
Malam harinya para warga sedang sama-sama gotong royong untuk acara pengajian besok, para bapak bapak sedang bantu mendekor rumah, dan membuat persiapan di luar dan untuk para ibu ibu di sibuk di dapur untuk membuat masakan. Disini Zahra Masi di dalam kamar, ia sedang mengoleskan salep pada kakinya yang sudah mulai bengkak dann susah untuk berjalana. Disini sudah banyak gadis gadis yang memanggilnya untuk ke luar, tapi dia blum keluar, di saat mama yang memanggil dia keluar dengan kaki sedikit pincang, mama yang melihat terkejut dan bertanya kenapa?, Zahra terpaksa berbohong dan mengatakan tadi tergelincir di kamar mandi. Mama pun terkejut dan berkata" ya Allah maafkan mama nak, saking sibuknya mama ga tau kakimu bengkak ginii, mama ambil minyak urut dulu ya biar mama urut sedikit kakinya" ucapnya dan langsung pergi mengambil minyak urut di kamarnya.
Disini setelah mama selesai mengurut kakinya mama meminta Zahra istirahat saja supaya besok di acara pengajian biasa ikut. Zahra pun tidur dan membiarkan orang orang di luar kerja. Di sisi lain ustad eja tiba tiba datang ke rumah Zahra, disini banyak yang heboh dengan kedatangan ustadz ganteng yang menjadi idola para gadis. Ustadz eja di sapa ayah Zahra "assalamualaikum ustadz" ucap ayah Zahra "waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, maaf paman jadi ribut dengan kedatangan saya" ucap ustadz"masyaallahhh gpp ustad, kami justru senang di datangi ustadz" ucap papa Zahra, kembali ia bertanya "maaf ustad, sepertinya ustad lagi cari seseorang?" Ucap ayah Zahra yang melihat ustad lihat kanan kiri kanan kiri dari tadi. "Oh iya maaf paman, kok Zahra tidak keliatan dari tadi?" Ucap ustadz eja "OOO zahraa, saya blum tau ustadz mungkin di dalam, saya tanyakan dulu ke ibu ya" ucap ayah dan bergegas mencari istrinya tidak lain ibunya Zahra.
__ADS_1
Setelah cukup lama menunggu ibu datang menghampiri ustadz eja, ibu berkata "ustadz masyaallahhh terimakasih sudah datang" ucap ibu, ustadz eja membalas "niat saya mau bantu bantu di sini Tante, tadi juga Abi awalnya juga mau ikut, tapi mendadak ada urusan jadi saya cuma sendiri,, maaf Tante dari tadi bingung saya ga tau mau kerjain apa". Ucap ustadz eja, mama berkata "ehh jangan kerjain apa apa ustad, ga boleh, sebaiknya mari ustadz ikut masukk saja, kita bincang- bincang di dalem, ucap mama sambil menggandeng ustad eja masuk rumah. Saat sudah di dalem ustad eja bertanya "maaf Tante, kok Zahra daritadi ga terlihat" ucapnya. Mama Zahra menjawab "Zahra sedang sakit ustadz" ucapnya yang membuat ustad eja terkejut "sakittt? Ya allahh kan tadi siang pas Tante kepondok Zahra baik baik saja? Ucapnya, "dia sakit kaki ustadz, kakinya terkilir dan bengkak makaknya saya minta dia istirahat saja" ucap mama, "oo iyaa tante kasi banyak banyak istirahat, kalo besok Masi bengkak ada di sini saya kenal tukang urut,, bisa Tante bawa kesana" ucap ustad eja yang hawatir dengan zahra, iya nakk nanti, kalo sekarang Tante lagi sibuk ngurus pernikahan, jadinya ga ada waktu" ucap mama Zahra, ketika baru saja mau menawari dirinya untuk mengantar Zahra ia kembali mengingat kata kata Abi dan ummi nya tadi siang yang meminta agar jauhkan diri dari Zahra, ia pun mengubur ucapan yang mau ia sampaikan tadi, sekedar cuma sampe angan saja. Setelah cukup lama bertamu ia pamit, ia juga tidak lupa menitipkan salam ke Zahra, ia juga lupa kalau ia membawakan sesuatu dan mengambilnya dulu di mobil ternyata ia membawa banyak sekali buat ad rambutan, salak, jeruk dan ada keresek putih terpisah yang isinya buah juga tapi yang versi enak enak hanya untuk Zahra dan di titipkan di ibunya.
Keesokan harinya ketika Zahra bangun pagi-pagi ia merasa kakinya sudah mendingan, terlihat juga agak kempes dan sudah tidak terlalu bengkak. Disini Zahra sengaja bangun paling awal karna niat akan menyapu halaman. Saat sedang menyapu ia melihat banyak berserakan kulit rambutan jeruk salak yang ustad eja bawa, Zahra yang melihat itu memegang perutnya dan mengelur perlahan dan coba berbicara dengan Beby di dalam hati "nakkk dari kemarin kamu mau buah ya sayangg, tapi ibu ga sempet pergi belii" ucap nya dengan nada sedihhh,, ketika ia lanjut menyapu Zahra sadar kulit buah ini banyak sekalii serasa satu kampung yang sudah makann,ia pun memanggil ibunya "ibuuuuuuu siapa yang beli buah banyak sekalii" katanya teriakk ibu yang dengar dan langsung keluarr "ada apa Zahra pagi pagi sudah teriak" kata mama. Zahra mengomel "ini pasti mama yang beli kan trus kasi para tetangga yang kerja tadi malem, dan Zahra yakin Zahra ga kebagiann" ucapnya. Mama pun bilang "ada kok punya kamu di kulkas" belum selesai mama bicara Zahra lari dan menuju kulkas, ia belum sempat dengar ibunya kalo itu dari ustad eja, ia lari Mambawa kresek putih itu masuk kamarnya bias tidak ada yang ganggu, saat di buka ia terkejut banyak sekali buah yang sangat enak enak, Zahra sangat bahagia dan langsung memakannya. Ia berbicara dengan baby nya, "enak sayangg? Ini namanya anggurr, nahh yang sekarang mama makan pir" ia terus mengobrol dengan baby sambil memakan buah buahannya. Setelah rasa dirinya kenyang ia baru ingat kalau ia sapi halaman baru setengah dan bergegas kembali ke halaman, Setelah selesai ia ke dapur dan bergabung dengan ibu-ibu untuk memasak di dapur, di dapur mama bilang "mana buahnya mama minta" Zahra berkata "aduhhh mama ini dia yang ngasi dia yang mau" ucapnya dengan pede di kira dari mamanya "ohh iya lupa itu bukan dari mama tapi dari ustad eja" kata mama yang buat Zahra terkejut. Ia langsung izin ke kamar mandi tapi sebenarnya ke kamar. Ia di kamar menangis dan bicara dengan baby nya "sayangnya mama, maafkan mama ya nak, mama sembunyikan kamu dari semua orang, bahkan dari ayahkamu sendirii, maaf tidak cinta sama ayahmu nakk, mama masih marah sama ayahmu yang sudah membuat mama menderita" Zahra terus menangis hingga tertidur di pinggir ranjangnya.
__ADS_1
Setelah 2 Minggu berlalu akhirnya tiba hari H pernikahan sang kakak, disini uang lain nggunakan kebaya persatuan yang seragam semua keluarga besar, disini hanya Zahra yang tidak mau memakainya, Zahra hanya menggunakan gamis besar syar'i, ia sengaja karna harus menutupi perutnya, tapi untuk warna Masi nyambungg. Di hari ini mereka banyak bertemu tamu dari keluarga, kerabat dekat, jauh, pihak laki-laki dan banyak lagii, hibahkan ustad eja beserta umi dan Abi ikut turut hadir di acara ini. Saat acara selesai mungkin karna kecapean tiba-tiba perut Zahra mules dan seperti kontraksi, disini posisinya Zahra sedang di villa yang satuan, Zahra punya 2 villa yang tempat acara itu adalah villa utama dan paling besar, sedangkan yang disini villa pribadi hanya untuk satu keluarga dan di sewakan. Hari ini villa itu akan di buat untuk sang kakak bulan madu, dan Zahra di tugasin untuk menghias kamar pengantin untuk kakaknya, saat ini ia sedang sendiri karna semua orang sedang bersih-bersih di villa besar. Zahra menangis dan menjerit karna kontaksinya makin sakitt.
Apakah ada yang nolongin Zahra? Apakah anak Zahra selamat?
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya 😄
Jangan lupa dukung karyaku ya 🤩
__ADS_1