
Zahra trus meringis kesakitan, ia tidak berani menelpon ataupun keluar mencari bantuan, ia melihat air ketubannya sudah pecah, di sini ia sudah tau kalau dia akan melahirkan prematur karna kandungannya baru berusia 8bulan. Di sini Zahra berzuang sendiri dia menangis kesakitan dan mencoba mengeluarkan anaknya sendiri, di sisi lain mama Zahra gelisah, perasaannya tidak enak, ia tidak tau kenapa. Di villa sebelah Zahra terus berjuang untuk melahirkan anaknya, ia mengeden sekuat tenaga,, setelah berjuang setengah jam akhirnya seorang putra lahir di rahim Zahra, ia mengangkat bayinya dan memeluknya,, ia menangis terharu dengan kelahiran putranya ini. Disini tiba tiba saja ibunya datang ke villa, ia terkejut melihat kondisi Zahra yang sedang memegang bayi mungil yang masih terbalut darah,, ia tidak tau lagi mau bilang apa, mama Zahra memeluk Putri ya dan menangis, ia melihat anaknya kesakitan pun segera memopongnya ke kamar, Mama coba bertanya apa ini, Zahra menceritakan semuanya dengan menangis dan disambut dengan tangisan ibunya yang pecah setelah mendengar cerita Zahra.
"Ja jadi ini sebabnya kamu menjauhi ustadz?"kata mama, zahrapun menjawab "aku terus membayangkan malam gelap itu ketika melihatnya" ucap Zahra menangis. Mama bingung sekarang harus bagaimana, ia terus memandangi wajah bayi laki-laki yang sedang ia gendong dan tidak tega kalau harus di buang, tapi kalau ia pertahankan juga bagaimana caranya. Disini Zahra hanya bisa menangisi nasibnya, ia sudah ikhlas apapun yang mamanya akan lakukan ia akan terima. walaupun pilihannya anak ini akan di buang. tapi bayangan Zahra salah di sini
Seketika sebuah ide datang dari mamanya, ia berkata kalau dia yang akan di posisi Zahra, dia meminta Zahra berbohong kalau anak ini adalah adiknya yang baru lahir. Awalnya Zahra tidak mau dan menangis tapi ibunya berkata "kamu akan bisa bertemu anakmu setiap hari, mama juga sangat menginginkan anak laki-laki, jadi tolong ikuti arahan mama, sekarang kamu telpon ayah bilang kalau mama di sini sedang kesakitan, nanti saat ayah dan keluarga lainnya datang mama akan pura-pura baru saja melahirkan" ucapnya, Zahra pun pasrah dan melakukan apa yang di ucapkan mamanya itu.
Setelah semuany sampai di villa semuanya terkejut,, bagaimana bisa mama melahirkan Tampa hamil ucap papa,, mama menjawab "ternyata ini yang selalu gerak di perut mama pa, bukan cacingg" sambil ketawa. "mama ga tau mama sedang Hamill, tapi memang udah setahunan mama ga menstruasi" ucapnya" semua keluarga bingung tapi bahagia juga menyambut kehadiran keluarga barunya. apalagi ayah yang sudah sangat menantikan seorang putra, ia sangat sangat bahagia dan terus menerus berterimakasi pada istrinya.
__ADS_1
Dari kejauhan zahra sedih melihat anaknya yang akan dia anggap adikk, tapi dia bahagia juga anaknya di perlakukan seperti raja, apalagi ayah yang tidak mau melepasnya karna sangat bahagia akhirnya punya anak laki-laki, ayah tidak tau kalau itu sebenarnya cucu laki-lakinya.
Setelah kejadian itu semua keluarga tidak curiga sedikitpun, mama diam-diam sering meminta Zahra menyusui bayinya. Walaupun sebagai adik tapi ia bahagia bisa melihat pertumbuhan anaknya langsung di hadapannya.
Satu tahun kemudian ayah zahra meninggal, tapi sebelum meninggal ayah sudah tauu kalau anak laki-laki kesayangannya ternyata adalah cucunya, anak dari zahra. Seiring berjalannya waktu setelah kematian ayahnya, karna tidak ada yang mengurus perusahaan jadinya mereka bangkrut,, rumah yang di kota semua di sita bank, harta yang tersisa hanyalah Fila yang ada di desa, itupun tinggal satu, yang agak kecilan ituu, yang besar sudah terjual untuk biaya pengobatan sang ayah dulu. Saat Zahra pindah ke desa ia harus merelakan kuliahnya dan tidak lanjutt, sekarang dia akan menjadi tulang punggung keluarga, ia masih punya ibu, 2 adik yang salah satunya adalah darah dagingnya sendiri. Zafran.
Hari demi hari Zahra lewati di desa, dia melakukan semua pekerjaan yang ada, dia bisa bertani, beternak dan juga biasa jualan di pasar. Ini ia lakukan demi keluarganya.
__ADS_1
Tahun berganti tahun sekarang usia zafran anaknya Zahra dan ustadz eja sudah 5 tahunn, Zahra mengirim zafran ke pondok pesantren di umurnya yang sangat dini ini, sebenernya syarat bisa masuk pesantren ketika umur 7 tahun tepat dengan kls 1 SD tapi Zahra terpaksa menyerahkannya di usia 5 tahun karna di rumah tidak ada yang jaga, adiknya akila kuliah dan ngekos di kota, ibunya juga sakit sakitan dan hanya berbaring di kasur, sedangkan dia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.
Di suatu hari setelah berbulan bulan akhirnya zafran libur panjang dan di perbolehkan pulang, saat di rumah ia bercerita panjang lebar, salah satu ceritanya dia mengagumi ustadnya yang sangat baikk dan tampan, dia sangat di sayangii dan sering di kasi coklat. Zahra yang dengar merasa bersyukur anaknya di sana di perlakukan sangat baik.
Saat Zahra akan pergi ke ladang bersama anaknya ia di kejutkan dengan suara laki laki yang sangat tak asing baginya ,, "assalamualaikum" ucap sang lelaki tersebut, belum sempat di jawab salamnya zafran lebih dulu berlari dan memeluk orang itu yang ternyata ustad eja, "halo ustadz gantengkuu" ucap zafran, Zahra yang masih tidak percaya hanya melongo, kembali Ustadz eja berkata "assalamualaikum" dan membuat Zahra terkejut dan jawab "waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh ustadz" ustad eja bertaanya "Zahra sehat?" Zahra menjawab "ya alhamdulilah seperti yang bis di lihat Zahra sehat ustadz" ucap Zahra, belum puas bercakap Zahra langsung pamit, ia sudah janji untuk membantu tetangga menanam padi, jadi dia sudah di tunggu. Setelah pamit Zahra mengambil zafran dari pelukan ustadz eja dan segera pergi.
cukup dulu ya, kita lanjut nanti 😄
__ADS_1
Jangan lupa dukung karyaku🤩