
Kenapa gak seperti biasanya sih mas? Aku salah apa?." Tanya ku dengan emosi tertahan.
"Aku cape,baru pulang kerja kamu malah kayak gini." Jawab nya padahal bukan itu jawaban yang aku mau.
Aku adalah Risa Wulandari,seorang Istri dari Ibram Muhammad.
Kami menikah sudah hampir 4 tahun,kami selalu merayakan hari ulang tahun pernikahan kami setiap tahun nya. Tapi sayang nya,kami belum juga di karuniai seorang anak.
Akan tetapi,itu tak membuat rumah tangga kami menjadi ancaman. Karena,suami ku tak mempermasalahkan itu semua.
Suami ku sangat menyayangi ku,perlakuan nya tak berubah dari pertama menikah hingga sekarang.
Tetapi,berbeda dengan beberapa bulan akhir-akhir ini.
Suami ku selalu pulang telat,kadang subuh,bahkan tak pulang kerumah.
Apakah dia lembur? Oh tentu tidak. Jika dia lembur pun,aku pasti akan bertanya kepada Reno,teman sekantor nya,perihal itu jika dia tak mengabari. Aku saja yang pura-pura tidak mau tau.
Hingga pada suatu malam,tepat tanggal 28 maret. Aku sengaja menunggu suami ku pulang kerja,untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kami.
Semuanya telah aku persiapkan. Akan tetapi,jam sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari suami ku tak kunjung pulang. Apa dia lupa? Ini hari spesial kami. Padahal,aku sudah bertanya kepada Reno bahwa dia sudah pulang dari sore. Ku ambil gawai dan segera ku telepon suami ku,juga tak kunjung di angkat.
"[Mas,kamu pulang gak?]"
"[Kita mau ngerayain anniversary loh mas,kamu lupa?."]
Ku kirim pesan pada suami ku,tapi hanya ceklis 1 abu-abu.
Tak berselang lama,bunyi kendaraan roda 4 milik suami ku terdengar,kemudian sunyi karena sudah terparkir di garasi rumah.
Segera ku susul ke depan,karena suami ku belum masuk juga kedalam rumah.
"Darimana mas? Kok baru pulang?." Tanya ku dengan tangan melipat ke dada.
Mas Ibram hanya diam dan berjalan melewati ku.
"Mas ! Aku ngomong sama kamu !." Kini suatu agak ku tinggikan.
"Bukan urusan mu." Jawab nya sekenanya.
__ADS_1
"Bukan urusanku? Aku ini istrimu mas !."
Dia hanya mengangkat bahu dan berlalu masuk kamar.
"Kok gak seperti biasanya sih mas? Aku salah apa?. Tanyaku dengan emosi tak tertahan.
"Aku cape,baru pulang kerja kamu malah kayak gini." Jawabnya padahal bukan itu jawaban yang ku mau.
"Baru pulang kerja? Kerja apa jam segini mas?." Tanyaku penuh selidik
"Aku lembur,itu juga buat kamu. Jadi kamu gak usah cerewet !." Bentak nya.
"Kamu yakin lembur mas? Aku tanya Reno katanya kamu udah pulang dari sore loh mas." Ujar ku dengan senyum nanar.
Mas Ibram agak terbelalak
"Jadi kamu mata-matain aku?gitu?."
"Gak mas,tapi akhir-akhir ini kamu tuh berubah,hampir setiap hari kamu pulang telat mas ! Aku tanya teman kantor kamu,katanya kamu udah pulang. Gimana aku gak curiga?."
Tanpa sadar air mata mulai mengalir di pipi.
"Terserah apa kata mu,malam ini aku mau tidur dirumah ibu." Bergegas mas Ibram meninggalkan ku dan memacu roda 4 nya menuju ke rumah ibu nya.
#
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Aduhh siapa sih jam segini ngetok ngetok pintu? Udah hampir subuh ganggu orang aja." Kesal bu Heni ,yaa Bu Heni adalah ibu dari mas Ibram. Ibu mertua ku.
Sejenak Bu Heni mengintip dari tirai jendela,dan ternyata mas Ibram sudah
menunggu di depan sana.
Dengan cepat Bu Heni membuka pintu.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bu." Ucap mas Ibram sembari nyelonong masuk.
"Ngapain kamu ke rumah ibu jam segini? Kayak gak punya rumah aja kamu !." Kesal Bu Heni.
"Aku males di rumah bu,aku berantem lagi sama Risa." Jawab mas Ibram.
"Ibram,kan ibu udah bilang. Tinggalin aja istri kamu yang gak guna itu,tau nya cuma ongkang ongkang kaki dirumah,nerima hasil gaji kamu,terus kerjaan nya cuma marah-marah. Udah jelek,gak tau diri banget istri kamu,kamu kan masih punya Selly,istri kedua kamu. Jadi gak rugi dong kalo kamu ninggalin Risa." Ujar Bu Heni mengompori.
Ya,memang benar. Kenyataan nya adalah mas Ibram memang sudah menikah lagi. Dengan wanita bernama Selly Saputri,anak juragan getah di desa nya.
Mas Ibram bisa mengenal Selly,karena Selly adalah cinta pertama nya sewaktu SMA,mereka berpisah karena mas Ibram harus merantau ke ibukota. Dan mereka kehilangan kontak,sehingga sampai Selly kuliah dan kerja di Jakarta,ia kembali bertemu dengan mas Ibram. Dan mereka memutuskan menikah secara siri.
"Gak bisa sembarangan buat ninggalin Risa bu. Ibu kan tau sendiri,rumah saja aku numpang sama Risa. Kalo cerai,aku mau tinggal dimana?."
"Kamu itu bodoh atau gimana sih?kan ada Selly ! Kamu tinggal aja sama Selly,lagian Selly kan anak orang kaya. Kamu gak perlu cape-cape kerja." Ujar Bu Desi dengan melotot.
"Iya ya,bu. Lagian,untuk apa bertahan sama Risa?si perempuan mandul itu." Ucap mas Ibram.
"Jangan lupa,kalo cerai minta harta gono gini ! Biar gak tangan kosong ninggalin perempuan mandul itu. Ya sudah, ibu mau tidur lagi. Kamu ganggu orang tidur aja" Ucap Bu Heni sembari masuk ke dalam kamar.
Mas Ibram merebahkan diri di sofa,ia memikirkan bagaimana cara nya men ceraikan Risa dan mendapatkan harta gono gini. Secara,dia sadar. Dia sama sekali tidak ikut andil dalam mengelola keuangan bersama,karna hampir separuh gajinya untuk ibu dan biaya adik ipar nya kuliah. Sedangkan untuk Risa? Ada saja alasan nya.
Tak berselang lama,mas Ibram pun tertidur di sofa.
#
Kebetulan hari ini adalah hari minggu,mas Ibram tidak berangkat ke kantor. Ia juga enggan untuk pulang ke rumah Risa. Dia lebih memilih untuk bertemu dengan istri siri nya,yaitu Selly.
Di dapur,Bu Heni sedang membuat sarapan. Sedangkan Ananda,adik mas Ibram. Sudah siap menunggu sarapan matang.
Mas Ibram menghampiri Ananda dan ikut duduk di samping nya.
"Hari ini aku mau ke rumah Selly Bu.",
Seraya Bu Heni menoleh "Bagus dong,bila perlu kamu bicarakan masalah semalam."
"Iya bu,semoga aja Selly mau kalo Ibram tinggal di rumah nya."
"Harus mau dong,kan kamu suami nya. Masa sih istri gak mau nampung suami dirumah nya." Ucap Bu Heni terkekeh.
__ADS_1
"Apa aku harus segera menggugat dan mengurus surat perceraian ya bu? Setelah itu aku akan menikahi Selly secara hukum. Bagaimana menurut ibu?."
"Ide bagus,lebih cepat lebih baik. Ibu juga udah muak sama menantu satu itu,gak ada gunanya." Celoteh bu Heni.