
Luo Fang yang melesat kearah Mansion Patriak kembali , ia bersembunyi di balik bayang bayang sambil menunggu para Patriak dan pendukungnya melakukan ritual itu .
Sambil menunggu , Tak Lupa Luo Fang menyembunyikan aura keberadaannya agar tak di ketahui oleh Patriak dan para pendukungnya itu .
Sampai akhirnya , waktu yang di tunggu tunggu oleh Luo Fang pun tiba , Patriak dan para pengikutnya sudah berkumpul di ruang bawah tanah , sedang kan Luo Fang ia bersembunyi di ujung ruangan .
" Bagaimana keadaan tetua keenam dan keempat , kenapa mereka bisa lama sekali , saharusnya mereka hanya butuh beberapa menit untuk menghabisi para sampah itu ?" Tanya Patriak pada mereka yang ada dalam ruangan.
Didalam Ruangan itu sudah berkumpul Patriak , tetua kesatu , Tetua kedua tetua ketiga , mereka juga bingung dengan keaadaan ini .
" Kami juga tak tahu Patriak , seharusnya itu tak akan memerlukan waktu yang lama untuk menghabisi mereka " Ucal tetua kesatu juga bingung .
Saat semua orang sedang di landa kebingungan , Luo Fang tersenyum tipis mendengar percakapan mereka .
Tiba-tiba Luo Fang muncul di tengah tengah mereka , yang di mana mereka berkumpul di sebuah aula mini , tentu hal itu mengejutkan mereka semua .
Patriak langsung berdiri dari tempatnya , begitu juga tetua kedua , kesatu, ketiga , mereka merasakan tanda bahaya jika mereka menyeranv Pria yang ada di tengah tengah mereka itu.
" Siapa kamu , kenapa kamu muncul disini , dan apa yang kami lakukan disini ha ?" tanya Patriak dengan nada sedikit tinggi .
" Hoyo....janganlah keras keras , santai saja , aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan , seperti apa yang ingin kalian lakukan , bukan begitu Iblis Jiwa ? " Kata Luo Fang sambil duduk di salah satu tempat kosong , namun dengan sorot mata yang tajam menatap Patriak dan para pendukungnya.
Patriak yang mendengar hal itu jelas sangat terkejut sama halnya juga dengan para pengikutnya , sebab selama ini tidak ada yang mengetahui identitas mereka di kota ini bahkan mungkin di Kekaisaran Ming ini .
__ADS_1
" Siapa kamu , jangan mengada-ngada mana ada yang nama nya Iblis Jiwa disini " Ucap Patriak yang masih mengelak dari pernyataan Luo Fang tadi .
" Haiss , kamu ini mengelak terus , sudah lah aku akan serius sekarang " ucap Luo Fang dengan nada yang terdengar dingin di telinga mereka .
Lalu , Luo Fang mengeluarkan kepala kedua tetua yanh di bunuhnya , saat mereka di perintahkan oleh Patriak untuk membunuh paman - pamannya .
" A-apa yang kamu lakukan pada mereka , Bagaimana kamu melakukan nya ha " Kata Patriak dengan muka memerah , sebab pengikutnya dua orang mati dengan mengenaskan .
" Cih , apa semua iblis hanya punya otak dongol ya , tentu saja aku bisa karna aku punya kekuatan yang lebih besar dari mereka berdua , dasar bodoh " Ucap Luo Fang dengan senyuman sini , menatap kebodohan Iblis Jiwa di depannya itu .
" Argggg ,aku akan membunuh mu , cepat kita serang dia bersama-sama , aku ingin sekali mencabik cabik tubuh nya itu " Kata Patriak memberikan perintab pada mereka .
" Ho ho , ayok , ayok para bajingan bau tanah , mari hadapi Tuan muda ini " Ucap Luo Fang semakin memprovokasi mereka
Tetua kesatu melesat sampai terlebih dahulu dekat Luo Fang , kamudian ia mengepalkan tinjunya dengan di lapisi energi dari Ranah Trancedent🌟2 awal. Lalu tinju itu melesat kearah perut Luo Fang .
Luo Fang yang sedari tadi menunghu serangan tetua kesatu itu , juga ikut mengepalkan tinjunya tanpa energi yang melapisinya .
Dan........
Baaamm
Krakk
__ADS_1
Bunyi tinju yang beradu dengan tinju tanpa energi , dan disertai dengan suara tulang patah .
Arggg
Tetua kesatu mengeram kesakita melihat tanganya yang sudah patah dengan Tulang yang keluar dari kulinya . lalu ia mundur kembali kesisi Patriak , yang mambuat juga Patriak terkejut bukan main
Tiba - tiba sebuah serangan pedang melesat kearah Leher Luo Fang , bilah Pedang yang sudah di lapisi gi berwarna hijau tua langsung tertaha oleh sebuah jari .
Yups , itu adalah jari Luo Fang yang menahan serangan pedang dari Tetua ketiga , yang membuat ia terkejut , sebab serangan itu sudah serangann terkuatnya , namun dengan mudahnya Luo Fang menahan serangan itu dengan dua jarinya .
Lalu Luo Fang mengepalkan tinjunya lagi
" Serangan mu itu sangat lemah pak tua , biar aku beri kau serangan sesungguhnya " ucap Luo Fang dengan senyuman sinis . Lalu Tinju itu melesat kearah perut tetua ketiga
Keukk...
Tetua ketiga yang menerima , serangan es kepal dari Luo Fang , memuntahkan darah dari mulutnya dan langsung terlempar menghantam dinding aula itu hingga hancur . Dan mati di tempat
"Nah , nama tinju itu , Tinju es kepal milo , bersyukurlah , karna kamu yang pertama mati terkena juruh milik ku " Ucap Luo Fang
dan lagi lagi hal itu mengejutkan Patriak dan mereka semua , tentu hal itu membuat nyali Patriak dan pengikutnya ciut . mereka berfikir jika seorang Ranah Trancedent🌟2 awal saja mati hanya dengan tinju nya , apalagi Dia yang hanya berada di Ranah Trancedent🌟2 puncak . tentu mati juga .
...»»»BERSAMBUNG«««...
__ADS_1
Thx semuanya buat dukungannya ya 🙏🙏🙏🙏😁😁😁