Luka Cinta Tuan Muda

Luka Cinta Tuan Muda
Prolog


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


"A-aku hamil?" lirih seorang gadis dengan air mata yang mulai berlinang.


Tangannya bergetar hebat dengan sebuah alat test kehamilan yang menampilkan dua garis merah di genggaman. Dadanya tiba-tiba sesak, matanya terus menatap nanar benda itu. Sungguh, ia masih tak percaya bahwa kini dirinya tengah mengandung janin dari seseorang yang bahkan tak pernah menganggap dirinya ada.


"Tidak mungkin!"


******


Bugh!!

__ADS_1


Suara hantaman dari kepalan tangan seorang pria paruh baya terdengar begitu memekakan telinga. Ekspresi wajahnya terlihat mengerikan, dengan bercak darah yang menghiasi tangannya.


Sementara itu, di atas dinginnya lantai seorang lelaki muda tengah terkapar tak berdaya. Wajah tampannya terlihat menyedihkan dihiasi luka lebam hasil pukulan kuat ayahnya.


"Berani sekali kau menghamili gadis itu, Radean."


Pria bernama Radean itu mencoba bangkit dengan tenaga yang mulai berkurang. Mata elangnya menatap tajam sosok perempuan yang sedari tadi hanya diam di sofa tak jauh dari tempatnya saat ini.


Ia mendecih sinis, lalu tangannya menyentuh bekas pukulan sang Ayah yang terasa panas dan menyakitkan.


Raut wajahnya masih di selimuti amarah yang membara. Dirinya sangat merasa kecewa atas kelakuan anak lelakinya. Di usianya yang mulai menua, seharusnya ia sudah tak lagi mengurus permasalahan anaknya. Namun kini, nama besar keluarganya akan tercoreng oleh kesalahan yang dilakukan anaknya kepada seorang gadis yang malang.

__ADS_1


Ya, Pria paruh baya itu mengetahui kehamilan gadis yang berada di hadapannya setelah mendesak gadis itu untuk mengaku. Awalnya gadis dengan rambut hitam itu tak mau berbicara, memilih bungkam atas pertanyaan yang dilontarkan majikannya. Tetapi, setelah di ancam dengan ancaman mengerikan gadis itu akhirnya mengaku atas kemalangan yang menimpa dirinya yang diakibatkan oleh perbuatan Tuan mudanya yang saat itu tengah mabuk berat, hingga tak menyadari bahwa dirinya telah merenggut sesuatu yang berharga dari seorang gadis dan kini malah membuahkan hasil.


Radean masih bergeming di tempat, tak menanggapi perkataan ayahnya, karena dirinya menyadari kesalahan besar yang telah membuat sang Ayah sangat murka. Namun, tangannya terkepal erat hingga menampakan otot-otot tangan yang menonjol keluar.


"Kau harus bertanggung jawab. Nikahi dia secepatnya!"


Setelah mengatakan keputusan sepihaknya, pria paruh baya itu memilih pergi untuk menenangkan diri dari amarah yang masih melingkupi dirinya.


Meninggalkan sosok lelaki yang kini tengah terdiam kaku dengan sorot mata dingin dan menggelap.


Tbc

__ADS_1


Semoga suka dengan ceritanya. Akan dilanjut kalau respon pembaca bagus. 😊


Mohon krisannya jika ada kesalahan dalam tulisan saya. 🙏


__ADS_2