lu" ucap Nayna kesal.


Orang tua mereka hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak anak mereka karena lucu.


Setelah Endra masuk kedalam ruang ganti, dan mengganti pakaiannya.


Endra keluar dengan menggunakan baju yang semula dipakainya.

__ADS_1


"lohh ndra kok kamu belum ganti?" tanya mami Endra saat melihat anaknya keluar tidak menggunakan baju yang dipilihnya untuk pernikahanya.


"Besok aja ma buat surprise hehe". Ucap Endra enteng sambil melihat kearah Nayna.


"dih gak kreatif.."ucap Nayna sedikit kesal.


" bodo amat, napa lu gak suka? lu sendiri yang mulai." ucap Endra.


" ndra mama kan pengn liat kamu, mami juga, iya kan jeng? ".ucap mami Endra dan disetujui oleh mama Nayna.


" Iya ndra,mama kan pengen liat kamu juga" ucap mama Nayna.


"lu pake acara ikut ikutan gua napa sih, noh mama sama mami penasaran ege". Ucap Nayna sejadinya.


"alah ngomong aja lu juga penasaran, pake bawa bawa orang tua lu". Ucap Endra percaya diri.


"dih pede banget, gak usah kelamaan deh ndra, sono ganti gak". Ucap Nayna maksa.


"iya ndra sana ganti buruan." ucap mami Endra.


"iya ndra mama juga pengen liat loh ini" ucap mama Nayna menyetujui.


"iya deh". Ucap Endra lemah.


" hahahaha... Kalah kan lu!! ha ha ha". Tawa Nayna puas.


"puas ketawa lu?" ucap Endra kesal.


Mereka yang disana hanya ikut tertawa karena tingkah mereka berdua.


Endra menuju ruang ganti lagi. Setelah beberapa menit Endra keluar sudah dengan menggunakan setelan jas senada dengan kebaya Nayna.


Jas yang dikenakan pas dibadan Endra, Endra jadi terlihat semakin gagah dan terlihat tampan.


"Anak mami tampan sekali". Ucap Mami Endra melihat anaknya keluar dari ruang ganti dengan mata sedikit berkaca.


"masyaallah calon anak mama keren banget, ini mah idaman banget, iya kan Nay?. Ucap Mama Nayna sambil melihat kearah Nanya.


" hmm.. ". ucap Nayna singkat yang masih fokus dengan ponselnya.


" woy gua disini bukan dihape lu". Ucap Endra kesel, karena dari tadi Endra melihat kearah Nayna yang fokus pada ponselnya sekeluar dia dari ruang ganti.


"iya elah apa sih...ba...wel" ucap Nayna sambil melihat Endra.


Dan begitu melihat Endra dari bawah sampai atas dan diulangi lagi dari atas sampai bawah.


Lalu tersadar dengan sikapnya karena terpesona dengan ketampanan dan kegagahan yang lebih di Endra.


"ini lu beneran ndra.?" tanya Nayna melihat Endra.


" menurut lu? ganteng kan gua? Percaya juga gua kalo gua ganteng". Ucap Endra percaya diri.


" iya Ndra lu ganteng ternyata ya. Selama ini gau liat lu kok biasa aja ya." ucap Nayna mengerjai Endra.


"rabun berarti lu."ucap Endra sedikit kesel.


" iya Nay, apa jangan-jangan kamu rabun ya Nay, calon mantu mama dari kemaren juga setampan ini masa kamu bilang biasa. Besok kita periksain mata kamu dulu Nay sebelum kamu menikah. "omel mama Nayna.


" eh ma apaan sih ma, mata Nay gak rabun ya". Ucap Nayna kesal karena dikatain rabun.


"ya terus apa kalo bukan rabun, Endra setampan itu kamu bilang biasa aja." ucap mama Nayna.


"ya emang biasa aja, yaudah ralat sedikit tampan dah tu ya.. ". ucap Nayna mengalihkan pandanganya karena pipinya sedikit memerah karena malu.


"udah jeng, kaya kamu gak pernah muda aja mereka masih sama-sama gengsi." ucap mami Endra menengahi perdebatan antara ibu dan anak itu.


Endra yang melihat perdebatan mereka pun hanya menggelengkan kepalanya.


"lucu.. ". Batin Endra yang tak lepas memandangi Nayna.


TRIMAKASIH sangat sangat karena sudah mau mampir baca😘😘


Maaf kalau lama banget updatenya,


Karena sibuk dengan pekerjaan 😫

__ADS_1


Jangan lupa like dan follow tinggalkan kritik dan saranya juga boleh😉


__ADS_2