Luo Fang

Luo Fang
Memulai Pembantain


__ADS_3

Sementara itu di ruang bawah tanah ,kediaman Patriak Klan Luo , saat ini sudah berkumpul Patriak dan para pendukungnya , yaitu Tetua kesatu ,kedua , ketiga , keempat dan keenam


Jelas di kubu Patriak lebih banyak dan lagi kekuatan mereka lebih besar .


" Baiklah , pertemua kali ini berkaitan dengan pelenyapan para sampah pengganggu itu dan yang akan aku tugaskan adalah Tetua Keempat dan Keenam, kalian berdua cepat selesai kan mereka , sebab malam ini kita akan melakukan ritual itu " Ucap Patriak memulai pembincaraan dan langsung menugaskan tetua keenam dan keempat .


Yang di mana mereka berdua berada di ranah Kaisar 🌟3 puncak dan Trancedent🌟1 Puncak , namun semua orang yang berada di dalam ruangan itu , bahwa itu terakhir kali nya mereka melihat tetua keenam dan keempat .


" Baik Patriak , sampah sampah itu pasti akan kami bersihkan " Balas kedua nya sambil beranjak dari tempatnya .


" Baiklah kita akhiri pertemua ini dan kita hanya perlu medengar informasi kematian para sampah itu , dan malam ini kita akan melakukan ritual itu hehehee" Ucap Patriak dengan senyumam yang menjijikkan .


Lalu mereka semua bubar dan kembali ketempat mereka masing masing , menunggu malam tiba , dan juga yah mungkin malam ini mereka akan bertemu Dewa Yama .


Di Tempat lain .


Luo Fang yang melesat meninggalkan mansio tetua kedelapan , dan pergi ke arah mansion tempat Patriak , sebelum nya ia sudah menghilang kan aura keberadaannya .


Dengan Topi Caping , baju hitam dan gelap nya malam , mambuat Luo Fang tampak seperti Dewa Yama di malam hari . Lalu Luo Fang bersembunyi di dekat Monsion .


Tak lama kemudian dua orang keluar melesat kearah Rumah Tetua kesambilan, tenty hal itu takkan di biarkan oleh Luo Fang , apalagi akan mengganggu peningkatan kekuatan Paman nya itu .

__ADS_1


" Ho , hanya Ranah Kaisar dan Trancedent yang dikirim , tapi yah tak papalah , mari kita siksa dulu hehehehe " Luo Fang tersenyum tipis langsung melesat ke arah Dua orang itu melesat .


Sebelum dua orang itu sampai , sudah terlebih dahulu Luo Fang mencegat mereka , tentu mereka terkujut , sebab mereka tak merasakan kehadiran Luo Fang , apalagi mereka melihat Luo Fang masih muda .


" Nak , cepat minggir jangan menghalagi jalan kami atau tidak ka-" Belum sempat tetua keempat menyelesaikan perkataannya Luo Fang lebih dahulu menyela perkataan tetua itu .


" Kami apa? cih kalian masih banyak bacot ya seperti dulu masih lama saja , Hei Bajingan tua , Sebaiknya kalian menyerah saja , dan berikan aku sebuah informasi " Luo Menyela perkataan tetua itu langsung to the point nya .


" Kami tak tahu kamu dari dan lagi kamu masih muda , tapi kau tak kan bisa mendapat informasi itu , cepat minggir jika tidak , jangan salah kan kami kalau kami kasar pada mu bocah " Ucap tetua keempat langsung melesat ke arah Luo Fang dengan pedangnya.


" Ho , serangan lemah ini , ingin menghajar Tuan muda ini , bah lucu sekali , emang ya makin tua makin lupa umur ternyata " Luo Fang tersenyum licik kemudian ia melesat ke arah tetua keenam sambil menghindari serangan tetua keempat .


...>Jurus Pedang awan <...


...Jurus pertama : Awan membelah laut ...


merapal jurusnya , tiba tiba dari tebasan itu keluar siluet bulan sabit mengarah ke araah Luo Fang . Tentu Luo Fang menghindari serangan itu dengan kecepatan serangan itu yang sangat cepat , bahkan tetua keenam yang berada di belakan Luo Fang , tidak sempat menghindar.


Lalu serangan itu mengenai Tetua keenam yang membuat ia memuntahkan seteguk darah .


" K*parata kau tetua keempat , apakau tak ada otak ha , dongol , kalau menyerang itu liat liat napa ha bodoh " Ucap Tetua keenam memaki maki tetua keempat .

__ADS_1


Tetua keempat menjadi marah mendengar perkataan tetua keenam itu , sebab mereka berdua memang sudah tak pernah akur , mereka akur jika ada Patriak mereka .


" Apa kau bilang ha , kau bilang aku otak dongol, aku dari tadi menyerang bocah sialan itu , kai hanya menonton " Balas tetua kempat dengan wajah dan aura membunuh keluar dari dalam tubuhnya .


" Iya kenapa tak terima ha , emang kau otak dongol kau dengar itu bajingan " ucap tetua keenam juga tak mau kalah mengeluarkan aura membunuh nya mengarah ke tetua keempat .


" Bagu bagus , bangsat kau tetua keenam " Jawab Tetua keempat lalu ia melesat kearah tetua keenam dengan kekuatan penuhnya dan akhirnya mereka bertarung , mereka tak sadar jika mereka telah di perdaya oleh Luo Fang .


Luo Fang yang dari tadi mendengar percakapan mereka tersenyum licik , kemudia ia menonton pertarungan itu.


" Otak dongol tetaplah Dongol , haahaha apa yang terjadi jika pemdukunga mereka malah bertarunh satu sama lain , heheheh semakin seru saja " kata Luo Fang sambil.menyaksikan pertartarungan mereka .


Tak lama setelaj mereka bertarung , kedua oarang iti sudah terluka parah dan kehabisa tenaga , Luo Fang langsung muncul di depan tetua keenam dan langsung memenggak kepala tetua keenam itu , sebab ia sudah terluka sangat parah dan Luo Fang juga sudah bosan .


Kemudian Luo Fang muncul kembali ketempat tetua keempat dan melakukan hal yang sama dan menyimpan kedua kepala itu dalam cincin penyimpanan nya .


" Baiklah selanjutnya , adalah kalian Patriak aku akan memberikan hadiah yang tak akan pernah kalian lupakan " Ucap Luo Fang menghilang dari gelapnya malam setelah mengadu domba tetua keenam dan Tetua keempat.


...»»»BERSAMBUNG«««...


THX SEMUANYA BUAT DUKUNGAN KALIAN SEMUA 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2