Madu Beracun

Madu Beracun
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Ternyata kedekatan Darwin dan Monika selama ini membuat keduanya sama-sama merasa nyaman. Darwin semakin tidak bisa menahan keinginannya untuk segera menyatakan cintanya kepada Monika. Kali ini Darwin merasa cukup yakin jika Monika juga sama-sama menyukainya, dilihat dari cara Monika merespon pembicaraan mereka. Meskipun masih terlihat malu-malu Monika selalu memberikan respon baik setiap kali Darwin memintanya untuk menemani kemanapun dia ingin ditemani.


Sore itu sepulang kerja Darwin berniat mengantarkan Monika pulang ke rumah. Terlihat Monika sudah bersiap hendak pulang. Monika sedang berjalan menuju ke parkiran motornya. Darwin segera mengejar.


"Monika....! " panggil Darwin sambil berlari kecil menuju ke parkiran mendekati Monika.


"Iyaa, ada Mas? " sahut Monika yang sedang bersiap memakai helmtnya.


"Ehh... Saya ingin ke rumah kamu, maksud saya, saya ingin mengantar kamu pulang yaa... " kata Darwin setengah berbisik takut keinginannya ditolak mentah-mentah oleh Monika.


"Iya tapi kan saya bawa motor sendiri Mas, "


"Yaa motor kamu ditinggal di sini saja aman koq, nggak bakalan hilang kan ada satpam juga yang jaga di sini... "


"Aduhh gimana yaa... " Monika tampak kebingungan sambil melirik ke arah Nadia dan Windi yang senyum-senyum saja melihat ke arah Monika.


"Kenapa bingung? Ayolah... Saya antar kamu pulang yaa, saya kan belum tau rumah kamu di mana? " Darwin agak sedikit memaksa.


"Udah sana Monika, pulang bareng aja sama pak Darwin," kata Nadia ikutan membujuk Monika biar dia mau diantar pulang sama bos Darwin.


"Emmhh... Yaa udah iyaa... " akhirnya Monika setuju dan mengiyakan.


Setelah meletakkan kembali helmtnya Monika segera mengikuti Darwin menuju ke parkiran mobil. Kedua sahabat Monika senyum-senyum saja melihat tingkah Monika yang masih malu-malu. Monika mendelik lucu ke arah sahabatnya itu.


"Aduh malu-malu tapi mau yaa... ehemmm... Udah sana Monika, kami mendukungmu koq... heheee... " kata Nadia sambil mengerlingkan matanya.


Lagi-lagi Monika mendelik lucu ke arah sahabatnya itu.


Darwin membukakan pintu mobil untuk Monika. Dan Monika pun segera masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan mereka berdua masih terdiam membisu, belum ada yang memulai pembicaraan. Sebentar-sebentar Darwin melirik ke arah Monika yang juga hanya terdiam sambil memainkan jemarinya yang lentik. Darwin tersenyum sendiri, ingin rasanya dia menggenggam tangan Monika yang halus itu. Tapi Darwin masih menahan keinginannya itu.


Setelah beberapa saat suasana hening, Darwin akhirnya membuka suara.


"Rumah kamu jauh dari toko? " tanya Darwin.


"Iya lumayan Mas, 30menit lah kalau naik motor... " jawab Monika sambil menoleh ke arah Darwin.


"Wow lumayan juga,apa tidak capek kamu setiap hari naik motor pulang pergi? "


"Yaa capek sih iya tapi tetap saya nikmatin aja, perjalanan naik motor itu menyenangkan loh Mas, sudah pernah pergi-pergi naik motor? "


"Jarang sekali saya kemana-mana naik motor,saya takut... "


"Takut kenapa emangnya? Mas Darwin pernah jatuh dari motor? " tanya Monika penasaran.


"Bukan begitu... "


"Lalu? "

__ADS_1


"Saya takut kedinginan karena tidak ada yang memelukku di belakang... hehehee... " jawab Darwin sekenanya sambil tertawa senang melihat ekspresi Monika yang mendelik lucu.


"Ahhh... ada-ada saja... " sahut Monika sambil mendengus.


"Ohh iya, nanti ada gang masuk sebelah kiri yaa, pelan-pelan saja jalannya, soalnya jalanan sempit, banyak anak-anak kecil suka lari-larian di jalan... , nanti rumah saya yang paling ujung yah, ada pagar warna hijau "kata Monika memberitahu arah jalan ke rumahnya.


"Oke siapp!! " jawab Darwin sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.


Tak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah Monika. Mobil Darwin diparkirkan di pinggir jalan tepat depan rumah Monika karena halaman rumah Monika sempit tidak bisa untuk parkir mobil.


Sesampai di rumah Monika mengetuk pintu rumahnya.


"Assalamu'alaikum ibu... " Monika mengucap salam sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam... iya sebentar sayang... " sahut suara dari dalam.


Terdengar pintu dibuka dari dalam. Ketika pintu dibuka terlihat ibu Monika kaget melihat Monika pulang bersama dengan seorang laki-laki. Dan laki-laki itu tak lain adalah bosnya Monika.


"Loh Monika, motor kamu kemana? Kamu kenapa koq pulang malah diantar? "


"Iya bu, Monika tidak kenapa-napa koq, motor Monika aman di tempat kerja. Ini Mas Darwin tadi pengen main ke sini... "jawab Monika sambil meraih tangan ibunya untuk bersalaman.


" Ohh iya aduh jadi merepotkan ayo silahkan masuk... "ibu Monika sedikit lega mendengar jawaban Monika lalu mempersilahkan Darwin untuk masuk ke dalam rumah.


" Ayo silahkan duduk... Aduh maaf yaa rumahnya sempit, panas... "kata ibu Monika mempersilahkan Darwin untuk duduk di kursi ruang tamu.


Darwin menyapukan pandangan matanya ke seluruh ruangan tamu. Rumah yang cukup sederhana, mungil tapi tertata rapi.


"Aduh kenapa ini koq tumben-tumbenan repot-repot ngantar Monika pulang? padahal kan biasanya juga Monika pulang pergi naik motor sendiri... " tanya ibu Monika kepada Darwin.


"Iya bu... Saya hanya ingin berkunjung saja sekaligus ingin berkenalan dengan ibu, " jawab Darwin sopan.


"Yaa ampun ada-ada saja... Monika, tolong buatkan minuman yaa! " kata ibu Monika menyuruh anaknya membuatkan minuman untuk Darwin


"Iya Bu, " jawab Monika dari dalam kamarnya.


"Ohh iya, Anda ini siapa? Teman kerjanya Monika? koq saya baru lihat?" tanya Ibunya Monika kepada Darwin.


"Saya ini... "


"Dia Mas Darwin Bu, bos pemilik toko tempat Monika bekerjasama... " sahut Monika mendahului menjawab sambil meletakkan kopi dan beberapa snak di atas meja.


"Hahhh... " ibu Monika membelalakkan matanya kaget. "Yaa ampun Maaf Pak, saya tidak tau, berarti bapak ini pemilik toko itu... Aduhh saya tidak tau, maaf yaa... "


"Ahh tidak mengapa Bu, jangan panggil saya bapak, panggil saja saya Darwin Bu... tak enak hati saya dipanggil bapak... Ibu biasa saja lah panggil nama saya saja... " kata Darwin sambil tersenyum.


"Waduhh iya iya...silahkan diminum kopinya... sama ada kue ala kadarnya... ayo silahkan... "

__ADS_1


"Iya Bu terimakasih... jadi merepotkan ibu ini... "


"Tidak merepotkan, justru anak saya yang sudah merepotkan Nak Darwin, pulang minta diantar segala... "Tidak koq Bu, saya tadi yang berkeinginan untuk mengantar Monika pulang." kata Darwin menjelaskan.


Ibu Monika mendengar sambil manggut-manggutkan kepala.


Setelah beberapa saat berbasa-basi dan mengobrol hal-hal kecil, Darwin memberanikan diri ingin menyatakan kesungguhannya jika sebenarnya Darwin ingin mempersunting Monika.


"Ibu, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada ibu, meskipun saya baru saja mengenal ibu, tetapi saya sudah cukup lama mengenal Monika. Saya memohon restu ibu, jika sekiranya saya ingin menjadikan Monika sebagai pendamping hidup saya... " kata Darwin lembut berusaha sesopan mungkin menyatakan keinginannya.


Agak kaget ibu Monika mendengarnya. Tapi dia juga terharu, ada laki-laki yang dengan berani menyatakan isi hatinya terlebih dahulu kepada ibu Monika. Padahal selama ini Monika hanya bercerita jika di tempat kerja dia mempunyai teman yang baik dan juga bos yang baik. Monika tidak pernah bercerita tentang siapa laki-laki yang dekat dengannya.


Monika pun tak kalah kagetnya mendengar pernyataan bos nya itu. Dia menunduk karena malu. Wajahnya merah merona.


"Aduh koq secepat ini nak Darwin... Apa sudah kamu pikirkan masak-masak? " tanya ibu Monika seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Tidak Bu, saya sudah 100 persen yakin... Bahwa Monika lah yang menjadi tujuan saya... " jawab Darwin meyakinkan ibu Monika.


"Saya kembalikan kepada Monika saja yaa, karena Monika yang akan menjalani kelak, jika Monika bahagia ibu sudah pasti merestui nya... " jawab ibu Monika sambil menatap ke arah Monika.


"Bagaimana, Monika? Apa kamu bersedia menerima nak Darwin? " tanya ibu Monika kepada putrinya.


"Saya... tergantung ibu saja, jika ibu merestui saya mau menerima... " jawab Monika agak terbata-bata karena masih malu-malu.


"Ibu akan selalu mendukungmu nak, selagi itu bisa membuatmu bahagia, jika kamu bersedia menerima nak Darwin, ibu merestuinya... " kata ibu Monika sambil merengkuh pundak putrinya.


"Alhamdulillah... Berarti saya diterima?? " tanya Darwin seolah tak percaya.


Monika dan ibunya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Terimakasih Bu, Terimakasih Monika... Anggap saja ini lamaran saya secara pribadi, besok saya janji akan mengajak orangtua saya datang ke sini untuk melamar Monika secara resmi agar kita sama-sama saling mengenal keluarga masing-masing... " kata Darwin sambil berkaca-kaca menahan haru. Dia seolah tak percaya semudah itu mendapat restu dari calon ibu mertuanya.


"Iya nak Darwin... Ibu tunggu kabar baik ini dari keluarga nak Darwin... "


"Iya Bu... "


***


Setelah Darwin pulang, ibu Monika kembali bertanya kepada Monika.


"Sayang, apa kamu benar-benar sudah yakin dengan pilihanmu? "


"Selama masih mendapat dukungan dari ibu, saya yakin Bu... Mas Darwin orangnya baik Bu, yaa meskipun usia kita terpaut jauh, tapi saya yakin mas Darwin bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga... "


"Aamiin... iya sayang... semoga kamu tidak salah pilih yaa... semoga Darwin benar-benar mencintaimu dengan tulus..."


"Iya Bu... Semoga saja... "

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


__ADS_2