Madu Beracun

Madu Beracun
Semakin Sering Bertemu


__ADS_3

Sejak mendapat kejutan ulang tahun di toko membuat Bos Darwin menjadi lebih sering mengunjungi tokonya. Entahlah dia merasa nyaman saja ketika mengunjungi toko. Hampir setiap hari Darwin ke toko hanya untuk melihat-lihat keadaan toko atau hanya mampir sebentar mengantar makanan untuk sarapan atau sekedar snak camilan untuk para karyawannya.


Pagi itu Darwin datang lebih awal dari para karyawannya. Sebelum sampai di toko Darwin mampir terlebih dahulu membeli beberapa bungkus makanan untuk sarapan. Sesampainya di toko Darwin segera menuju ke ruang kerjanya yang memang dulu hampir setiap hari dia kunjungi. Tapi sejak hubungannya kandas dengan kekasihnya dulu, Darwin jarang sekali ke toko, bahkan nyaris tak pernah berkunjung ke toko karena hanya akan membuatnya mengingat masa lalunya. Tapi kali ini Darwin mencoba untuk melupakan segalanya. Cukup sudah selama 5 tahun dia terpuruk dan tak bersemangat.


"Cukuplah selama ini aku sudah sangat tersiksa menahan rasa sakit... Aku harus melupakanmu, melupakan semua tentang kita... " gumam Darwin berbicara pada dirinya sendiri sambil membuka laci meja, di laci itu masih tersimpan beberapa foto kenangan bersama Nirmala. Darwin lalu mengambilnya dan merobek-robek foto itu lalu membuangnya ke tempat sampah.


Darwin tersenyum kecut setelah membuang foto itu. Gurat kesedihan yang menjadi amarah tak mampu dia sembunyikan jika mengingat kenangan bersama Nirmala lalu mengingat pengkhianatan yang Nirmala lakukan selama bertahun-tahun menjalin cinta. Darwin tak pernah menyangka akan menjadi seperti ini kisah cintanya. Dia terlalu mempercayai cintanya tidak akan terkhianati karena selama bersama Nirmala terlihat baik-baik saja. Nirmala tidak pernah terlihat sedang menyembunyikan sesuatu apalagi terlihat berkhianat. Tapi ternyata dugaannya salah besar. Nirmala sangat pandai mempermainkan hati Darwin.


"Bagaimana kabar si pengkhianat itu sekarang? Mungkin sudah cukup bahagia dengan lelaki pilihan hatinya? " tanya Darwin entah kepada siapa dia bertanya. Karena sejak Nirmala mengungkapkan kejujurannya itu mereka sudah tidak pernah lagi bertemu. Mereka pun saling memblokir akses komunikasi mereka dan tak pernah lagi membuka komunikasi selama 5tahun ini. Darwin pun tak pernah mendengar kabar tentang Nirmala, sudah menikah atau belum pun Darwin tak pernah mendengar. Dan Darwin pun tak ingin mendengar cerita apapun lagi tentang Nirmala.


Tok tok tok!


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Darwin.


"Siapa? Masuk saja! " sahut Darwin.


"Saya pak, " jawab Monika sambil membuka pintu.


"Ohhh yaa masuk saja Monika... Ada apa? "tanya Darwin sambil memperhatikan Monika yang baru saja memasuki ruangannya. Monika memang gadis yang cantik,kalau dilihat-lihat Monika ada sedikit kemiripan dengan Nirmala mantan kekasihnya dulu, hanya saja Monika agak lebih berisi dan seksi terawat, beda dengan Nirmala yang terlihat semakin kurus ketika dulu terakhir kali dia bertemu dan mengakhiri hubungannya dengan Darwin. Entah mungkin terlalu banyak pikiran karena dia telah menjadi pengkhianat selama itu jadi membuat badannya semakin kurus saja.


" Ini pak, saya mau menyerahkan catatan hasil penjualan kemarin."kata Monika sambil menyerahkan berkas laporannya kepada bos Darwin.


"Hmmmm ehh iya, terimakasih... " jawab Darwin agak gugup karena baru tersadar dari lamunannya.


"Iya Pak sama-sama, " sahut Monika sambil tersenyum manis. Ahh senyumannya benar-benar membuat hati Darwin meleleh. Baru kali ini Darwin memperhatikan senyum Monika yang ternyata manis sekali dan membuat jantungnya berdebar-debar. Padahal Monika sudah bertahun-tahun bekerja di tokonya tapi Darwin tidak begitu memperhatikan satu per satu karyawannya. Bahkan Darwin jarang sekali melirik wajah perempuan lain selain melihat wajah kekasihnya sendiri. Ya Darwin dulu sangat setia dan benar-benar menjaga hati dan pandangannya hanya untuk Nirmala seorang.


"Yaa sudah pak, saya keluar dulu pak... " kata Monika lagi-lagi membuyarkan lamunan Darwin.


"Hmmmm iya iya.. silahkan... " jawab Darwin agak gugup.


Monika mengangguk sambil tersenyum manis dan lagi-lagi membuat Darwin terpesona. Monika segera beranjak dan membalikkan badan hendak keluar. Baru saja dia ingin membuka pintu,bos Darwin memanggilnya lagi...


"Monika...! " panggil bos Darwin.


"Ehh iya Pak ada apa? " sahut Monika sambil membalikkan badan lagi.


"Kamu sudah sarapan? " tanya Darwin.


"Ohh... Sudah sih Pak tadi... " jawab Monika.


"Yahh... Padahal tadi saya membungkus beberapa makanan untuk sarapan kalian... "


"Hmmmm... Yaa nggak apa-apa sih Pak, barangkali teman yang lain belum ada yang sarapan... "


"Tapi saya ingin sarapan di sini ditemani kamu... "


Degg! Jantung Monika berdetak kencang. Tak biasanya bos Darwin ingin ditemani sarapan di ruang kerjanya. Padahal biasanya tak pernah begitu, kalaupun memberi makanan tidak biasanya minta ditemani sarapan di ruang kerjanya.


"Tapi pak, saya masih kenyang tadi saya sudah sarapan di rumah karena ibu saya selalu menyiapkan sarapan setiap pagi hari" jawab Monika menjelaskan.


"Hmmmmm... jadi tidak mau menemani saya nih...? " tanya Darwin.

__ADS_1


"Baiklah saya temani bapak sarapan di sini, saya buatkan minuman buat bapak dulu yaa, mau teh atau kopi pak? " kata Monika akhirnya tak enak hati menolak keinginan bosnya untuk ditemani sarapan.


"Beneran nih? Ikhlas nggak mau menemani saya? " tanya Darwin meyakinkan.


"Iya Pak... " jawab Monika sambil tersenyum semanis mungkin.


"Baiklah, buatkan saya kopi saja, Ohh iya tolong panggilkan salah satu temanmu untuk mengambil makanan di sini biar mereka pada sarapan dulu sebelum mulai bekerja, " kata bos Darwin sambil menunjukkan kantong plastik yang berisi bungkusan makanan di atas meja.


"Ohh iya Pak biar saya saja yang mengantar ke teman-teman sambil membuat kopi di belakang, " jawab Monika.


"Ohh baiklah... Jangan lama-lama yaa, saya keburu lapar... hehee" ucap bos Darwin sambil tertawa.


"Iya baik Pak... "


Monika pergi keluar ruangan sambil membawa makanan untuk sarapan teman-teman kerjanya. Nadia yang daritadi memperhatikan Monika yang agak lama di dalam ruangan bos Darwin jadi senyum-senyum sendiri dan mulai ingin menggoda Monika.


"Cieee lama amat sih di ruangan bos Darwin? Bahas apaan sih? Tentang cinta? Waduhhh... hmmmm" bisik Nadia menggoda Monika.


"Dihh apaan sih kamu,enggak lah... Ini tadi kan aku nyerahin laporan hasil penjualan kemarin, sama nih kalian dikasih makanan untuk sarapan kalian" jelas Monika sambil menyerahkan makanan pada Nadia.


"Asyikkk... Dapet jatah sarapan tiap pagi nih kita... ehem... teman-teman yuk sarapan dulu kita! " teriak Nadia memanggil teman-temannya untuk sarapan.


"Yaa udah kalian sarapan dulu sana yaa... Aku mau buat kopi untuk Pak Darwin dulu, "


"Hahhh?? Sejak kapan kamu.....?? Wahh mulai perhatian nih sama si bos Darwin? hihihiii tanda-tanda nih... ckckckkk... " Lagi-lagi Nadia menggoda Monika yang membuat wajah Monika merona karena malu.


"Aduhhh jangan berpikir yang aneh-aneh kamu Nad, bos Darwin sendiri koq yang minta dibuatkan kopi. "


Tak ingin berlama-lama terus-terusan digoda temannya Monika segera pergi ke dapur untuk membuat kopi untuk bos Darwin.


Tak lama kemudian Monika sudah selesai membuat kopi dan segera mengantarkannya ke ruang kerja bos Darwin. Ternyata di sana bos Darwin sudah menunggu, dia sudah membuka bungkusan sarapan tapi belum juga menyantapnya. Mungkin saja bos Darwin masih menunggu Monika datang.


"Ini pak kopinya... Loh koq belum juga dimakan pak? Kenapa? " tanya Monika sambil meletakkan cangkir berisi kopi panas di meja bos Darwin.


"Saya kan nungguin kamu, kan tadi saya sudah bilang minta ditemani sarapan... " jawab Darwin sambil menatap ke arah Monika.


"Ohh iya Pak... "


"Baik duduklah, kamu tidak sarapan lagi sekalian? Ini enak loh... "


"Tidak Pak, terimakasih saya benar-benar masih kenyang koq Pak... Silahkan bapak sarapan saja, saya temani di sini... " jawab Monika sambil tersenyum lagi-lagi membuat bos Darwin terpesona.


"Baiklah saya sarapan sendiri nih... Saya sudah lama sekali sarapan tidak ditemani seseorang... hmmmmm" kata Darwin sambil mengunyah makanannya.


"Kenapa emangnya Pak? Apakah di rumah bapak setiap hari tidak sarapan bersama keluarga? " tanya Monika hati-hati sekali.


"Itu sih sudah biasa... Tapi yang luar biasa itu jika ditemani seseorang yang sangat spesial... Ya kan? "


"Ohh... Hmmmm iya Pak... "


"Jadi saya ingin ditemani kamu sarapan di sini setiap pagi biar jadi sarapan yang spesial setiap pagi... hemmmm"

__ADS_1


"Waduhh bapak ada-ada saja... " Monika tersenyum malu-malu.


"Apa kamu keberatan? Atau bakalan ada yang cemburu jika melihat kamu menemani saya sarapan di sini? " tanya Darwin menyelidiki untuk memastikan apakah Monika sudah punya kekasih atau belum.


"Nggak apa-apa sih Pak... Hmmmmm saya masih sendiri koq, " jawab Monika sambil tertunduk malu.


"Jadi kamu bersedia menemani saya setiap hari kan? Anggap saja kamu adalah asisten pribadi saya, jadi kemanapun saya pergi kamu harus menemani saya. Tenang saja, akan ada bonus tambahan untuk itu"


"Iya Pak baik, saya bersedia. Kalau sudah selesai sarapannya saya bereskan dulu ya Pak, setelah itu saya gabung sama teman-teman saya untuk bekerja"


"Ohh yaa silahkan Monika, terimakasih yaa sudah bersedia menemani saya sarapan, "


"Iya Pak sama-sama... " jawab Monika sambil membereskan bekas sarapan bos Darwin.


Nadia yang sedari tadi penasaran menunggu Monika yang belum juga keluar dari ruangan bos Darwin segera menyambut kedatangan Monika lagi-lagi dengan senyum jahilnya.


"Roman-romannya mulai ada sesuatu nih...? Betul nggak? " tanya Nadia sambil mengerlingkan matanya jahil.


"Aduhh apaan sih kamu ini... Sesuatu apa? Gini loh Nad, bos Darwin itu cuma ingin ditemani sarapan aja koq nggak ada maksud lain" kata Monika gemas melihat sahabatnya itu sudah mulai menggodanya.


"Itu kan baru awalnya saja Monika, nanti lama-lama dia akan memintamu untuk menemani hidupnya... ehemmmm... Beneran jadi nyonya besar nih... Hehehee... " lagi-lagi Nadia terkekeh.


"Aduhhh mana mungkin begitu... Disuruh menemani sarapan saja aku sudah deg-degan loh... hahaa" kata Monika.


"Cieee kayanya kamu sendiri juga mulai ada rasa dehh... "


"Aduhhhh rasa apa sih? Yaa jelas dong ada rasa, rasa hormat kepada bos itu kan wajar Nadia... "


"Yaa aku faham koq itu... Nanti lama-lama juga rasa nyaman lalu rasa... " Nadia tak sempat meneruskan kata-katanya karena keburu dipotong Monika.


"Husssss stop berkhayal di pagi hari!! Bangun aja dulu jangan mengigau seperti mimpi!! "kata Monika sambil mencubit gemas pipi Nadia yang bulat.


" Aduhh kok pipiku dicubit sihhh... Jahat kamu yahhh!! " pekik Nadia sambil mengusap-usap pipinya yang memerah habis dicubit Monika.


"Rasain, enak kan? " Monika terkekeh geli melihat ekspresi Nadia yang lucu.


Setelah puas bercanda Nadia dan Monika kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, melayani pembeli yang kebetulan mulai ramai berbelanja di toko. Suasana mulai sibuk, tidak ada lagi yang sempat ngobrol apalagi bercanda dengan teman-teman kerjanya karena mereka sudah mulai sibuk dengan tugas masing-masing.


Sementara itu bos Darwin hanya sibuk mengamati rekaman CCTV di ruang kerjanya. Matanya tak henti-hentinya menatap satu titik rekaman. Yaa Darwin memperhatikan Monika melalui CCTV-nya. Di sana Darwin melihat betapa sabar dan ramahnya Monika melayani pembeli yang sedang berbelanja di tokonya.


Tak bosan-bosan Darwin memperhatikan Monika yang akhir-akhir ini mencuri perhatiannya. Baru dia menyadari ternyata ada karyawan secantik Monika yang bekerja di tokonya. Padahal menurut pengakuan Monika, dia sudah bekerja di tokonya lebih dari 5tahun, berarti Monika juga sedikit mengetahui tentang cerita cinta Darwin dengan Nirmala dulu.


Darwin manggut-manggut sendiri. Sebenarnya mungkin Darwin sudah mau membuka hati lagi untuk wanita lain. Tapi Darwin masih ingin lebih berhati-hati lagi karena dia tak ingin mengalami hal yang tak diinginkan lagi. Darwin tak ingin terjatuh dan terluka untuk kedua kalinya. Kisah cinta yang dulu biar jadi pelajaran berharga untuknya. Darwin berharap kelak dia akan menemukan lagi tambatan hati yang benar-benar tulus mencintainya.


Kini Darwin sudah mulai bersemangat lagi. Tak lagi murung dan terus-terusan mengurung diri di dalam kamar. Karena selama ini Darwin jarang sekali keluar rumah jika tak ada kepentingan apapun. Perubahan Darwin yang terlihat kembali bersemangat lagi itu ternyata juga diperhatikan oleh nyonya Fatma, ibu kandung Darwin. Nyonya Fatma senang melihat Darwin mulai terlihat ceria lagi seperti dulu. Dalam hatinya pun merasakan mungkin saja putra sulungnya itu sudah menemukan pengganti tambatan hati. Tapi nyonya Fatma tidak terburu-buru menanyakan hal itu pada Darwin. Nyonya Fatma akan menunggu sampai Darwin sendiri yang akan menceritakan jika dia sudah menemukan calon pendamping hidupnya. Setelah itu nyonya Fatma akan menyuruh untuk segera menikah saja tidak perlu berlama-lama menjalin hubungan seperti dulu yang pada akhirnya kandas juga. Nyonya Fatma begitu menyayangi anak-anaknya sehingga dia tidak ingin anak-anaknya mengalami luka dan sakit hati. Karena masa lalu Darwin dulu juga menjadi pukulan yang cukup berat untuknya. Nyonya Fatma pun tak pernah menyangka jika Nirmala yang selama ini sudah dianggapnya sebagai anak kandung ternyata tega juga mengkhianatinya.


Dan saat ini nyonya Fatma hanya berdoa dan berharap yang terbaik untuk Darwin, semoga Darwin segera menemukan jodohnya yang benar-benar setia kepadanya. Nyonya Fatma ingin sekali Darwin segera menikah, karena kedua adik Darwin semua sudah menikah dan punya anak.


"Semoga anakku Darwin segera bertemu jodohmu nak,biar aku tidak lagi terus-terusan melihatnya banyak melamun, semua itu juga menjadi beban berat untukku... " ucap nyonya Fatma dalam hati. Setiap hari nyonya Fatma selalu mendoakan putranya tersebut agar segera bertemu jodohnya dan segera menikah.


Semoga saja Tuhan segera mengabulkan do'a dan keinginan nyonya Fatma untuk anaknya.

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


__ADS_2