
Selepas press conference Reino dan kimberley segera pergi meninggalkan ruangan, guna menghindari pertanyaan yang belum dijawab.
Kediaman Wiragunna
Wiragunna membanting benda pipih yang dipenganya seketika benda tersebut berserakan dilantai dan dengan segera ia menghubungi seseorang. Ia terlihat sangat marah karena putranya tak menuruti permintaanya.
"Pengacara Kim datanglah ke rumahku." singakatnya lalu memutuskan sambungan telfon.
Pamita hanya diam ia, tak ingin menambah runyam suasana. Dia menyerahkan semua keputusan kepada suaminya, karena ia yakin suaminya tau tindakan apa yang harus diambil.
Pengacara yang di tunggu pun datang dan dengan segera tuan Wira mempersilahkan duduk pria paruh baya ini.
"Selamat siang tuan." sambil mengulurkan tangannya.
"Selamat siang pengacara Kim, silahkan duduk." sambil membalas uluran tangan pria dihadapannya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Alihkan 83% sahamkku ke atas nama Aluna Venna Anastasya, biarkan putraku mengambilnya sendiri dari tangan Aluna. Dengan cara menikahi gadis pilihan ku itu." ucap Wira dengan tegas.
Pengacara yang megurus pun segera menuruti permintaan Wiragunna. Ia sengaja melakukan ini karena ia akan segera menikahkan dia dengan Aluna.
🌿
Aluna yang telah menyelesaikan pekerjaannya ia segera merapihkan mejanya. Belum selesai ia merapihkan seorang mengetuk pintu dan muncullah satpam.
"Sore bu Aluna, ada yang mau bertemu dengan ibu," sapa satpam tersebut dengan sopan.
"Baiklah pak, nanti saya temui di lantai bawah terima kasih." sembari melanjutkan merapihkan mejanya, dengan segera ia meraih mantel panjang dan tas yang di letakkan di kursinya.
Satpam yang telah turun terlebih dahulu dan tak lama setelah itu di ikuti oleh Aluna, setalah Aluna berada di lantai bawah ia terkejut dengan sosok Wiragunna yang datang di temani oleh seseorang.
"Selamat sore Aluna, bagai mana pekerjaan mu hari ini nak?" tanya Wiragunna dengan lembut.
"Selamat sore kembali pak, baik untuk hari ini. Bapak apakabar?" sapa kembali Aluna kepada Wiragunna.
"Baik, nak."
"Silahkan duduk pak."
__ADS_1
"Begini nak, bapak ingin menyampaikan sesuatu untuk Aluna." Sambil menyodorkan sebuah map coklat yang terbungkus rapi.
Aluna yang bingung hanya menatap dua laki-laki paruh baya di hadapannya. Bahkan kini ia tak tau ingin berbicara apa.
"Nona Aluna, saya pengacara Tuan Wiragunna. Nona saat ini nona adalah pemilik 83% harta kekayaan dari keluarga Wiragunna." lelaki yang di duga pengacara sekaligus orang kepercayaan ini menjelaskan.
Aluna yang tak tau apa-apa langsung bingung dan kaget karena ia merasa tak ada hubungan apapun itu dengan keluarga Wiragunna.
"Nak Aluna, jangan terkejut nak Aluna adalah sebagian tugas saya kepada mendiang orang tua nak Aluna. Saya dulu pernah berjanji kepada orang tuamu untuk menjaga nak Aluna." terang Wiragunna kembali.
Tapi Aluna makin heran apa ini semua? Dia tak bisa mencerna semuanya. Yang semua orang tau keluarga Wiragunna adalah power dari ekonomi kota ini dia orang kaya raya. Bahkan kekayaannya mampu menghidupi keluarga hingga puluhan tahun.
"Maaf pak, tapi ini semua ada apa? Dan ada hubungan apa dengan saya, sehingga saya harus menerima semua harta kekayaan dari pak Wiragunna?" Aluna yang semakin tak paham.
"Menikahlah dengan putraku besok juga?" kata-kata spontan dari mulut Wiragunna pun terucap.
"Menikah.....!" Aluna terkejut.
"Maaf pak, saya belum pernah bertemu dengan putra bapak, dan saya langsung menikah dengan dia. Hal mustahil pak." sembari memijat pelipis wajahnya Aluna karena ia bingung. "Dan menikah tanpa cinta itu juga hal sulit bagi kami." sambung Aluna.
🌿
Di tempat yang berbeda Reino sedang asik bermanja dan ponselnya berbunyi, dia segera mengangkat telepon dari sang ayah.
Dengan wajah datar Reino menuruti perintah sang ayah dia segera kembali ke dalam ruangan untuk berpamitan dengan Kimberly.
" Ada apa sayang?" tanya kimberley kepada Reino.
"Aku harus segera pulang sayang, besok kita ketemu lagi ya." sambil memeluk tubuh kimberley dan menghujani ciumanan ke wajah kekasihnya itu.
"Baiklah, jangan buat papa mu marah sayang." sambil melepaskan pelukan Reino.
Dengan berat hati Reino meningalkan kekasihnya.
🌿
Reino yang telah sampai di rumah langsung duduk di ruang tengah karena Wiragunna telah duduk di sana dengan suasana yang serius.
" Duduk, " seru Wiragunna.
__ADS_1
"Ada apa sih pah, serius amat perasaan," sambil duduk di samping sang mama.
"Menikahlah dengan Aluna, jika tidak kau akan kehilangan segala harta yang ku miliki." singkat Wiragunna.
"Pah, gak bisa begitu lah. Aku berhak menentukan kebahagiaan ku bukan?" Reino menolak.
"Kebahagiaan dengan wanita yang asalnya kurang jelas dan tak berperilaku seperti itu?"
"Pah dia wanita baik, karir juga baik mau apa lagi pah." timpal Reino.
"Karir seperti apa dengan menghamburkan uangmu demi mendapat nama dan pekerjaan di dunia entertainment." Wiragunna terus mendesak Reino dengan memberikan keterangan terhadap kekasihnya itu.
Reino hanya terdiam karena semua yang di bicarakan oleh paparnya itu benar. Dia lah yang mewujudkan semua impian dari Kimberly, semua karir dari awal hingga saat ini.
Namun tetap saja Reino masih menolak pernikahan yang diberikan kepada nya. Bahkan ia sama sekali belum mengenal Aluna, karena ia kemarin menikah bertemu dengan Aluna.
Reino yang tak tau ingin berkata apa pun langsung beranjak meningalakan kedua orang tuanya.
"Reino, mau kemana kamu kita belum selesai bicara." teriak Wiragunna.
Namun teriakannya tak di gubris oleh Reino bahkan ia keluar begitu saja tanpa pamit.
"Pah udh lah, nanti dia juga mikir kok." tenang sang istri.
Sementara Reino pergi ke kantor pengacara Kim. Ia ingin bertanya berapa banyak harta yang di berikan ke Aluna. Bahkan sang ayah juga tak memberi tahu siapa Aluna, bukan tak memberi tahu tapi dia yang selalu mengelak untuk mendengar penjelasan sang papa.
Setelah menempuh perjalanan ia sampai di gedung firma, ia berjalan ke arah ruangan pengaca Kim.
"Selamat siang pak," sapa Reino.
"Selamat siang tuan Reino, ada keperluan apa tuan Reino menemui saya."
"Apa benar papa mangalihkan harta kekayaannya ke wanita yang tak jelas." tanya Reino ke pengacara sang papa.
"Nona Aluna,"
"Siapalah dia, berapa banyak yang papa kasih?" tanya Reino lagi ke sang pengacara.
"Tuan Wiragunna memberikan ke nona Aluna sebanyak 83% termasuk perusahaan yang kini tuan duduki."
__ADS_1
"Apa!!! Kegilaan apa papa memberikan semua harta kekayaan ke wanita itu." Reino terus memgumpat "Terus siapa siapa Aluna itu juga?"
"Tuan saya tidak bisa memberi tahu siapa nona Aluna. Karena tuan besar menyuruh tuan Reino mencari tau siapa nona Aluna sendiri." saran dari sang pengacara.