Love You More!

Love You More!
#5


__ADS_3

 


"sayanggggg bangun... Udah ada temen temen kamu itu, katanya mau jogging " ucap Nuri.


 


"iya ma, suruh mereka tungguin aku,bentar lagi aku turun." ucap Nayna dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"iya cepetan keburu bosen mereka". Ucap


Nuri.


  Temen teman Nayna begitu semangat pergi jogging pagi ini, tapi bukan dengan Nayna.


Nayna tampak murung, dan ngedumel di sepanjang jalan.


Talia yang sejak tadi memperhatikan sahabatnya yang mukanya gak enak dipandang langsung berhenti tiba tiba dan langsung duduk di sebuah bangku taman dibawah pohon yang rindang.


 


"lu kenapa Nay, muka lu jelek banget hari ini". Tanya Talia.


"iya Nay lu kenapa? Dari tadi juga gua perhatiin lu gak semangat." sambung Putri.


"gua gak papa." jawab Nayna singkat dengan sedikit tersenyum.


Tapi teman teman Nayna gak gampang percaya begitu saja karena mereka tahu betul gimana Nayna kalo lagi begini.


"siapa yang bikin lu bete kaya gini? " ucap Talia.


Nayna hanya menatap ke arah teman temannya, dia masih bimbang mau menceritakan masalahnya kepada teman temannya atau tidak.


"jawab jujur Nay?" tanya putri sambil memegang lengan Nayna.


"Gua.. Gua bingung harus cerita dari mana." ucap Nayna dengan bingung.


Dia takut kalo teman temannya mentertawai dia dan tidak mau berteman lagi sama dia.


"gua sebel dengan makan malam kemaren, kenapa masalah tu gak habis habis. " ucap Nayna.


"masalahnya sama siapa dulu nih?" ucap putri penasaran.


"siapa lagi yang setiap hari bikin ulah" jawab Nayna sedikit kesal.


"Endra?" tanya Talia dan Putri bareangan.


"hmmm". Ucap Nayna singkat.


"Lah bukanya tadi malam lu makan malam sama temen orang tua lu?trus kenapa bete lu ama Endra?" tanya Talia heran.


"gua mau cerita, tapi jangan ember ya?" ucap Nayna memberanikan diri.


"iya Nay." ucap Talia dan Putri bersamaan sambil menautkan jari kelingking mereka dengan jari Nayna .


Nayna menarik nafas panjang dan hembuskan lalu


"Nihh" ucap Nayna sambil memperlihatkan cincin yang melingkar indah di jari manis Nayna.


"cincin? Ya terus apa Nay hubunganya sama lu bete pagi ini sama tu cincin, dan lagi sama Endra?" ucap putri tambah bingung.

__ADS_1


"Nay jangan bilang tadi malam lu tunangan?" ucap Talia sedikit kaget dengan pemikirannya.


"haaa apa benar Nay, dan jangan jangan Endra tunangan lu?" sambung Putri yang sedikit sudah mengerti.


"emm iya semua yang kalian ucapin bener". Ucap Nayna dengan suara pelan dengan menundukan kepalanya dan sudah berlinang air mata.


"sumpah demi apa jadi lo tadi malem tunangan sama endra?" ucap Talia syok.


Pasalnya mereka gak pernah denger Nayna dan Endra akur, mereka tu seperti Tom and Jerry gitu.


"terus gimana kok bisa lu tunangan sama Endra?" tanya Putri.


Nayna pun menceritakan kejadian tadi malam ke teman temannya,


"ya udah Nay sabar aja, sapa tau Endra jadi gak ngrecokin lo lagi di sekolah." ucap putri.


"heem Nay, tapi klo lo nikah undang kita ya, Awas lu kalo gak undang kita" ucap Talia.


"dateng aja besok minggu ke rumah". ucap Nayna ngegantung.


"lah ngapain, hari ini kan kita udah jogging, berarti 2 minggu lagi dong kita joggingnya." ucap Putri bingung.


Ya pasalnya mereka setiap 2 minggu sekali jogging di hari minggu pagi.


banyak yang tanya Kenapa gak seminggu sekali? Mereka hanya jawab "minggu depanya kita holiday dong."


"kita juga gak ada planning pergi holiday kan?" ucap Talia.


"Emang enggak ada." ucap Nayna.


"lahh terus?" tanya mereka bersamaan.


"what..!!" ucap mereka bersamaan.


"kok cepet banget sih Nay?" ucap putri penasaran.


"ceritanya panjang put kalo gua certain sekarang." jelas Nayna.


"ya udah Nay besok kita pasti dateng, buat support lu". Ucap Talia.


"makasih ya" ucap Nayna dengan memaksakan senyum sambil memeluk mereka.


Mereka lalu melanjutkan lari yang tertunda tadi.


Setelah beberapa putaran, mereka istirahat dibangku bawah pohon yang rindang.


Setelah meneguk air yang mereka bawa,mereka sedikit berbincang bincang


"Nay Berarti besok sebelum hari H, kita nginep rumah lu ya Nay." ucap Putri.


"iya terserah kalian aja" ucap Nayna.


"calon manten jangan sedih mulu dong." ucap Talia sambil memeluk Nayna.


"kalo gua udah jadi bini orang, apa kalian masih mau maen sama gua?" ucap Nayna menghadap ke arah teman temannya.


"boleh dong Nay, asal lu dapet ijin suami lu" ucap Talia.


"iya Nay, ijin suami itu penting kalo lu udah jadi istri orang." ucap Putri.

__ADS_1


"ya kalian bener, semoga aja tu orang gak rese". Ucap Nayna lesu.


Sepulang dari aktifitasnya Nayna dan temannya pulang ke rumah masing-masing.


"Assalamualaikum ma, Nay pulang". Teriak Nayna di depan pintu rumahnya. Dan langsung masuk rumahnya.


"Berisik amat lu, bisa kan gak usah teriak teriak, sopan dikit bisa kan". Ucap seseorang yang ada di ruang tamu, sedang duduk santai dengan memainkan handponeNya.


"luu, ngapain lu kesini?"ucap Nayna sedikit kaget karena ada Endra dirumahnya.


" mami nyuruh gua jemput lu, gua juga udah ijin ke mama buat ajak lu. " ucap Endra.


" terus mama kemana, kok gak nyaut pas gua salamin? " tanya Nayna. Karena Nayna bingung pasalnya gak ada yang nyautin salamnya radi, dan gak ada yang ngajakin Endra ngobrol.


" lagi pergi sama papa, gak tau kemana tapi. " ucap Endra.


" tunggu apa lu bilang tadi, mama? Papa? sejak kapan bonyok (bokap nyokap) gua jadi mama papa lu?! " ucap Nayna dengan mata melotot


"santai napa bosss, mata lu mau keluar tu" ucap Endra sambil mbasuh muka Nayna dengan tangan kosongnya.


"ihhh apa si lu pegang pegang" ucap Nayna ketus.


"dihh sono buruan mandi, gua tunggu sini." ucap Endra.


"iya bawel." ucap Nayna.


 Nayna langsung menuju kamarnya dan segera membersihkan badanya yang lengket karena kegiatan lari paginya, walau di ingat ingat banyak jalan santainya daripada larinya hehe.


 


Setelah selesai mandi Nayna segera mengambil pakaian yang akan dia pakai dan sedikit memakai make up.


Setelah selesai Nayna segera turun ke bawah menemui Endra.


Endra mendengar suara langkah kaki dari arah tangga. Mata Endra tak berkedip saat menatap gadis yang selama ini dirusuhin di sekolah. "gilaak cakep banget ni orang" batin Endra.


Nayna bingung dengan tatapan Endra yang gak berkedip.


"woyyy" ucap Nayna sambil menepuk jidat Endra.


"Cantik". Ucap Endra tanpa sadar.


"haa apa lu bilang tadi?gua cantik?" ucap Nayna sedikit malu.


"haa dihh siapa yang bilang lu cantik, nohh guci di sana tuh cantik. Kepedean lu." ucap Endra sambil menormalkan suaranya.


"dihhh ngeles kek bajay lu" ucap Nayna.


"lu aja yang kepedean" ucap Endra tak mau kalah.


"lahhh emang gua cantik, napa lu, masalah?" ucap Nayna sedikit mulai kesal.


"udah yukk ntar ditungguin mami" ucap Endra langsung disetujui Nayna.


Nayna dan Endra langsung keluar dari rumah menuju motor Endra.


Trimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini😍


Jangan lupa like dan komen😉

__ADS_1


Maaf jika typo bertebaran 🙄


__ADS_2