
Dua hari berlalu itu artinya hari pernikahan telah tiba, saat ini saudara dan kerabat dekat sudah banyak yang datang. Pernikahan ini di selenggarakan dengan tertutup karena permintaan Aluna dan Reino.
Dua hari lalu
"Hallo," suara berat dari balik ponsel menyapa telinga Aluna.
"Iya hallo, Aluna berbicara disini." dengan santai Aluna menjawab.
"Saya Reino, ada waktu kita boleh berbicara?" suara yang terdengar seperti orang kekurangan tidur.
"Baiklah mari kita bicara." singkat Aluna.
Reino part
Andrew yang datang dengan membawa amplop coklat segera ia menemui tuannya. Ia membawa berkas tentang Aluna yang ia dapat dari catatan kependudukan dan sipil. Dengan sigap ia menyerahkan berkas tersebut ke tangan Reino.
" Tuan nampaknya nona Aluna memang tidak tau perjodohan ini, dan nampaknya dia juga tidak ada keinginan memiliki semua harta yang ada ditangannya saat ini." imbuh Andrew.
Reino yang sigap menerima berkas tersebut ia membuka dan membaca isi dari berkas yang di beri kan kepada dia.
Reino hanya membulatkan matanya ketika membaca setiap detail riwayat kehidupan Aluna. Baginya wanita yang bersama dia walau sesaat Reino memutuskan untuk menikah dengan Aluna tapi ia ingin mengajukan syarat.
Ia segera meraih ponsel yang di letakkan diatas meja dan menelepon Aluna Saat itu juga. Setelah ia berfikir ia kan menikahi Aluna tanpa Sepengetahuan publik dan Kimberley.
Hallo,"
"Iya hallo, Aluna berbicara disini." suara khas bangun tidur saat ini yang terdengar.
"Saya Reino, ada waktu kita boleh berbicara?" tanpa berbasa basi Reino langsung pada intinya ia berbicara.
"Baiklah mari kita bicara." hanya itu yang terucap dari Aluna. Sembari menutup sambungan telpon.
__ADS_1
"Yahhh. Dia matiin wahhhh," ia terkejut karena Aluna lebih dulu mematikan sambungan telfon mereka. "Andrew, kirim pesan ke papa bilang kalo saya bersedia menikah tapi ada syaratnya." perintah Reino.
"Baik tuan saya akan sedera kirim pesan ke tuan besar." sambil mengundurkan dirinya.
Part off.
Para tamu keluarga telah memenuhi aula ruang tamu dan duduk hikmat mengelilingi penghulu yang akan menikahkan mereka.
Reino yang tampak tenang sudah mengenakan baju khas pengantin dengan balutan warna putih. Sedangkan Aluna yang gugup entah baginya pernikahan ini hanya sebatas hitam dan putih namun membuat ia gugup.
Aluna yang cantik langsung membuat ibu mertunya terpesona. Karena cantik natural yang di miliki menantnya ini.
"Nak, kamu cantik banget mama sampai tidak mengenali kamu." sambil menatap Aluna nyonya Wiragunna tersenyum luas.
"Terima kasih bu," sambil sedikit gugup.
"Ehhh, jangan bu dong. Mama panggil mama ya? Ya ampun cantik banget sihhh."
Para wanita ini menunggu giliran di panggil ke depan Karena Reino telah duduk di depan terlebih dahulu.
"Sudah mbak kami akan keluar sekarang." jawab mama Wiragunna.
Aluna yang saat ini memiliki perasaan campur aduk ia menarik nafas perlahan dan beranjak dari kursi duduknya. Dengan di gandeng oleh sahabatnya dan juga ibunda Reino ia berjalan ke depan dengan tenang.
Yah pernikahan ini hanya orang terbatas saja yang menghadiri Arina hanya memiliki Yummi Yang menemaninya. Karena Yummi banginya tak hanya sebagai sahabat tapi ia juga sebagai wali bagi Aluna.
Karna dengan Yummi lah Aluna bisa menceritakan apasaja yang sedang dihadapinya. Yummi yang sama dengan Luna hidup sendiri tanpa orang tua, hanya bedanya dia tak diinginkan oleh kedua orang tuanya dan di buang.
Aluna yang keluar dari balik pintu kamar ia membuat semua mata tertuju dengan kecantikan wajah Aluna.
Reino yang melihat ia tertegun karena kecantikan Aluna sangat berbeda dengan Kimberly yang penuh dengan riasan tebal.
__ADS_1
Bahkan Aluna meski memakai riasan wajahnya tidak menghilangkan kecantikan alami yang di miliki.
"Wahhh, model begini lu gak mau nantinya? Bilang ke gw bro klo dia mau lu jandain gw siap nampung." ledek Daniel yang merupakan sahabat dekat Reino.
"Mulut lu diem Man gw lempar nanti lu." bisik Reino dengan pelan.
"Ckckckc, jangan buta karna cinta. Belum tentu kekasih lu yang di sono lagi baik baik jaga hati, kalo lagi sama yang lain zonk lu." seru Daniel.
Perkataan Daniel bukan tak bermaksud tapi dia tau kebenaran jika Kimberly hanya memanfaatkan kekayaan Reino saja. Nmum sahabatnya ini hanya diam karena ia tau seperti apa Reino ketika sudah jatuh cinta. Pasti semuanya penuh ambisi dan obsesi.
Bahkan Daniel ingin sekali sahabatnya ini mendapatkan cinta uang murni karena tulus. Tidak selalu mendapatkan cinta yang salah, begitulah cinta membutakan segala mata termasuk mata hati.
Saat ini Aluna telah duduk di samping Reino, Reino melirik dengan tenang ia baru pertama melihat wanita cantik natural tanpa menutupi karakternya wajah aslinya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Venna Anastasya binti almarhum bapak Pramono dengan maskawin tersebut di bayar tunai."
Dengan lantang Reino mengucap kalimat akad nikah, para tamu keluarga yang datang langsung berteriak "SAH" dan di sambut oleh doa dari penghulu. Mereka merdu sah sebagai suami istri, Aluna yang mencium tangan Reino sambil sedikit menunduk.
Mereka dengan bergantian menyematkan cincin di tangan suami dan istri tanpa seutas senyum di wajah mereka.
Acara demi acara teleh usai mereka berdua telah membereskan pakaian mereka berganti dengan pakaian santai. Begitu pun para tamu mereka telah berpamitan pulang.
Sedangkan orang tua Reino malam itu langsung pergi ke luar negeri, karena sebelumnya mereka akan pergi tinggal dan menikmati hari tua di Eropa.
Awalnya Reino dan Aluna ingin mengantar mereka tapi Wiragunna menolak, ia Memilih pergi di antar oleh sopir pribadi.
Sementara Reino yang ikut pergi setelah membereskan tubuhnya, entah lah dia pergi begitu saja. Bahkan ia melepaskan cincin pernikahan dan meletakkan di atas meja di ruangan walk in closet.
Aluna yang tak ambil pusing ia segera tidur karena esok ia akan bekerja di pagi hari. Sebelum tidur ia sempat susah untuk memejamkan mata, "ayo Aluna kamu pasti bisa melewati ini semua, menghadapi lelaki dingin itu dan jangan cengeng" ia di dalam hati berbicara sendiri.
Tak lama ia merasa tak nyaman karena semua terlihat baru dimatanya akhirnya ia tertidur. Hingga malam hari sesosok Reino yang teleh kembali sampai ia tak sadari.
__ADS_1
Reino yang melihat kedamaian di wajah Aluna perlahan mulai mendekati untuk melihat wajah Aluna yang natural mulus tanpa make up.
"Cantik, damai, dan apa adanya. Andai kamu bisa merebut hati saya maka akan dengan tulus saya memilih mu," di dalam hati ia berkata hingga Reino yang tersadar langsung mengeleng kepala "Apa apaan Reino come on, lu udah punya Kimberly." sambil berjalan ke arah sofa untuk tidur.