Luo Fang

Luo Fang
Pelarian


__ADS_3

Ia langsung maju dan meninju Batu yang ada di depan nya dan langsung menunjukkan angka yang sangat memblakblakkan mata semua orang orang yang ada di sekitar panggung.....


Angka langsung menunjukkan 3000 kg , semua oranh kaget apa lagi Luo Fanh yang hanya berada di ranah Pembentukan Tubuh 8


" sungguh kekuatan yang besar " Ucap Para penonton yang haadir , para tetua juga sama halnya , setelah kejadian itu , kini murid yang lolos dari seleksi pertama berjumlah 50 orang


" Baiklah kita ke tes selanjutnya yaitu Menguji Kemampuan pedang kalian dengab cara menggunakan Jurus pedang yang kalian kuasai ,kemudian serang batu yang telah di lapisi energi qi salah satu tetua dan dengan syarat menggores batu itu sedalam 2 cm "


para murid yang mendengar penjelasan tetuatadi ,mempersiapkan diri .


tanpa menungu lama seorang murid bernama Luo Tang maju dengan pedang nya , kemudian langsunh menyerang ke arah batu " Jurus Tebasan kilat " pemuda itu merapal jurusnya


batu yang terkena serangan Luo Tang Tergores


sedalam 6 cm meter yang membuat para tetua terkejut sebab tetua yang melapisi batu itu berada di ranah Prajurit bintang 5


Waktu pun berlalu cukup lama , murid yang lolos berjumlah 15 orang dengan yang terdalama Luo Fang 8 cm dan Luo Peng 7 cm , hal ini membuat Luo Peng Geram

__ADS_1


" Semua murid yang telah lolos ke babak berikutnya di berikan waktu insterahat selalam 1 hari dan di lanjutkan esok hari , semua murid murid boleh kembali sekarang "


semua orang dan para murid murid klan membubarkan diiri langsung menuju ke rumab masinh masing .


Luo Fang pulang di sambut neneknya , kemudian mereka makan selesau makan mereka berbincang tentang Tes bakat hari ini


" Fang'er apakah kamu lolos nak , nenek tidak bisa hadir , maaf kan nenek nak " nenek merasa bersalah karna tak bia menemani cucunya atau anaknya ini


" Nek hasinya sangat baik , Fang 'er lulus nek , nenek tak perlu menemani Fang'er , nenek di rumah saja isterahat dan tunggu kabar bahagia besok nek " Luo Fang tak menyalahkan nenek nya atau merasa sedih tak adayang menemani


Kemudian mereka pergi ke kamar masing masing untuk isterahat


sesampainya merka ke tempat tinngal Luo Fang , kekuattan ke lima orang itu berada di ranah Trancedent bintang 6 dan 7 yang terkuat


Luo Fanh yang tertidur terbangun sebab dia merasakan ada orang di atap gubuknya " Apa yang di caru mereka di sini ya ? " tanya Dalam hati Luo Fang


Saat Luo Fang akan bangun , Lima orang berbabaju hitam masuk ke dalam gubuk mereka dan langsung mengarah ke kamar Luo Fang , Luo Fang Terkejut sebab orang orang ini memilik kekuatan yang tak bisa di hadapi Luo Fang.

__ADS_1


Salah satu dari Lima orang berbaju hitam langsung menyerang ke arah Luo Fang , Namun dengan cepat ia menghindar dan langsung meninju dada orang berbaju hitam tersebut


" bocah , kamu memiliki sedikit kemampuan " dengus barbaju hitam tersebut sedangkan ke 4 orang sisanya mereka ke kamar nenek Luo Yi


Kemudian saat akan membunuh nenel Luo Yi , orang yang menjadi lawan Luo Fang terlempar dari ruangan dan memuntahkan seteguk darah


' Sial bocah ini punya fisik yang sangat kuat ' umpat orang itu


keempat rekannya langsung keluar ruangan nenek Luo Yi da terkejut dengan apa yang mereka lihat , Luo Fang keluar dari ruangan nya kemudian langsung masuk ke kamar nenek Luo Yi


" Nek ayok kita pergi dari sini , sebelum orang orang berbaju hitam itu tahu " nenekn Luo yi yang baru bangun akibat suara pertarungan , terkejut dengab ucapa Cucu nya " Ha apa yang terjadi " Tanya Luo Yi " Cerita nya panjang Nek , lebih baik kita menyelamat kan diri " ajak Luo Fang


kemudian Nenek Luo Yi lanhsung keluar lewat jendela Di ikuti Luo Fang kemudian mereka berlari kearah hutan Monster dekat rumah mereka


Para pembunuh bayara menyadari kalau target mereka melatikan diri " Saudara ketiga ,keempat,keliman kalian kejar mereka sebelum kehilangan jejak cepat " suruh Pembunuh bayaran tertua kepada tiga rekannnya


Ketiga orabg tersebut langsung melesat mengejar target mereka

__ADS_1


Luo Fang yang merasakan tiga orang mengejar mereka pun mengumpat kesal ' sial apa mau mereka , sampai mau membunuh kami '


__ADS_2